Global Market Wrap
Indeks
di bursa saham Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup bervariasi.
Sektor yang memicu menghambatan pergerakan bursa diantaranya sektor kesehatan
dan teknologi karena para investor masih mengawasi pergerakan harga minyak dan
menunggu data penjualan ritel yang dijadwalkan dirilis hari ini.
Dow
Jones
menguat 9 poin (+0,05%)
di level 17.720 sementara Nasdaq melemah
23
poin
(-0,49%)
di level 4.737. Dari
regional, Pagi ini indeks Nikkei dibuka menguat
43
poin (+0,26%)
pada level 16.690. Nilai tukar Rupiah
terhadap USD pagi ini dibuka melemah 15
poin (-0,11%)
menjadi Rp13.314.
Technical Ideas
Bervariasinya
bursa
global dan minimnya sentimenny dari dalam negeri
diperdiksi akan membuat indeks bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat
terbatas.
IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi dengan
kecenderungan menguat dengan rentang support 4.780 dan
resistance 4.835. Pergerakan aliran
dana investor asing tetap menjadi salah satu poin penting yang berpengaruh terhadap
IHSG, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa
saham yang bisa dicermati antara lain:
·
KAEF (Spec
Buy, TP: Rp1.259,
Support:
Rp1.170)
·
BKSL
(Spec Buy, TP: Rp82,
Support: Rp78)
·
KRAS (Spec
Buy, TP: Rp600,
Support:Rp540)
·
BBTN (BoW,
TP: Rp1.850, Support:
Rp1.810)
News Highlight
PT
Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) sudah siap memetik hasil
dari pengembangan peternakan sapi di kebun sawit perseroan. Tahun depan, SSMS
berencana menjual 1.500 ekor sapi. Budidaya sapi ini sekaligus menjadi strategi
SSMS untuk merawat kebun lantaran sapi akan memakan rumput yang tumbuh di
sekitar tanaman sawit. Di samping itu, kotoran sapi dapat dijadikan pupuk bagi
tanaman sawit. Sejak tahun 2014, SSMS mulai mengembangkan peternakan sapi
dengan mendatangkan 1.974 ekor sapi Australia dan 200 ekor sapi Bali.
PT
Metrodata Electronics Tbk (MTDL) mencatat pendapatan bersih sebesar Rp 2,27
triliun di triwulan I 2016. Angka ini meningkat jika dibandingkan denganraihan
pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,20 triliun.
Namun sayangnya, laba bersih Perseroan pada Q1 2016 mengalami penurunan sekitar
6,93% menjadi Rp32,08 miliar atau Rp13,89 per saham dari laba bersih pada
periode yang sama tahun 2015 yaitu Rp34,47 miliar atau Rp15,35 per saham.
Penurunan kinerja Q1 2016 tersebut terutama disebabkan oleh kerugian kurs pada
Q1 2016 sebesar Rp11,30 miliar, sedangkan pada Q1 2015 mengalami keuntungan
kurs sebesar Rp9,94 miliar.
PT
Garuda Metalindo Tbk (BOLT), produsen mur dan baut
merencanakan ekspansi pemasaran ke mancanegara. Dalam hal ini porsi ekspor
dibidik dapat berkontribusi sebanyak 35% ke revenue dalam waktu 3-4 tahun
mendatang. Alasan perseroan mengenjot ekspor karena produksi kendaraan di dunia
mencapai 95 juta sedangkan Indonesia 1 juta atau 1%-3% saja. BOLT akan jajaki
Eropa, Jepang dan Amerika, untuk pasar ekspor.
PT
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menargetkan
realisasi belanja modal (capital expenditure/ capex) tahun ini sebesar Rp4,56
triliun atau meningkat sebesar 45,57% dari belanja modal di tahun 2015 lalu.
Belanja modal tersebut terdiri dari belanja modal Non IT (Information
Technology) sebesar Rp2,37 triliun dan belanja modal IT sebesar Rp2,19 triliun.
Untuk belanja modal non IT, rencana digunakan untuk up grade jaringan kerja
yang sudah ada dan sebagian kecil untuk pembukaan unit kerja bisnis mikro baru.
Sedangkan belanja modal IT digunakan untuk pemenuhan hardware dan software
penunjang operasional dan bisnis perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar