Global Market Wrap
Indeks
di bursa saham Wall Street pada perdagangan akhir
pekan lalu ditutup melemah
dengan Dow Jones melemah 57
poin (-0,32%) di level 17.773
sementara
Nasdaq melemah 30 poin (-0,62%)
di level 4.775.
Melemahnya pergerakan indeks
merespon rilisnya laporan keuangan interim
emiten-emiten yang kurang baik, rilisnya data pengeluaran konsumen Amerika
Serikat yang lemah, serta pelemahan yang cukup signifikan di sektor teknologi. Dari regional, Pagi ini indeks Nikkei
dibuka melemah sebesar 309
poin (-1,85%) di level 17.439.
Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka menguat
22
poin (+0,17%) menjadi Rp13.184.
Technical Ideas
Seiring
melemahnya
pergerakan bursa saham global dan menguatnyanilai
tukar rupiah. IHSG berpotensi untuk bergerak dengan
kecenderungan menguat. IHSG
akan bergerak pada rentang support 4.815 dan
resistance 4.860. Pergerakan aliran dana
investor asing tetap menjadi salah satu poin penting yang berpengaruh terhadap
IHSG, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa
saham yang bisa dicermati antara lain:
·
KLBF (Spec
Buy, TP: Rp1.400,
Support: Rp1.350)
·
INDF
(Spec Buy, TP: 7.275,
Support: 6.950)
·
BEST
(Spec Buy, TP: Rp292,
Support:Rp272)
·
PTPP
(Spec Buy, TP: Rp3.700,
Support: Rp3.630)
News Highlight
PT
Waskita Karya Tbk (WSKT) membukukan Laba Bersih Rp
127M atau naik 964.8% dibanding Q1 2015 sebesar Rp 12M. Pendapatan meningkat
137.0% menjadi Rp 3,324M. Gross Profit Margin di kuartal ini adalah 15.6%
dibandingkan dengan 11.2% di periode yang sama tahun lalu. Laba Kotor tercatat
naik 230.4% menjadi Rp 519.63M.
PT
Summarecon Agung Tbk (SMRA) kinerjanya melorot tajam
di kuartal I 2016 akibat membengkaknya beban yang harus ditanggung perseroan.
Pertumbuhan pendapatan SMRA tidak mampu menutupi peningkatan beban tersebut.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis SMRA, laba bersih perseroan kuartal I
2016 hanya tercatat sebesar Rp 28,2M, melorot 88,5% dari Rp 247M pada periode
yang sama tahun sebelumnya. Sementara pendapatan SMRA masih tercatat tumbuh 10%
dari Rp 945,6M menjadi Rp 1,04T.
PT
Wijaya Karya Tbk (WIKA) membukukan Laba Bersih Rp
72M atau naik 16.5% dibanding Q1 2015 sebesar Rp 62M. Pendapatan meningkat
36.0% menjadi Rp 2,727 B. Gross Profit Margin di kuartal ini adalah 10.7%
dibandingkan dengan 9.2% di periode yang sama tahun lalu. Laba Kotor tercatat
naik 57.9% menjadi Rp 291.80M.
PT
Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan Laba Bersih Rp
11M atau naik 0.5% dibanding Q1 2015 sebesar Rp 11M. Pendapatan meningkat 7.1%
menjadi Rp 1,329M. Gross Profit Margin di kuartal ini adalah 9.6% dibandingkan
dengan 10.7% di periode yang sama tahun lalu. Laba Kotor tercatat turun -4.2%
menjadi Rp 126.94M.
PT
PP Tbk (PTPP) meraih laba bersih Rp98,17M
hingga Maret 2016 meningkat 5,3% dibandingkan
laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp93,53 M.
Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan pendapatan usaha meningkat menjadi
Rp2,58T dari pendapatan usaha triwulan pertama
tahun sebelumnya Rp1,98T.
PT
Adaro Energy Tbk (ADRO) mencetak kenaikan laba
bersih meski pendapatannya menurun. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, emiten
batubara itu membukukan laba bersih senilai US$ 61 juta, atau naik 3% year
on year (yoy). Di sisi lain, pendapatan usaha perseroan turun 18% yoy
menjadi US$ 586 juta, karena penurunan harga jual rata-rata. Direktur Utama
ADRO Garibaldi Thohir mengatakan, pada kuartal I-2016, harga jual rata-rata 17%
lebih rendah daripada periode yang sama tahun lalu. Namun, volume penjualan
masih stabil, yaitu sebesar 13,5 juta ton. Tahun ini, ADRO menargetkan produksi
batubara sebesar 52-54 juta ton.
PT
Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) meraih pendapatan sebesar
Rp842,86 M per Maret 2016 turun 15%
dibandingkan
pendapatan periode sama tahun sebelumnya yang Rp990,65M. Laporan
keuangan perseroan Jumat menyebutkan beban pokok naik jadi Rp295,34M
dari beban pokok tahun sebelumnya Rp225,04M
membuat laba bruto semakin turun jadi Rp547,53 M
dari laba bruto di triwulan tahun sebelumnya Rp765,61M.
PT
PP London Sumatera Tbk (LSIP) meraih penjualan Rp803,96M
per Maret 2016 turun dari penjualan periode triwulan tahun sebelumnya yang
Rp888,47M. Laba
bersih diraih Rp50,45 miliar turun tajam 67%
dari laba bersih triwulan tahun sebelumnya yang Rp153,04M.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar