Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kejatuhan indeks ASX Australia sebesar 0,61 persen, terpukul penurunan harga saham sektor energi dan sektor keuangan. Tekanan penurunan indeks berlanjut menjadi minus 0,78% (-42,52 poin) ke level 5.401,50 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang bergerak turun 0,43% (-79,05 poin) di posisi 18.347,03, setelah dibuka melorot 0,58%. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0,18% dan berlanjut turun 0,13% menjadi 1.967,96.
Berusaha membalik tren pelemahan Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka mebuat 0,07% ke posisi 22.580,75 pada pukul 8:35 WIB. Namun indeks Shanghai Composite, China dibuka anjlok 1,23% menjadi 3.203,78.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren penurunan indeks di bursa saham global dan regional, setelah berhasil menutup sesi perdagangan akhir pekan lalu dengan berjaya di zona hijau. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini akan melanjutkan tren positif ditopang aliran masuk modal asing, didukung proyeksi ekonomi yang positif dan kondisi politik yang stabil. Namun pelemahan pada pembukaan bursa Asia membuat IHSG rawan terkoreksi.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya harga minyak mentah serta masih adanya sentimen positif pasca aksi damai pekan lalu diprediksi menjadi sentimen positif indeks. IHSG diprediksi bergerak menguat dengan target support di level 5.205 sedangkan resist pada level 5.290.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: WIKA [WIKA 2,450
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup bervariasi cenderung melemah, setelah bergerak dalam kisaran ketat, di tengah rilis data ketenagakerjaan AS yag menguat dan dibayangi referendum reformasi konstitusi Italia. Rilis data tenaga kerja AS non pertanian periode November naik 178.000 pada November, dan tingkat pengangguran turun menjadi 4,6%, terendah dalam sembilan tahun. Namun data peningkatan data lapangan kerja gabungan September dan Oktober lalu direvisi, 2.000 lebih rendah dibanding laporan sebelumnya. Rata-rata penghasilan per jam untuk semua pegawai turun tiga sen menjadi USD25,89, setelah kenaikan 11 sen pada Oktober.
Dow Jones Industrial Average turun 0,11% (-21,51 poin) menjadi 19.170,42.
S&P 500 melemah 0,04% (-0,87 poin) di posisi 2.191,95.
Nasdaq Compoitie naik 0,09% (4,54 poin)ke level 5.255,65 poin.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 2,4% menjadi US$23,90.
Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu juga ditutup melemah, investor bersikap wait and see menjelang referendum reformasi konstitusi di Italia yang akan memangkas jumlah senator dari 315 menjadi 100 orang, jelang pemilu Prancis. Indeks STOXX 600, yang mengukur pergerakan 600 saham di beberapa bursa di Eropa, turun 0,44%, melanjutkan pelemahan selama sepekan sebesar 0,9%. Harga saham sektor perbankan berguguran, diiringi penurunan harga saham sektor pertambangan dasar.
FTSE 100 London turun 0,33% (-22,21 poin) menjadi 6.730,72.
DAX 30 Frankfurt melemah 0,20% (-20,70 poin) di posisi 10.513,35.
CAC 40 Paris anjlok 0,70% (-31,79 poin) ke level 4.528,82.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, akhir pekan lalu, di tengah rilis data ketenagakerjaan AS yang tidak meyakinkan. Jumlah tenaga kerja non-pertanian November naik 178.000 dan tingkat pengangguran turun menjadi 4,6% dari 4,9% pada Oktober lalu, terendah dalam sembilan tahun. Namun laporan itu tidak seluruhnya positif, karena adanya revisi data September dan Oktober sehingga peningkatan lapangan pekerjaan gabungan dalam dua bulan ini mencapai 2.000, lebih rendah daripada yang dilaporkan sebelumnya. Selain itu, rata-rata penghasilan per jam untuk semua pegawai menurun tiga sen menjadi USD25,89, menyusul kenaikan 11 sen pada Oktober. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju turun 0,27 persen menjadi 100,770.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
|
Euro (EUR-USD) |
1.0664 |
0.0003 |
+0.03% |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2729 |
0.0138 |
+1.10% |
|
Yen (USD-JPY) |
113.51 |
-0.59 |
-0.52% |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.8800 |
-0.0056 |
-0.08% |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,512.00 |
-53.00 |
-0.39% |
Komoditas
Harga minyak Brent North Sea di bursa London ICE Futures Exchange dan West Texas Intermediate di bursa New York Mercantile Exchange akhir pekan ditutup menguat, memasuki hari ketiga berturut-turut setelah OPEC memutuskan untuk memangkas produksi, dan ditopang pelemahan dolar AS. Rabu lalu OPEC memutuskan untuk memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari menjadi 32,5 juta barel untuk semester pertama 2017. Namun, kenaikan harga minyak mentah tertahan oleh data peningkatan jumlah rig minyak AS yang beroperasi versi Baker Hughes, sebanyak tiga rig menjadi 477 rig pada minggu ini.
Harga minyak WTI untuk pengiriman Januari, naik 62 sen menjadi US$51,68 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Februari, naik 52 sen menjadi US$54,46 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchangeakhir pekan lalu ditutu menguat didukung kurs dolar AS yang melemah. Rilis data tenaga kerja AS menunjukkan penghasilan rata-rata per jam turun 0,1 persen selama November, dan tingkat partisipasi tenaga kerja turun menjadi 62,7 selama sebulan.
Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$8,4 (0,72%) menjadi US$1.177,80 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,24% menjadi US$1.173,15 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar