Selasa, Mei 24

Morning Update IPOT 24 Mei 2016

Global Market Wrap

Indeks di bursa saham Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup  melemah tipis karena para investor masih menunggu kejelasan lebih lanjut waktu kenaikkan suku bunga the Fed. Dow Jones melemah 8 poin (-0,05%) di level 17.493 sementara Nasdaq melemah 4 poin (-0,08%) di level 4.766. Dari regional, Pagi ini indeks Nikkei dibuka melemah 92 poin (-0,55%) pada level 16.562. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 2 poin      (-0,01%) menjadi Rp13.574.


Technical Ideas

Terkoreksinya indeks bursa global dan melemahnya harganya minyak mentah diprediksi akan menjadi katalis negatif bagi indeks disisi lain pembahasan tax amnesty masih berlanjut dan berpeluang besar disahkan menjadi undang-undang dalam waktu dekat ini akan menjadi sentimen positif bagi indeks. IHSG diprediksi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat terbatas di rentang support 4.715 dan resistance 4.775. Pergerakan aliran dana investor asing menjadi poin penting yang berpengaruh terhadap IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          PGAS (Spec Buy, TP: Rp2.380, Support: Rp2.250)
·          SSIA (Spec Buy, TP: Rp655, Support: Rp620)
·          WTON (Spec Buy, TP: Rp930, Support: Rp885)
·          BBRI (Spec Buy, TP: Rp10.050, Support: Rp9.800)

News Highlight

PT Intiland Development Tbk (DILD) akan merilis dua proyek highrise baru tahun ini. Keduanya, Darmo Harapan di Surabaya Barat dan Kebon Melati di Jakarta. Dari kedua proyek ini, perusahaan mengincar marketing sales Rp 537 miliar. Total, diharapkan dari seluruh proyek tahun ini, Intiland membukukan  marketing sales atau pra penjualan senilai Rp 2,5 triliun.

PT Bank Maspion Tbk (BMAS) mencari sumber pendanaan guna memperkuat struktur permodalan. Perseroan bakal menggelar Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) I atawa Rights Issue dalam waktu dekat. Berdasarkan prospektus ringkas BMAS, akan melepas sebanyak-banyaknya 600 juta saham baru atau setara 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh BMAS dengan nilai nominal Rp 100 per saham. BMAS menargetkan meraup dana segar Rp 204 miliar melalui aksi korporasi ini.

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) kuartal I tahun ini kurang memuaskan. Pengelola gerai Hypermart ini mencatatkan rugi bersih Rp 123,07 miliar. Porsi beban pokok terhadap pendapatan MPPA kuartal I-2016 dan periode yang sama tahun sebelumnya masing-masing 87% dan 81%. Ini yang membuat laba kotor MPPA turun 23% menjadi Rp 458,89 miliar.

PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) akan menerbitkan obligasi global berdenominasi dollar Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 420 juta melalui anak usaha Golden Legacy Pte. Ltd. Emiten yang disebut Sritex itu akan menggunakan dana penerbitan obligasi untuk membeli kembali (buyback) seluruh surat utang perseroan yang jatuh tempo pada 2019 bernilai US$ 270 juta. Surat utang lama yang akan dibeli kembali memiliki bunga 9%.

Akses full report di:   http://ipot.id/?g=r/e/3c13lk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar