Senin, Mei 23

Morning Update IPOT 23 Mei 2016

Global Market Wrap

Indeks di bursa saham Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup  menguat ditopang oleh saham teknologi ditengah masih ada kekhawatiran bahwa the Fed akan menaikan suku bunganya di bulan Juni. Dow Jones menguat 66 poin (+0,38%) di level 17.501 sementara Nasdaq menguat 57 poin (+1,21%) di level 4.770. Dari regional, Pagi ini indeks Nikkei dibuka melemah 175 poin (-1,04%) pada level 16.562. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka menguat 18 poin (+0,13%) menjadi Rp13.590.


Technical Ideas

Naiknya indeks bursa global dan stabilnya harganya minyak mentah diprediksi akan menjadi katalis positif bagi indeks disisi lain investor masih menunggu perkembangan tax amnesty di DPR. IHSG diprediksi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat terbatas di rentang support 4.690 dan resistance 4.735. Pergerakan aliran dana investor asing menjadi poin penting yang berpengaruh terhadap IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          WSKT (Spec Buy, TP: Rp2.510, Support: Rp2.420)
·          ASII (Spec Buy, TP: Rp6.500, Support: Rp6.225)
·          TLKM (BoW, TP: Rp3.570-3.520, Resist:Rp3.690)
·          BBCA (Spec Buy, TP: Rp13.100, Support: Rp12.950)


News Highlight

PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) menjadi emiten keempat yang melantai di Bursa Efek Indonesia tahun ini. Emiten dengan kode saham BGTG ini menawarkan 5,37 miliar saham dengan harga saham Rp 103. Dus, Bank Ganesha meraup dana segar dari penawaran saham perdana atau IPO sebanyak Rp 553 miliar.

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) sepertinya membutuhkan waktu lebih lama lagi untuk meraup pendapatan dari proyek kawasan industri di Subang, Jawa Barat. Emiten properti ini lebih memilih menunda peluncuran proyek. Perseroan lebih memilih menunggu proyek Pelabuhan Patimban.

PT Ace Hardware Indonesia Tbk. tahun ini menargetkan pertumbuhan penjualan yang konservatif yaitu minimal 5%, tak jauh dari raihan tahun lalu sekitar 4,4%. Kinerja perseroan kuartal I/2016 penjualan bersih perseroan mencapai Rp1,16 triliun. Jumlah itu bertumbuh sekitar 4,8% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,107 triliun. Sedangkan laba perseroan pada tri wulan pertama tahun ini sebesar Rp139,8 miliar, naik sekitar 10,8% dari tahun lalu yang sebesar Rp126,08 miliar.

PT Bank Permata Tbk (BNLI) menurunkan jumlah saham yang akan dilepas pada Penawaran Umum Terbatas VII. Jumlah penawaran saham right issue ini diturunkan menjadi 10.456.095.082 saham dari sebelumnya 21.200.000.000. Menurut keterangan perseroan disebutkan bahwa harga nominal per lembar Rp125. Setiap pemegang 283 saham lama hingga 31 Mei 2016 memiliki 249 HMETD dimana 1 HMETD berhak membeli 1 saham baru dengan harga penawaran Rp526 per saham.

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) memberikan fasilitas pinjaman kepada anak usahanya PT Waskita Toll Road (WTR) sebesar Rp300 miliar. Menurut keterangan perseroan disebutkan bahwa perjanjian fasilitas pinjaman dilakukan pada 18 Mei lalu dengan bunga pinjaman sebesar 9,5% per tahun dari jumlah hutang pinjaman yang terhutang.

Akses full report di:   http://ipot.id/?g=r/e/3c13lb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar