Jumat, Mei 13

Morning Update IPOT 13 Mei 2016

Global Market Wrap

Indeks di bursa saham Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup bervariasi. Sektor yang memicu menghambatan pergerakan bursa diantaranya sektor kesehatan dan teknologi karena para investor masih mengawasi pergerakan harga minyak dan menunggu data penjualan ritel yang dijadwalkan dirilis hari ini. Dow Jones menguat 9 poin (+0,05%) di level 17.720 sementara Nasdaq melemah 23 poin (-0,49%) di level 4.737. Dari regional, Pagi ini indeks Nikkei dibuka menguat 43 poin (+0,26%) pada level 16.690. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 15 poin (-0,11%) menjadi Rp13.314.


Technical Ideas

Bervariasinya  bursa global dan minimnya sentimenny dari dalam negeri diperdiksi akan membuat indeks bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat terbatas. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat dengan rentang support 4.780 dan resistance 4.835. Pergerakan aliran dana investor asing tetap menjadi salah satu poin penting yang berpengaruh terhadap IHSG, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          KAEF (Spec Buy, TP: Rp1.259, Support: Rp1.170)
·          BKSL (Spec Buy, TP: Rp82, Support: Rp78)
·          KRAS (Spec Buy, TP: Rp600, Support:Rp540)
·          BBTN (BoW, TP: Rp1.850, Support: Rp1.810)


News Highlight

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) sudah siap memetik hasil dari pengembangan peternakan sapi di kebun sawit perseroan. Tahun depan, SSMS berencana menjual 1.500 ekor sapi. Budidaya sapi ini sekaligus menjadi strategi SSMS untuk merawat kebun lantaran sapi akan memakan rumput yang tumbuh di sekitar tanaman sawit. Di samping itu, kotoran sapi dapat dijadikan pupuk bagi tanaman sawit. Sejak tahun 2014, SSMS mulai mengembangkan peternakan sapi dengan mendatangkan 1.974 ekor sapi Australia dan 200 ekor sapi Bali.

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) mencatat pendapatan bersih sebesar Rp 2,27 triliun di triwulan I 2016. Angka ini meningkat jika dibandingkan denganraihan pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,20 triliun. Namun sayangnya, laba bersih Perseroan pada Q1 2016 mengalami penurunan sekitar 6,93% menjadi Rp32,08 miliar atau Rp13,89 per saham dari laba bersih pada periode yang sama tahun 2015 yaitu Rp34,47 miliar atau Rp15,35 per saham. Penurunan kinerja Q1 2016 tersebut terutama disebabkan oleh kerugian kurs pada Q1 2016 sebesar Rp11,30 miliar, sedangkan pada Q1 2015 mengalami keuntungan kurs sebesar Rp9,94 miliar.

PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT), produsen mur dan baut merencanakan ekspansi pemasaran ke mancanegara. Dalam hal ini porsi ekspor dibidik dapat berkontribusi sebanyak 35% ke revenue dalam waktu 3-4 tahun mendatang. Alasan perseroan mengenjot ekspor karena produksi kendaraan di dunia mencapai 95 juta sedangkan Indonesia 1 juta atau 1%-3% saja. BOLT akan jajaki Eropa, Jepang dan Amerika, untuk pasar ekspor.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menargetkan realisasi belanja modal (capital expenditure/ capex) tahun ini sebesar Rp4,56 triliun atau meningkat sebesar 45,57% dari belanja modal di tahun 2015 lalu. Belanja modal tersebut terdiri dari belanja modal Non IT (Information Technology) sebesar Rp2,37 triliun dan belanja modal IT sebesar Rp2,19 triliun. Untuk belanja modal non IT, rencana digunakan untuk up grade jaringan kerja yang sudah ada dan sebagian kecil untuk pembukaan unit kerja bisnis mikro baru. Sedangkan belanja modal IT digunakan untuk pemenuhan hardware dan software penunjang operasional dan bisnis perusahaan.

Akses full report di:  http://ipot.id/?g=r/e/3c13ii

Tidak ada komentar:

Posting Komentar