Global Market Wrap
Indeks
di bursa saham Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup melemah cukup
signifikan di picu oleh pelemahan saham sektor ritel setelah salah satu
departemen store terbesar di Amerika memangkas outlooknya pada tahun ini dan
hal tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang pengeluaran konsumen yang selama
ini menopang perekonomian. Dow Jones melemah 217 poin (-1,21%)
di level 17.711 sementara Nasdaq
terkoreksi 49 poin (-1,26%)
di level 4.761. Dari regional, Pagi ini indeks Nikkei
dibuka melemah 94 poin (-0,57%)
pada level 16.485. Nilai tukar Rupiah
terhadap USD pagi ini dibuka menguat 29
poin (+0,22%) menjadi Rp13.280.
Technical Ideas
Terkoreksinya
bursa global dan regional diprediksi akan memberikan sentimen negatif di pasar
di sisi lain menguatnya harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah diharapkan
akan memberikan katalis positif bagi indeks. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi
dengan kecenderungan menguat dengan rentang support 4.770 dan
resistance 4.830. Pergerakan aliran
dana investor asing tetap menjadi salah satu poin penting yang berpengaruh
terhadap IHSG, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
·
ASII (Spec
Buy, TP: Rp6.750,
Support:
Rp6.550)
·
HMSP
(Spec Buy, TP: Rp99.875,
Support: Rp97.050)
·
BBNI (Spec
Buy, TP: Rp4.760,
Support:Rp4.600)
·
WSKT (BoW,
TP: Rp2.480,
Support:
Rp2.400)
News Highlight
PT
Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) menorehkan performa apik
pada tiga bulan pertama tahun ini. Pendapatan TELE mencapai Rp 6,27 triliun,
tumbuh hingga 54% ketimbang periode yang sama tahun lalu. Laba bersih TELE naik
hampir 30% menjadi Rp 110,89 miliar.
PT
Ciputra Development Tbk (CTRA) akan mengembangkan proyek
baru melalui skema joint operation. Emiten ini akan mengembangkan proyek di
atas lahan seluas 20 hektare (ha). Di tahap awal, perseroan akan merilis satu
kluster perumahan sebanyak 100 unit hingga 200 unit. proyek
tersebut akan meluncur pada akhir semester pertama atau awal semester kedua
tahun ini. Sepanjang 2016, CTRA membidik marketing sales atau pra
penjualan dari proyek tersebut senilai Rp 100 miliar.
PT
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memberikan kredit
atau Pembiayaan Modal Kerja (PMK) Kepada perusahaan konstruksi milik BUMN PT
ADHI sebesar Rp7,5 triliun. Pembiayaan modal kerja tersebut dilakukan dengan
dua mekanisme. pertama, BRI akan menyalurkan pinjaman tidak dalam bentuk uang
tunai (fasilitas non cash loan) Rp7 triliun dengan cara bertahap. Kedua, BRI
akan menyalurkan pinjaman ke ADHI dalam bentuk tunai sebesar Rp 500 miliar
setelah penandatanganan perjanjian dilakukan. PMK akan digunakan Perseroan
untuk tambahan modal kerja dan membiayai proyek-proyek yang sedang dan akan
digarap Adhi Karya.
PT.
Bank Mandiri Persero Tbk (BMRI) menyalurkan kredit mikro
senilai Rp45,47 triliun hingga April 2016, atau tumbuh 19,13 persen dibanding
realisasi periode yang sama pada 2015. Untuk mencapai pertumbuhan dua digit
tersebut, BMRI memanfaatkan jaringan bisnis mikro yang meliputi 994 cabang,
1427 unit, dan 652 kios, di Tanah Air. Dari jumlah tersebut, hampir 56 persen
jaringan mikro Mandiri berada di luar Pulau Jawa. Adapun target pertumbuhan
kredit yang berplafon maksimal sebesar Rp200 juta itu adalah 21,6 persen pada
tahun ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar