Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,53 persen, ditopang kenaikan kenaikan harga saham hampir di semua sektor kecuali sektor energi. Laju indeks menguat menjadi 0,71% (38,31 poin) ke level 5.467,00 pada pukul 8:20 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang bergerak naik 0,59% (108,02 poin) di posisi 18.468,56, setekah dibuka menguat 0,46% didukung penguatan dolar AS terhadap yen. Indeks Kospi, Korea Selatan juga dibuka menguat 0,23% dan berlanjut naik 0,32% menjadi 1.996,21.
Melanjutkan tren kenaikan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,57% ke level 22.805,13, pada pukul 8:35 WIB. Namun indeks Shanghai Composite, China melemah 0,04% di posisi 3.198,47.
Pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren kenaikan indeks di bursa saham global dan regional, setelah anjlok ke zona merah menjelang akhir sesi perdagangan dan ditutup di zona hijau. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan indeks hari ini masih berpeluang melanjutkan pola uptrend jangka menengah. Namun secara teknikal, IHSG telah memasuki area jenuh beli, setelah mengalami kenaikan indeks selama enam hari berturut-turut sehingga berpotensi mengalami profit taking.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya bursa saham Wall Street serta harga komoditas diprediksi menjadi sentimen positif indeks. Di sisi lain melemahnya harga minyak mentah diperkirakan menjadi katalis negatif. IHSG diprediksi bergerak menguat terbatas dengan target support di level 5.240 sedangkan resist pada level 5.300.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: UNTR [UNTR 23,250
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir menguat dengan membukukan rekor penutupan tertinggi indeks Dow Jones Industrial Average. Penguatan indeks dipicu oleh spekulasi investor bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan memperpanjang program pembelian obligasi bulanan untuk mendorong pertumbuhan zona euro. Rilis data produktivitas AS kuartal ketiga menunjukkan kenaikan 3,1 persen dibanding tahun lalu. Defisit perdagangan AS kuartal ketiga melebar menjadi US$42,6 miliar, dan pesanan barang baru periode Oktober naik 2,7 persen, sedikit di atas ekspektasi pasar. Harga minyak mentah tergelincir dari level tertinggi 16 bulan.
Dow Jones Industrial Average naik 0,18% (35,54 poin) ke level 19.251,78.
S & P 500 menguat 0,34% (7,52 poin) menjadi 2.212,23.
Nasdaq Composite melaju 0,45% (24,11 poin) di posisi 5.333,00.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,50% menjadi US$24,26..
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir menguat didorong kenaikan harga saham sektor perbankan ke level tertinggi 11 bulan, menjelang rapat ECB, Kamis besok, yang diwarnai ekspektasi pasar bahwa ECB akan memperpanjang program pembelian obligasi. Indeks STOXX Europe 600 naik 0,97% menjadi 344,57.
FTSE 100 London naik 0,49% (33,01 poin) menjadi 6.779,84.
DAX 30 Frankfurt melajju 0,85% (90,49 poin) ke posisi 10.775,32.
CAC 40 Paris melesat 1,26% (57,62 poin) ke level 4.631,94.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir menguat, didukung rilis sejumlah data ekonomi AS. Defisit barang dan jasa ASS periode Oktober naik US$6,4 miliar dibanding angka revisi September menjadi US$42,6 miliar, sejalan dengan konsensus pasar. Pesanan baru barang-barang manufaktur sepanjang Oktober, naik selama empat bulan berturut-turut, sebesar US$12,5 miliar atau 2,7 persen menjadi US$469,4 miliar. Produktivitas kerja sektor usaha non-pertanian AS kuartal ketiga juga meningkat 3,1 persen dibanding tahun lalu. Indeks Dollar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju naik 0,43 persen menjadi 100,510.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.0720 |
0.0002 |
+0.02% |
5:40 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.2682 |
0.0004 |
+0.03% |
5:40 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
114.05 |
0.03 |
+0.03% |
5:37 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.8818 |
0.0003 |
+0.00% |
8:37 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,369.50 |
-70.50 |
-0.52% |
3:59 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchange, hingga dini hari tadi bergerak melemah, karena pasar mengkhawatirkan rekor produksi dan reaksi produsen shale-oil Amerika yang bisa merusak kesepakatan OPEC untuk memangkas output. Survei Bloomberg News mengindikasikan produksi minyak OPEC periode November kembali menyentuh rekor tertinggi menjadi 34,16 juta barel per hari. Rusia melaporkan produksi minyak rata-rata sepanjang November mencapai 11,21 juta barel per hari, tertinggi dalam hampir 30 tahun. Badan Informasi Energi AS mengekspektasikan produksi minyak mentah AS akan turun lebih sedikit dibanding ekspektasi sebelumnya menjadi 8,9 juta bph pada 2016, dan 8,8 juta bph pada 2017.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Januari, turun 86 sen (-1,7%) menjadi US$50,93 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Februari, turun US$1,03 (-1,9%) menjadi US$53,91 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, dini hari tadi berakhir melemah, tertekan kenaikan indeks dolar AS setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam. Rilis pelebaran data defisit perdagangan AS kuartal ketiga tak mampu mendongkrak harga emas. Ekspektasi kenaikan suku bunga AS dalam pertemuan pekan depan, terus menekan harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Februari turun US$6,4 (-0,54%) menjadi US$1.170,10 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi US$1.167,80 per ounce
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar