Senin, Oktober 31

Market Brief: Asia Dibuka Melemah, IHSG Harapkan Sentimen Positif Data BPS

Ipotnews - Awali pekan ini, di pengujung Oktober (Senin,31/10), bursa saham Asia dibuka cenderung melemah, melanjutkan tren pelemahan indeks saham Wall Street akhir pekan lalu, terdampak ketidakpastian baru pemilihan presiden AS, dan kejatuhan harga minyak.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka mendatar di tengah pelemahan harga saham di sektor keuangan dan energi. Indeks menguat 0,10% (5,26 poin) ke level 5.289,10 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 bergerak melemah 0,34% (-60,08 poin) ke level 17.386,33, setelah dibuka turun 0,26 persen. Pasar menunggu hasil pertemuan kebijakan bank sentral Jepang, yang diperkirakan tak akan membuat kejutan untuk meredam penguatan yen. Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,27%, dan berlanjut melemah 0,39% menjadi 2.011,49.

Melanjutkan tren pelemahan, indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,47% menjadi 22.845,82 pada pukul 8:30 WIB. Indeks Shanghai Composite, China juga turun 0,23% ke level 3.097,19.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren pelemahan indeks di bursa saham regional, setelah akhir pekan lalu gagal bertahan di zona hijau dan ditutup melemah. Sejumlah analis memperkirakan, pergerakan IHSG hari ini cenderung mendatar di tengah penantian investor akan rilis data ekonomi BPS yang diharapkan dapat memicu sentimen positif. Indeks diprediksi akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, melemahnya bursa saham Wall Street serta turunnya harga minyak mentah diprediksi menjadi sentimen negatif indeks. Di sisi lain masih berlanjutnya rilis kinerja laporan keuangan diperkirakan menjadi katalis positif hari ini. IHSG diprediksi bergerak cenderung menguat terbatas dengan support di level 5.385 sedangkan resist pada level 5.435.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: WTON [WTON 900 -5 (-0,6%)] (Spec Buy, TP: Rp930, Support: Rp880), WSKT [WSKT 2,600 -20 (-0,8%)] (Spec Buy, TP: Rp2.650, Support: Rp2.590), LPPF [LPPF 17,950 -150 (-0,8%)] (Spec Buy, TP: Rp18.350, Support: Rp17.850), BBCA [BBCA 15,450 -150 (-1,0%)] (Spec Buy, TP: Rp15.675, Support: Rp15.525)

. Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah, terdampak oleh kekhawatiran pasar akibat pernyataaan Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk memeriksa lebih lanjut kasus kebocoran email kandidat presiden AS Hillary Clinton, ketika menjabat Menteri Luar Negeri. Pasar juga mencemaskan hasil rapat kebijakan Federall Reserve AS pekan ini, di tengah pertumbuhan ekonomi AS kuartal ketiga yang lebih kuat dari perkiraan, ketika laporan keuangan emiten masih belum memuaskan. Rilis data estimasi awal PDB AS kartal ketiga memperlihatkan kenaikan sebesar 2,9 persen (yoy) mengalahkan konsensus pasar sebesar 2,5 persen. Lebih  tingggi dibanding kuartal kedua sebesar 1,4 persen. Sepanjang pekan lalu, Indeks Dow Jones naik 0,1 persen, S&P 500 turun 0,7 persen, dan Nasdaq turun 1,3 persen.

Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,05% (-8,49 poin) di posisi 18.161,19.
S&P 500 turun 0,31% (-6,63 poin) menjadi 2.126,41.
Nasdaq Composite melorot 0,50% (-25,87 poin) ke level 5.190,10.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,34% menjadi US$26,08.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu ditutup cenderung menguat, di tengah rilis sejumlah laporan keuangan sejumlah emiten dan. Namun indeks saham gabungan European Stoxx 600 turun 0,32%, tertekan oleh menguatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang didukung kenaikan pertumbuhan PDB kuartal ketiga.

FTSE 100 London menguat 0,14% (9,69 poin) menjadi 6.996,26
DAX 30 Frankfurt turun 0,19% (-20,89 poin) ke posisi 10.696,19.
CAC 40 Paris naik 0,33% (15,01 poin) ke level 4.548,58.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, akhir pekan lalu ditutup cenderung melemah, tertekan pernyataan FBI yang merencanakan penyelidikan kebocoran e-mail Hillary Clinton. Kejatuhan dolar tertahan oleh laporan PDB AS kuartal ketiga yang lebih kuat dari perkiraan. Namun para analis mencatat bahwa konsumsi pribadi melambat menjadi 2,1 persen, lebih rendah dibanding kuartal kedua yang mencapai 4,3 persen. Indeks dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang negara maju, turun 0,55 persen menjadi 98,348.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Euro (EUR-USD)

1.0985

0.0088

+0.81%

Poundsterling (GBP-USD)

1.2185

0.0021

+0.17%

Yen (USD-JPY)

104.74

-0.55

-0.52%

Yuan (USD-CNY)

6.7789

-0.0046

-0.07%

Rupiah (USD-IDR)

13,050.50

17.50

+0.13%

Sumber : Bloomberg.com, 10/28/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, pada akhir pekan lalu ditutup melemah, menyambut dimulainya pertemuan OPEC dan produsen minyak non-OPEC untuk membahas  pembatasan produksi. Pasar meragukan hasil pertemuan tersebut, karena para pejabat pada pertemuan tersebut belum menyepakati rincian rencana untuk memangkas produksi. Iran menentang pengurunan produksi dan Irak menginginkan pembebasan karena membutuhkan dana untuk memerangi ISIS. Laporan Baker Hughes menyebutkan, operasi anjungan minyak AS hingga Jumat dua pekan lalu turun 2 rig menjadi 441. Harga minyak mentah dunia melanjutkan pelemahan di pasar Asia, Senin pagi, setelah produsen non-OPEC tidak membuat komitmen spesifik untuk bergabung dengan OPEC dalam pembatasan produksi guna menopang harga.

Harga minyak WTI untuk pengiriman Desember turun 91 sen (-2,05%) menjadi US$48,70 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Desember turun 69 sen (-1,4%)  menjadi US$49,78 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu berakhir menguat, di tengah pelemahan indeks dolar akibat rencana FBI untuk melanjutkan pemeriksaan kasus kebocoran e-mail calon presiden AS, Hillary Clinton. Namun laju harga emas tertahan oleh data PDB AS kuartal ketiga menguat. Pasar menunggu pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pekan ini, yang akan memberi gambaran kemungkinan kenaikan suku bunga AS.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik US$7,3 (0,58%)  menjadi US$1.276,8 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,8% menjadi US$1.278,38 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar