Mengawali perdagangan hari ini indeks ASX 200 Australia bergerak cenderung melemah, tertekan oleh penurunan harga saham-saham emiten berbasis sumber daya alam seiring dengan turunnya harga sejumlah komoditas global. Indeks ASX 200 melemah 0,11% (-5,80 poin) di posisi 5.353,50 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225 melorot 0,66% (-110,56 poin) ke level 16.535,78, setelah dibuka befluktuasi terpengaruh oleh pergerakan nilai tukar yen terhadap dolar AS. Kurs yen yang sempat melemah pada penutupan pasar uang AS - dan mendorong kenaikan harga saham emiten eksportir pada awal perdagangan saham Tokyo - bergerak menguat kembali di bursa Asia.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka turun 0,27 persen, berlanjut melemah 0,35% menjadi 1.970,53. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,36% ke level 19.843,49. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,26% ke posisi 2.828,46.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada tren kecenderungan pelemahan di bursa global, setelah kemarin berhasil menutup sesi perdagangan dengan bertahan di zona hijau. Sejumlah analis memperkirakan, indeks akan melanjutkan penguatan didorong sentimen positif spekulasi pemberian predikat investment grade bagi Indonesia oleh Standard & Poor’s. Namun maraknya kembali aksi jual pada perdagangan kemarin berpotensi mengganjal laju indeks.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya bursa global dan minimnya sentimen dalam negeri diprediksi akan membuat indeks bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat terbatas. IHSG diprediksi akan bergerak dengan rentang support 4.780 dan resistance 4.835.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: KAEF [KAEF 1,210
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup cenderung melemah terpengaruh oleh laporan kinerja keuangan emiten yang kurang memuaskan. Harga saham-saham perawatan kesehatan, teknologi dan ritel berguguran, namun penguatan harga minyak membantu indeks Dow Jones bertahan di teritori positif. Rilis data ketenagakerjaan AS menunjukkan, klaim pengangguran awal pada akhir pekan lalu naik 20.000 menjadi 294.000. Harga barang-barang impor untuk periode April naik 0,3 persen, dan ekspor naik 0,5 persen.
Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,105 (9,38 poin) di posisi 17.720,50.
S&P 500 melemah 0,02% (-0,35 poin) ke level 2.064,11.
Nasdaq Composite turun 0,49% (-23,35 poin) menjadi 4.737,33.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 1.05% menjadi US$22,62.
Bursa saham utama Eropa, tadi malam ditutup melemah, tertekan oleh rilis laporan keuangan sejumlah emiten yang menunjukkan penurunan kinerja, di tengah fluktuasi harga minyak dan dan penurunan harga komoditas lain yang menyeret kejatuhan harga saham emiten pertambangan.
FTSE 100 London merosot 0,95% (-58,30 poin) menjadi 6.104,19.
DAX 30 Frankfurt anjlok 1,13% (-113,20 poin) ke level 9.862,12.
CAC 40 Paris turun 0,054%% (-23,40 poin) di posisi 4.293,27.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir menguat, didorong pernyataan hawkish sejumlah petinggi Federal Reserve tentang kemungkinan kenaikan suku bunga dengan memperhatikan rilis sejumlah data ekonomi AS yang menunjukkan perbaikan. Kurs yen terhadap dolar melorot, terpengaruh oleh spekulasi stimulus moneter bank sentral Jepang. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS naik 0,33 persen menjadi 94,135.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.1378 |
0.0001 |
+0.01% |
6:57 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.4446 |
-0.0005 |
-0.03% |
6:57 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
108.92 |
-0.10 |
-0.09% |
6:57 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.5167 |
0.0182 |
+0.28% |
11:29 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,299.00 |
-10.00 |
-0.08% |
4:59 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak fluktuatif, dan berakhir dengan mencatatkan kenaikan. Badan Energi Internasional (IEA) menyatakan bahwa kelebihan pasokan minyak mentah dunia akan menyusut di paruh kedua 2016, dengan catatan Iran tidak melakukan ekspansi besar-besaran, seiring dengan meningkatnya permintaan. Permintaan minyak 2016 tidak banyak berubah di kisaran 96 juta barel per hari, terutama ditopang oleh kuatnya permintaan India di kuartal pertama 2016.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Juni naik 47 sen menjadi US$46,70 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juli naik 48 sen menjadi US$48,08 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dengan mencatatkan penurunan, tertekan oleh penguatan nilai tukar dolar AS yang ditopang oleh pernyataaan sejumlah pejabat The Fed yang mendukung kenaikan suku bunga AS. Laporan klaim pengangguran AS meningkat di tengah penantian rilis data penjualan ritel dan indeks harga produsen AS yang bakal diumumkan Jumat ini.
Harga emas untuk pengiriman Juni turun US$4,30 (-0,34%) menjadi US$1.271,20 per ounce.
Harga emas di pasar spot melorot 0,82% menjadi US$1.266,85 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar