Kamis, Mei 12

Morning Update IPOT 12 Mei 2016

Global Market Wrap

Indeks di bursa saham Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup melemah cukup signifikan di picu oleh pelemahan saham sektor ritel setelah salah satu departemen store terbesar di Amerika memangkas outlooknya pada tahun ini dan hal tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang pengeluaran konsumen yang selama ini menopang perekonomian. Dow Jones melemah 217 poin (-1,21%) di level 17.711 sementara Nasdaq terkoreksi 49 poin        (-1,26%) di level 4.761. Dari regional, Pagi ini indeks Nikkei dibuka melemah 94 poin (-0,57%) pada level 16.485. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka menguat 29 poin (+0,22%) menjadi Rp13.280.


Technical Ideas

Terkoreksinya bursa global dan regional diprediksi akan memberikan sentimen negatif di pasar di sisi lain menguatnya harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah diharapkan akan memberikan katalis positif bagi indeks. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat dengan rentang support 4.770 dan resistance 4.830. Pergerakan aliran dana investor asing tetap menjadi salah satu poin penting yang berpengaruh terhadap IHSG, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          ASII (Spec Buy, TP: Rp6.750, Support: Rp6.550)
·          HMSP (Spec Buy, TP: Rp99.875, Support: Rp97.050)
·          BBNI (Spec Buy, TP: Rp4.760, Support:Rp4.600)
·          WSKT (BoW, TP: Rp2.480, Support: Rp2.400)


News Highlight

PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) menorehkan performa apik pada tiga bulan pertama tahun ini. Pendapatan TELE mencapai Rp 6,27 triliun, tumbuh hingga 54% ketimbang periode yang sama tahun lalu. Laba bersih TELE naik hampir 30% menjadi Rp 110,89 miliar.

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) akan mengembangkan proyek baru melalui skema joint operation. Emiten ini akan mengembangkan proyek di atas lahan seluas 20 hektare (ha). Di tahap awal, perseroan akan merilis satu kluster perumahan sebanyak 100 unit hingga 200 unit. proyek tersebut akan meluncur pada akhir semester pertama atau awal semester kedua tahun ini. Sepanjang 2016, CTRA membidik marketing sales atau pra penjualan dari proyek tersebut senilai Rp 100 miliar.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memberikan kredit atau Pembiayaan Modal Kerja (PMK) Kepada perusahaan konstruksi milik BUMN PT ADHI sebesar Rp7,5 triliun. Pembiayaan modal kerja tersebut dilakukan dengan dua mekanisme. pertama, BRI akan menyalurkan pinjaman tidak dalam bentuk uang tunai (fasilitas non cash loan) Rp7 triliun dengan cara bertahap. Kedua, BRI akan menyalurkan pinjaman ke ADHI dalam bentuk tunai sebesar Rp 500 miliar setelah penandatanganan perjanjian dilakukan. PMK akan digunakan Perseroan untuk tambahan modal kerja dan membiayai proyek-proyek yang sedang dan akan digarap Adhi Karya.

PT. Bank Mandiri Persero Tbk (BMRI) menyalurkan kredit mikro senilai Rp45,47 triliun hingga April 2016, atau tumbuh 19,13 persen dibanding realisasi periode yang sama pada 2015. Untuk mencapai pertumbuhan dua digit tersebut, BMRI memanfaatkan jaringan bisnis mikro yang meliputi 994 cabang, 1427 unit, dan 652 kios, di Tanah Air. Dari jumlah tersebut, hampir 56 persen jaringan mikro Mandiri berada di luar Pulau Jawa. Adapun target pertumbuhan kredit yang berplafon maksimal sebesar Rp200 juta itu adalah 21,6 persen pada tahun ini.

Akses full report di: http://ipot.id/?g=r/e/3c13i8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar