Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka melemah, turun 0,50 persen pada sesi awal perdagangan, kendati harga sejumlah komoditas logam dan minyak di pasar global mengalami kenaikan. Penuruan indeks ASX 200 berlanjut menjadi 0,31% (-16,69 poin) ke level 5.355,60 pada pukul 9:20 WIB, dihantam kejatuhan harga saham perbankan.
Pada jam yang sama indeks 225 Jepang turun 0,60% (-98,78 poin) ke posisi 16.380,23, setelah dibuka anjlok 1,18% dihantam pelemahan dolar AS terhadap yen. Harga saham-saham eksportir di sektor otomotif dan elektronika berguguran.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,33 persen, berlanjut melemah 0,13% menjadi 1.977,33. Indeks Hang Seng, Hongkong anjlok 0,65% ke level 19.925,11. Indeks Shanghai Composite merosot 1,18% di posisi 2.803,50.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari diharapkan akan mampu melanjutkan kenaikan, keluar dari tekanan tren pelemahan indeks saham global, setelah kemarin berhasil berjaya di zona hijau. Sejumlah analis memperkirakan, indeks akan melanjutkan tren kenaikan berupaya mempertahankan pola penguatan di atas 4.800. Namun indeks membutuhkan tambahan katalis positif untuk melanjutkan pola kenaikan sehingga perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya perubahan sentimen pasar.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, terkoreksinya bursa global dan regional diprediksi akan memberikan sentimen negatif. Di sisi lain, menguatnya harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah diharapkan akan memberikan katalis positif bagi indeks. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat dengan rentang support 4.770 dan resistance 4.830.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:ASII [ASII 6,625
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan mencatatkan penurunan pada semua indeks saham acuan tertekan oleh laporan kinerja sejumlah emiten yang lebih buruk dari perkiraan. Penurunan harga saham di sektor media dan ritel berlanjut dengan pelemahan harga saham di sektor kesehatan dan perbankan. Analis mengatakan mengatakan, beralihnya belanja para pengunjung pusat-pusat perbelanjaan ke toko-toko online menjadi penyebab turunnya bisnis perdagangan ritel di AS. Kenaikan harga minyak tak mampu mendongkrak indeks.
Dow Jones Industrial Average anjlok 1.21% (-217,23 poin) ke level 17.711,12.
S&P 500 melorot 1.0% (-19,93 poin) ke posisi 2.064,46.
Nasdaq Composite merosot 1.0% (-49,19 poin) menjadi 4.760,69.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 1,02% menjadi US$22,86.
Bursa ssahaam utama Eropa tadi malam juga ditutup cenderung melemah, kenaikan harga berbagai komoditas yang mendongkrak harga saham pertambangan dan energi, tak mampu menandingi sentimen negatif akibat rilis kinerja keuangan sejumlah emiten dan pelemahan di sektor perbankan. Memburuknya sektor perbankan Italia menyeret kejatuhan harga saham keuangan di Eropa.
FTSE 100 London naik tipis 0,09% (5,84 poin) di posisi 6.162,49.
DAX 30 Frankfurt melorot 0,70% (-70,12 poin) ke level 9.975,32.
CAC 40 Paris turun 0,50% (-21,54 poin) ditutup di 4.316,6.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi ditutup melemah setelah mencatatkan penguatan selama tujuh hari berturut-turut. Investor melakukan aksi ambil untung sebelum rilis sejumlah data ekonomi AS jelang akhir pekan ini.
Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS turun 0,53 persen menjadi 93,788.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.1424 |
-0.0002 |
-0.02% |
7:03 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.4438 |
-0.0010 |
-0.07% |
7:03 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
108.4300 |
0.0200 |
+0.02% |
7:05 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.4985 |
-0.0223 |
-0.34% |
11:25 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,309.00 |
23.00 |
+0.17% |
4:59 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak menguat, dan ditutup di level tertinggi selama 6 bulan terakhir. Kenaikan harga minyak ditopang oleh rilis data persediaan minyak mentah AS akhir pekan lalu, yang turun 3,45 juta barel menjadi 543,1 juta barel. Produksi minyak AS pekan lalu turun 23.000 barel perhari menjadi 8,8 juta bph, lebih kecil dibanding produksi Juni lalu sebesar 9,6 juta bph. Stok bensin AS pekan lalu, turun 1,23 juta barel sedangkan stok bensin distilasi turun 1,65 juta barel. Pelemahan kurs dolar AS ikut mendongkrak harga minyak.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Juni naik US$1,57 menjadi US$46,23 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juli naik US$2,08 menjadi US$47,60 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange tadi pagi ditutup dengan mencatatkan kenaikan, didorong pelemahan dolar dan bursa ekuitas AS.
Harga emas untuk pengiriman Juni naik US$10,70 (0,85%) menjadi US$1.275,50 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,89% menjadi US$1.277,31.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar