Senin, Mei 23

Market Brief: Asia Dibuka Melemah, Depresiasi Rupiah Tekan Potensi Uptrend IHSG

Ipotnews - Awali pekan ini, bursa saham Asia dibuka cenderung melemah, menghentikan tren penguatan  indeks yang berlangsung di bursa saham Eropa dan AS akhir pekan lalu setelah pasar menyesuaikan dengan ekspektasi kenaikan The Fed rate Juni mendatang.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan pelemahan indeks ASX 200 Australia, turun 0,09% tertekan oleh pelemahan harga saham emiten besar di sekt0r pertambangan. Pelemahan indeks berlanjut menjadi minus 0,78% (-42,01 poin) ke posisi 16.515,66, pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang merosot 1,32% (-220,69 poin) menjadi 16.515,66, setelah dibuka anjlok 1,09% tertekan oleh menguatnya kembali nilai tukar yen terhadap dolar AS. Pasar juga terpengaruh oleh rilis data perdagangan Jepang sebelum pembukaan bursa yang menunjukkan berlanjutnya penurunan ekspor sebesar 10% pada April lalu, sementara impor melorot 23,3%. Harga saham emiten eksportir berguguran.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,08% dan berlanjut turun 0,01% di posisi 1.947,56. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,32% ke level 19.788,13. Indeks Shanghai Composite, China naik tipis 0,03% menjadi 2.826,31.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tekanan pelemahan indeks di bursa saham Asia, setelah berhasil mengakhiri perdagangan pekan lalu dengan berlabuh di zona hijau. Analis memperkirakan, pergerakan indeks hari ini masih akan berada di dalam tekanan penurunan akibat depresiasi rupiah terhadap dolar AS. Indeks berpotensi bergerak sideways, berusaha mempertahankan pola uptrend jangka panjang yang didukung stabilnya data ekonomi domestik.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, naiknya indeks bursa global dan stabilnya harganya minyak mentah diprediksi akan menjadi katalis positif bagi indeks. Di sisi lain investor masih menunggu perkembangan tax amnesty di DPR. IHSG diprediksi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat terbatas di rentang support 4.690 dan resistance 4.735.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: WSKT [WSKT 2,470 20 (+0,8%)] (Spec Buy, TP: Rp2.510, Support: Rp2.420), ASII [ASII 6,350 100 (+1,6%)] (Spec Buy, TP: Rp6.500, Support: Rp6.225), TLKM [TLKM 3,640 10 (+0,3%)] (BoW, TP: Rp3.570-3.520, Resist:Rp3.690), BBCA [BBCA 13,025 50 (+0,4%)] (Spec Buy, TP: Rp13.100, Support: Rp12.950).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat yang ditandai dengan kenaikan indeks Nasdaq Composite lebih dari 1 persen dipicu reli oleh harga saham Applied Material hampir 14 persen. Analis mengatakan, pasar juga mulai bersiap menghadapi potensi kenaikan The Fed rate Juni mendatang, menyikapi rilis data penjualan rumah AS bulan April menunjukkan kenaikan 1,7 persen.

Dow Jones industrial average 0,38% (65,54 poin) menjadi 17.500,94, turun 0,2% selema sepekan.
S&P 500 melaju 0,6% (12,28 poin) ke level 2,052.32, naik 0,28% dibanding pekan sebelumnya.
Nasdaq Composite melesat 1,21% (57,03 poin) ke posisi 4,769.56, naik 1,1% selama pekan lalu.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 1,30% menjadi US$21,83.

Bursa saham utama Eropa akhie pekan lalu ditutup menguat, ditopang oleh sentimen positif pertemuan negara-negara G7 untuk mendorong pertumbuhan. Investor kembali melakukan aksi beli, mengabaikan pernyataan Teh Fed AS yang mengindikasikan kenaikan suku bunga pada Juni mendatang.

FTSE 100 melompat 1,70% (102,97 poin) ke level 6.156,32.
DAX 30 Frankfurd melesat 1,23% (120,13 poin) ke posisi 9.916,02.
CAC 40 Paris melompat 1,67% (71,36 poin) di level 4.353,90.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, akhir pekan lalu ditutup cenderung menguat, setelah Jepang cenderung mengabaikan kritik dalam pertemuan G7 dan tetap berniat menginvertasi pasar untuk mengendalikan penguatan yen. Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Juni mendatang, masih mendominasi pasar. Indeks dolar yang mnegukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS naik 0,11 persen menjadi 95,33.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Euro (EUR-USD)

1.1224

0.0021

+0.19%

Poundsterling (GBP-USD)

1.4502

-0.0109

-0.75%

Yen (USD-JPY)

110.15

0.19

+0.17%

Yuan (USD-CNY)

6.5490

-0.0005

-0.01%

Rupiah (USD-IDR)

13,607.50

42.50

+0.31%

Sumber : Bloomberg.com, 20/5/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, akhir pekan lalu tergelincir penguatan nilai tukar dolar AS, kendati pasar masih melihat adanya gangguan pasokan minyak dunia. Baker Hughes melaporkan, jumlah anjungan minyak yang beroperasi di AS tidak berubah dibanding pekan sebelumnya, sebanyak 318 rig.

Harga minyak Brent turun 11 sen menjadi US$48,41 per barel.
Harga minyak WTI turun 41 sen menjadi US$47,75 per barel.

Harga emas di bursa berjangka New York, akhir pekan lalu ditutup melemah diterjang penguatan nilai tukar dolar AS.

Harga emas untuk pengiriman Juni turun US$1,90 menjadi US$1.252,90 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi US$1.252,1 per ounce.
 (AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar