Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka mendatar dan bergerak melemah 0,19% kendati terjadi kenaikan pada harga saham emiten perbankan dan pertambangan besar. Pelemahan indeks mereda menjadi minus 0,08% (-4,14 poin) di level 5.314,80 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang tercatat turun 0,67% (-111,65 poin) ke level 16.542,95, setelah dibuka dengan mencatatkan penurunan sebesar 0,77%. Penguatan nilai tukar yen kembali menjadi penghalang laju indeks dengan menekan harga saham emiten eksportir.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melorot 0,33%, dan berlanjut turun 0,41% menjadi 1.947,28. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,10% di posisi 19.828,02. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,14% di level 2.839,68.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, terkoreksinya indeks bursa global dan melemahnya harga minyak mentah diprediksi akan menjadi katalis negatif bagi indeks. Di sisi lain berlanjutnya pembahasan tax amnesty yang berpeluang besar disahkan menjadi undang-undang dalam waktu dekat ini akan menjadi sentimen positif bagi indeks. IHSG diprediksi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat terbatas di rentang support 4.715 dan resistance 4.775.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: PGAS [PGAS 2,310
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini kembali dihadapkan pada tekanan tren penurunan di bursa sahaam global, setelah kemarin berhasil keluar dari tekanan dan berakhir di teritori positif. Analis memperkirakan, pergerakan indeks hari ini akan kembali melanjutkan kenaikan. Namun investor diingatkan untuk mewaspadai potensi terjadinya profit taking seiring dengan adanya sentimen negatiif di bursa global.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street tadi malam berakhir dengan membukukan pelemahan pada semua indeks saham acuan, di tengah penantian investor akan indikasi lanjutan penetapan kenaikan suku bunga AS. Rilis data PMI AS periode Mei versi Markit memperlihatkan penurunan menjadi 50,5, dari 50,8 pada bulan sebelumnya. Pasar menantikan rilis data produksi barang tahan lama dan data PDB kuartal pertama AS yang dirilis pekan ini.
Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,05% (-8,01 poin) menjadi 17.492,93.
S&P 500 turun 0,21% (-4,28 poin) ke level 2.048,03.
Nasdaq Composite melemah 0,08% (-3,78 poin) ke posisi 4.764,78.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,27% menjadi US$21,89.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup melemah, menyusul suramnya kinerja sebagian besar pasar Asia. Analis mengatakan, investor sibuk mengartikan isu-isu hawkish The Fed, perbaikan data PMI Jerman dan Perancis, dampak Brexit dan berbagai rencana merjer perusahaan yang menghadapi masalah peraturan. Penurunan harga minyak semakin memperbesar tekanaan terhadap indeks.
FTSE 100 London turun 0,32% (-19,89 poin) menjadi 6.136,43.
DAX 30 Frankfurt melorot 0,74% (-73,73 poin) ke level 9.842,29.
CAC 40 Paris anjlok 0,66% (-28,80 poin) di posisi 4.325,10.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir melemah meskipun sejumlah pejabat The Fed kembali menyatakan pendapatnya tentang kemungkinan kenaikan suku bunga pada Juni mendatang dengan mengacu kepada proyeksi kenaikan inflasi AS mendekati 2 persen. Indeks dolar yang mengukur kurs dolar terhadap enam mata uang mitra dagang AS turun 0,1% menjadi 95,22.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.1218 |
-0.0002 |
-0.02% |
6:39 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.4483 |
-0.0001 |
-0.01% |
6:39 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
109.23 |
-0.01 |
-0.01% |
6:31 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.5557 |
0.0067 |
+0.10% |
11:29 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,574.00 |
-33.50 |
-0.25% |
4:59 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak turun kendati data menunjukkan terjadi penurunan persediaan di pelabuhan pengiriman AS sebanyak 978,862 barrel. Tekanan terhadap minyak terutama disebabkan oleh pernyataan deputi menteri perminyakan Iran bahwa ekspor negara itu pada musim panas nanti, tidak termasuk kondensat akan mencapai 2,2 juta barel perhari, dari 2 juta bpd.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juli turun 34 sen menjadi US$48,38 per barel.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Juli turun 33 sen menjadi US$48,08 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dengan mencatatkan penurunan tertekan oleh pernyataan dua pejabat The Fed yang memperkuat ekspektasi bahwa The Fed bisa menaikkan suku bunga pada pertemuan Juni.
Harga emas untuk pengiriman Juni turun US$1,40 (-0,11%) menjadi US$1.251,50 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun tipis menjadi US$1.242,63 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar