Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan hari Selasa ditutup menguat karena
pelaku pasar masih menunggu pertemuan The Fed yang akan diadakan pada
Kamis minggu ini. Dow Jones ditutup menguat 115 poin (+0,58%) di level 19.911, sedangkan Nasdaq naik 51 poin (+0,95%) pada level 5.464.
Dari Regional, indeks Nikkei dibuka melemah 9 poin (-0,05%) pada level
19.241. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka menguat 38 poin
(+0,29%) di level Rp13.287.
Technical Ideas
Menguatnya
bursa saham Wall Street serta harga minyak mentah dunia diprediksi
menjadi sentimen positif indeks. IHSG juga masih menunggu keputusan
rapat petinggi The Fed. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan target support di level 5.260 sedangkan resist pada level 5.325. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· ITMG (Spec Buy, TP: Rp17.700, Support: Rp16.600)
· PPRO (BoW, TP: Rp1.360, Support: Rp1.270)
· AKRA (Spec Buy, TP: Rp6.575, Support: Rp6.375)
· ICBP (Spec Buy, TP: Rp9.050, Support: Rp8.850)
News Highlight
PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) meraih
pinjaman baru dari PT Bank Sinarmas Tbk. Pinjaman itu terbagi menjadi
empat jenis fasilitas pinjaman dengan nilai total Rp114 miliar.
Fasilitas pinjaman yang diterima diantaranya term loan XI non-revolving senilai Rp72 miliar. Jangka waktu pinjaman ini 60 bulan dan akan digunakan untuk membiayai pembangunan tower microcell pole (MCP) yang akan dibangun seluruh Indonesia. Pinjaman lainnya adalah term load XII non-revolving sebesar Rp32 miliar dengan jangka waktu yang sama. Lalu, BALI juga menambah plafon fasilitas demand loan sebesar Rp10 miliar untuk pembelian peralatan dan komponen tower MCP tower maupun jaringan FTTH.
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) menjual
PT Adaro Energy Tbk. Senilai Rp13,34 miliar. Perusahaan melego secara
langsung kepemilikannya dalam PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) pada 7
Desember 2016 dan 8 Desember 2016. Jumlah saham yang dijual sebanyak
7,99 juta di kisaran harga Rp1.645 per saham hingga Rp1.715 per saham.
Setelah transaksi tersebut, SRTG masih memiliki 16,13% saham dalam ADRO
secara langsung dan tidak langsung. Tujuan transaksi yaitu pengelolaan
likuiditas perseroan.
PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) membidik
pendapatan US$750 juta pada tahun depan seiring digenjotnya sektor
kelistrikan, serta rebound harga batu bara. Saat ini DSSA tengah
menggarap tiga proyek PLTU, yaitu IPP Sumsel-5, Kalteng-1, dan
Kendari-3. Tiga PLTU tersebut berkapasitas 600 Megawatt dengan total
investasi mencapai nyaris US$1 miliar setara Rp13,3 triliun. Adapun,
perseroan telah memiliki empat pembangkit listrik terintegrasi untuk
konsumsi sendiri di Tangerang, Serang, dan Karawang-1 dan Karawang-2.
Total captive power plant tersebut memiliki kapasitas 300 MW. Manajemen
menganggarkan belanja modal untuk PLTU pada 2017 senilai US$100 juta.
Secara konsolidasian, perseroan menganggarkan capex dari kas internal
senilai US$150 juta.
PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) berencana
melepas aset perhotelan pada tahun depan mengurangi utang. Divestasi
aset juga dilakukan karena persaingan hotel kian ketat sehingga kinerja
bisnis hotel tertekan. Aset yang akan dilepas merupakan aset yang
mencetak kinerja tidak sesuai harapan. Nilai aset yang akan dilepas
diestimasi mencapai hampir Rp100 miliar. Hasil penjualan aset hotel
diperkirakan akan menambah kas perseroan sebesar Rp50 miliar. Pasar
perhotelan terutama di segmen hotel bujet tengah tertekan akibat banjir
pasokan hotel kamar baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar