Senin, Mei 2

Morning Update IPOT 2 Mei 2016

Global Market Wrap

Indeks di bursa saham Wall Street pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup melemah dengan Dow Jones melemah 57 poin (-0,32%) di level 17.773 sementara Nasdaq melemah 30 poin (-0,62%) di level 4.775. Melemahnya pergerakan indeks merespon rilisnya laporan keuangan interim emiten-emiten yang kurang baik, rilisnya data pengeluaran konsumen Amerika Serikat yang lemah, serta pelemahan yang cukup signifikan di sektor teknologi. Dari regional, Pagi ini indeks Nikkei dibuka melemah sebesar 309 poin (-1,85%) di level 17.439. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka menguat 22 poin (+0,17%) menjadi Rp13.184.


Technical Ideas

Seiring melemahnya pergerakan bursa saham global dan menguatnyanilai tukar rupiah. IHSG berpotensi untuk bergerak dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.815 dan resistance 4.860. Pergerakan aliran dana investor asing tetap menjadi salah satu poin penting yang berpengaruh terhadap IHSG, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          KLBF (Spec Buy, TP: Rp1.400, Support: Rp1.350)
·          INDF (Spec Buy, TP: 7.275, Support: 6.950)
·          BEST (Spec Buy, TP: Rp292, Support:Rp272)
·          PTPP (Spec Buy, TP: Rp3.700, Support: Rp3.630)
 
News Highlight

PT Waskita Karya Tbk (WSKT) membukukan Laba Bersih Rp 127M atau naik 964.8% dibanding Q1 2015 sebesar Rp 12M. Pendapatan meningkat 137.0% menjadi Rp 3,324M. Gross Profit Margin di kuartal ini adalah 15.6% dibandingkan dengan 11.2% di periode yang sama tahun lalu. Laba Kotor tercatat naik 230.4% menjadi Rp 519.63M.

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) kinerjanya melorot tajam di kuartal I 2016 akibat membengkaknya beban yang harus ditanggung perseroan. Pertumbuhan pendapatan SMRA tidak mampu menutupi peningkatan beban tersebut. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis SMRA, laba bersih perseroan kuartal I 2016 hanya tercatat sebesar Rp 28,2M, melorot 88,5% dari Rp 247M pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara pendapatan SMRA masih tercatat tumbuh 10% dari Rp 945,6M menjadi Rp 1,04T.

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) membukukan Laba Bersih Rp 72M atau naik 16.5% dibanding Q1 2015 sebesar Rp 62M. Pendapatan meningkat 36.0% menjadi Rp 2,727 B. Gross Profit Margin di kuartal ini adalah 10.7% dibandingkan dengan 9.2% di periode yang sama tahun lalu. Laba Kotor tercatat naik 57.9% menjadi Rp 291.80M.

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan Laba Bersih Rp 11M atau naik 0.5% dibanding Q1 2015 sebesar Rp 11M. Pendapatan meningkat 7.1% menjadi Rp 1,329M. Gross Profit Margin di kuartal ini adalah 9.6% dibandingkan dengan 10.7% di periode yang sama tahun lalu. Laba Kotor tercatat turun -4.2% menjadi Rp 126.94M.

PT PP Tbk (PTPP) meraih laba bersih Rp98,17M hingga Maret 2016 meningkat 5,3% dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp93,53 M. Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan pendapatan usaha meningkat menjadi Rp2,58T dari pendapatan usaha triwulan pertama tahun sebelumnya Rp1,98T.

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencetak kenaikan laba bersih meski pendapatannya menurun. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, emiten batubara itu membukukan laba bersih senilai US$ 61 juta, atau naik 3% year on year (yoy). Di sisi lain, pendapatan usaha perseroan turun 18% yoy menjadi US$ 586 juta, karena penurunan harga jual rata-rata. Direktur Utama ADRO Garibaldi Thohir mengatakan, pada kuartal I-2016, harga jual rata-rata 17% lebih rendah daripada periode yang sama tahun lalu. Namun, volume penjualan masih stabil, yaitu sebesar 13,5 juta ton. Tahun ini, ADRO menargetkan produksi batubara sebesar 52-54 juta ton.

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) meraih pendapatan sebesar Rp842,86 M per Maret 2016 turun 15% dibandingkan pendapatan periode sama tahun sebelumnya yang Rp990,65M. Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan beban pokok naik jadi Rp295,34M dari beban pokok tahun sebelumnya Rp225,04M membuat laba bruto semakin turun jadi Rp547,53 M dari laba bruto di triwulan tahun sebelumnya Rp765,61M.

PT PP London Sumatera Tbk (LSIP) meraih penjualan Rp803,96M per Maret 2016 turun dari penjualan periode triwulan tahun sebelumnya yang Rp888,47M. Laba bersih diraih Rp50,45 miliar turun tajam 67% dari laba bersih triwulan tahun sebelumnya yang Rp153,04M.

Akses full report dihttp://ipot.id/?g=r/e/3c13fg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar