Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,68 persen, yang didukung kenaikan indeks harga saham hampir di semua sektor industri. Penguatan indeks berlanjut menjadi 0,73% (40,25 poin) ke level 5.585,30.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak melemah 0,07% (-13,62 poin) menjadi 19.236,90, setelah dibuka menguat 0,15% ditopang hasil survei Tankan yang menunjukkan peningkatan sentimen terhadap sektor industri utama Jepang, namun diekspektasikan akan melemah pada 3 bulan mendatang. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka naik 0,35% dan berlanjut menguat 0,27% di posisi 2.041,48.
Melanjutkan tren kenaikan indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,67% ke level 22.596,71 pada pukul 8:35 WIB. Namun indeks Shanghai Composite, China dibuka melemah 0,18% di posisi 3.149,38.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren ppenguatan indeks sahaam ddi bursa global dan regional, di tengah jenaikan harga minyak dunia, setelah terbenam di zona merah sepanjang sesi perdagangan kemarin kemarin. Sejumlah analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini cenderung masih akan mengalami tekanan di tengah arus keluar dana asing yang masih berlangsung. Arah hasil rapat kebijakan The Fed dan RDG-BI akan menentukan pergerakkan IHSG hari ini.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham Wall Street serta harga minyak mentah dunia diprediksi menjadi sentimen positif indeks. IHSG juga masih menunggu keputusan rapat petinggi The Fed. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan target support di level 5.260 sedangkan resist pada level 5.325.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ITMG [ITMG 17,100
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan kembali berakhhir dengan mencatatkan indeks Dow Jones ke level tertinggi baru, melesat lebih dari 100 poin melanjutkan reli pasca pemilu mendekati level 20.000. Pasar menunggu hasil rapat kebijakan The Fed yang direncanakan berakhir Rabu ini. Rilis indeks NFIB Small Business periode November mencapai 98,4, lebih tinggi dari bulan sebeluumnya sebesar 94,9.
Dow Jones Industrial Average naik 0,58% (114,78 poin) ke posisi 19.911,21.
Standard & Poor’s 500 melaju 0,65% (14,76 poin) ke level 2.271,72.
Nasdaq Composite melesat 0,95% (51,29 poin) menjadi 5.463,83.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 1,52% menjadi US$24,70.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup dengan membukukan penguatan tajam, didorong penguatan harga saham sektor perbankan. Indeks Stoxx Europe 600 naik 1,06% ke posisi 357,50. Rilis data inflasi Inggris dan Jerman yang sejaalan dengan konsensus ikuut mendongkrak indeks. Angka pengangguran di area euro naik 0,2 persen pada kuartal ketiga 2016, naik 1,2 persen dibanding tahun lalu.
FTSE 100 London melesat 1,13% (78,15 poin) menjadi 6.968,57.
DAX 30 Frankfurt naik 0,84% (94,44 poin) di posisi 11.284,65.
CAC 40 Paris melaju 0,91% (43,10 poin) ke level 4.803,87.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir mendatar di tengah penantian investor akan hasil rapat kebijakan The Fed. Sejumlah analis mengatakan, greenback relatif stabil karena fokus pasar telah bergeser yakni menunggu sinyal The Fed tentang rencana kebijakan moneter tahun depan. Rilis harga impor AS periode November turun 0,3 persen setelah kenaikan 0,4 persen pada Oktober, sedangkan harga ekspor turun 0,1 persen, setelah kenaikan 0,2 persen. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik tipis 0,01 persen menjadi 101,040.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.0627 |
0.0001 |
+0.01% |
5:33 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2661 |
0.0003 |
+0.02% |
5:33 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
115.19 |
0.00 |
0.00% |
5:35 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.9023 |
-0.0046 |
-0.07% |
10:17 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,325.00 |
-6.00 |
-0.04% |
3:58 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchange, hingga pagi tadi bergerak menguat di tengah keyakinan investor bahwa pasokan dan permintaan akan seimbang kembali pada awal tahun depan. Badan Energi Internasional (EIA) mengatakan pasar minyak global dapat bergeser dari surplus menjadi defisit pada semester pertama 2017 jika OPEC) dan non-OPEC mengimplementasikan kesepakatan untuk memangkas pasokan. Pasokan minyak diperkirakan akan menyusut sekitar 600.000 barel per hari dalam enam bulan ke depan.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Januari, naik 15 sen menjadi US$52,98 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Februari, naik 3 sen menjadi US$55,72 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange dini hari tadi ditutup melemah tertekan oleh pergerakan indeks di pasar ekuitas Wall Street yang terus menguat, mendorong Dow Jones Industrial Average mendekati level 20.000. Prospek jangka panjang untuk emas dinilai semakin suram tertekan ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga AS, dan pasar mewaspadai kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebh cepat pada tahun depan.
Harga emas untuk pengiriman Februari turun US$6,8 (-0,58%) menjadi US$1.159,00 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi 1.155,91 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber :https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Menguat__Arus_Keluar_Modal_Hambat_Potensi_Laju_IHSG&level2=newsandopinion&id=4713194&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG2-Tribun%20News.jpg#.WFCi27WrGjg
Tidak ada komentar:
Posting Komentar