Global Market Wrap
Indeks
di bursa saham Wall Street pada perdagangan kemarin
ditutup menguat ditopang oleh saham teknologi
ditengah masih ada kekhawatiran bahwa the Fed akan menaikan suku bunganya di
bulan Juni. Dow Jones menguat
66 poin (+0,38%)
di level 17.501 sementara Nasdaq menguat
57
poin
(+1,21%)
di level 4.770. Dari
regional, Pagi ini indeks Nikkei dibuka melemah
175
poin
(-1,04%)
pada level 16.562. Nilai tukar Rupiah
terhadap USD pagi ini dibuka menguat 18
poin (+0,13%)
menjadi Rp13.590.
Technical Ideas
Naiknya
indeks bursa global dan stabilnya harganya minyak mentah diprediksi akan
menjadi katalis positif bagi indeks disisi lain investor masih menunggu
perkembangan tax amnesty di DPR. IHSG diprediksi
bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat terbatas di
rentang support 4.690 dan resistance 4.735. Pergerakan
aliran dana investor asing menjadi poin penting yang berpengaruh terhadap IHSG.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
·
WSKT (Spec
Buy, TP: Rp2.510,
Support:
Rp2.420)
·
ASII (Spec
Buy, TP: Rp6.500,
Support:
Rp6.225)
·
TLKM (BoW,
TP: Rp3.570-3.520, Resist:Rp3.690)
·
BBCA (Spec
Buy, TP: Rp13.100,
Support:
Rp12.950)
News Highlight
PT
Bank Ganesha Tbk (BGTG) menjadi
emiten keempat yang melantai di Bursa Efek Indonesia tahun ini. Emiten dengan kode
saham BGTG ini menawarkan 5,37 miliar saham dengan harga saham Rp 103. Dus,
Bank Ganesha meraup dana segar dari penawaran saham perdana atau IPO sebanyak
Rp 553 miliar.
PT
Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) sepertinya membutuhkan
waktu lebih lama lagi untuk meraup pendapatan dari proyek kawasan industri di
Subang, Jawa Barat. Emiten properti ini lebih memilih menunda peluncuran
proyek. Perseroan lebih memilih menunggu proyek Pelabuhan Patimban.
PT Ace Hardware Indonesia
Tbk.
tahun ini menargetkan pertumbuhan penjualan yang konservatif yaitu minimal 5%,
tak jauh dari raihan tahun lalu sekitar 4,4%. Kinerja
perseroan kuartal I/2016 penjualan bersih perseroan mencapai Rp1,16 triliun.
Jumlah itu bertumbuh sekitar 4,8% dari periode yang sama tahun lalu sebesar
Rp1,107 triliun. Sedangkan laba perseroan pada tri wulan pertama tahun ini
sebesar Rp139,8 miliar, naik sekitar 10,8% dari tahun lalu yang sebesar
Rp126,08 miliar.
PT
Bank Permata Tbk (BNLI) menurunkan jumlah saham yang akan dilepas
pada Penawaran Umum Terbatas VII. Jumlah penawaran saham right issue ini
diturunkan menjadi 10.456.095.082 saham dari sebelumnya 21.200.000.000. Menurut
keterangan perseroan disebutkan bahwa harga nominal per lembar Rp125. Setiap
pemegang 283 saham lama hingga 31 Mei 2016 memiliki 249 HMETD dimana 1 HMETD
berhak membeli 1 saham baru dengan harga penawaran Rp526 per saham.
PT Waskita Karya Tbk
(WSKT) memberikan fasilitas pinjaman kepada anak usahanya PT
Waskita Toll Road (WTR) sebesar Rp300 miliar. Menurut
keterangan perseroan disebutkan bahwa perjanjian fasilitas pinjaman dilakukan
pada 18 Mei lalu dengan bunga pinjaman sebesar 9,5% per tahun dari jumlah
hutang pinjaman yang terhutang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar