Market Wrap
Bursa
saham Wall Street pada perdagangan akhir pekan di tutup melemah setelah
Federal Bureau of Investigation mengatakan akan memeriksa lebih lanjut
email kandidat Hillary Clinton. Dow Jones ditutup melemah 8 poin (-0,05%) di level 18.161, sedangkan Nasdaq turun 26 poin (-0,50%) pada level 5.190. Dari regional, Pagi ini indeks Nikkei dibuka melemah 69 poin (-0,40%) pada level 17.377. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 10 poin (-0,08%) di level Rp13.061.
Technical Ideas
Melemahnya
bursa saham Wall Street serta turunnya harga minyak mentah diprediksi
menjadi sentimen negatif indeks, di sisi lain masih berlanjutnya rilis
kinerja laporan keuangan diperkirakan menjadi katalis positif hari ini. IHSG diprediksi bergerak cenderung menguat terbatas dengan support di level 5.385 sedangkan resist pada level 5.435. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· WTON (Spec Buy, TP: Rp930, Support: Rp880)
· WSKT (Spec Buy, TP: Rp2.650, Support: Rp2.590)
· LPPF (Spec Buy, TP: Rp18.350, Support: Rp17.850)
· BBCA (Spec Buy, TP: Rp15.675, Support: Rp15.525)
News Highlight
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatatkan
kinerja yang positif di kuartal ketiga tahun 201, dengan pencapaian
penjualan yang naik 4,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara, laba bersih emiten per kuartal III naik 8% menjadi Rp352
miliar. Untuk mempertahankan kinerja yang positif ini, SIDO akan terus
memperkuat pasad dalam negeri. Strategi ini diambil sebab peluang pasar
dalam negeri masih sangat besar.
PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mencatatkan
kenaikan pendapatan sebesar Rp1,29 triliun atau naik 51% dari periode
yang sama tahun lalu. ACST juga membukukan laba bersih meningkat sebesar
210% menjadi Rp40,29 miliar dari perolehan tahun sebelumnya yaitu
Rp12,98 miliar. Secara keseluruhan, perolehan pendapatan tersebut paling
banyak berasal dari sektor konstruksi, yaitu 71% dari total pendapatan.
PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mencatat
pertumbuhan pendapatan 14% yoy Rp3,97 triliun sehingga perseroan
mencetak laba bersih Rp173,82 miliar. Jika dibandingkan dengan periode
yang sama tahun sebelumnya, angka ini mengalami kenaikan sekitar 6%.
Kenaikan laba bersih tersebut terlihat hanya mengalami kenaikan tipis.
Namun, prospek KAEF ke depan akan dipoles oleh sentimen efisiensi.
PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) hingga
kuartal III 2016 naik 58% menjadi Rp283 miliar dari perolehan Rp179
miliar pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pendapatan bersih
AUTO hingga September 2016 naik 10% menjadi Rp9,55 triliun dari
pendapatan bersih periode sebelumnya sebesar Rp8,67 triliun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar