Rabu, Mei 18

Morning Update 18 Mei 2016

Global Market Wrap

Indeks di bursa saham Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup  melemah meskipun harga minyak diperdagangkan menguat, seiring meningkatnya spekulasi The Fed menaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya karena data ekonomi yang diliris kemarin rata-rata dia atas ekspektasi. Dow Jones melemah 181 poin (-1,02%) di level 17.530 sementara Nasdaq melemah 60 poin (-1,25%) di level 4.716. Dari regional, Pagi ini indeks Nikkei dibuka menguat 12 poin (-0,07%) pada level 16.661. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 8 poin (-0,06%) menjadi Rp13.303.


Technical Ideas
Kekhawatiran bahwa The Fed akan menaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya diprediksi akan menjadi katalis negatif bagi indeks disisi lain naiknya harga minyak mentah akan memberikan sentimen positif di pasar. IHSG diprediksi bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah di rentang support 4.705 dan resistance 4.755. Pergerakan aliran dana investor asing tetap menjadi salah satu poin penting yang berpengaruh terhadap IHSG, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
  • BBCA (BoW, TP: 950-12.875, Resist: Rp4.755)
  • AISA (Sell, TP: 325, Resist: Rp1.405)
  • ADHI (Spec Buy, TP:600, Support:Rp2.520)
  • ICBP (SoS, TP: Rp275-16.600, Support: Rp15.475)

News Highlight
PT Astra International Tbk (ASII) masih mengalami perlambatan 4,9% secara tahunan. Namun jika dilihat secara bulanan sejak awal tahun, penjualan kendaraan roda empat perseroan terus mengalami perbaikan.
PT United Tractors Tbk (UNTR) mengalami tekanan tajam di kuartal I 2016. Laba bersih UNTR merosot hingga 55,3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan kinerja ini seiring dengan merosotnya pendapatan 15,4% yoy menjadi Rp 10,69 triliun dari Rp 12,64 triliun. Tak hanya itu beban biaya melonjak membuat laba kotor yang diperoleh masih tergerus 26,7% menjadi Rp 1,88 triliun dari Rp 2,57 triliun. Beban lain-lain UNTR melesat hingga 893% yoy menjadi Rp 447,7 miliar.
PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) tengah menjajaki penjualan lahan seluas 70 hektare (ha) dengan sejumlah investor di kawasan industri MM2100 Cibitung, Jawa Barat. Dengan penjajakan tersebut, perseroan optimis bisa mencapai target marketing sales atau pra penjualan yang dipatok tahun ini yakni 25 hektare (ha)-30 ha.
PT Harum Energy Tbk. tengah mengkaji untuk memasuki bisnis listrik seiring dengan masih rendahnya harga komoditas batu bara. Penjajakan ekspansi di sektor energi setrum itu dilakukan dengan pertimbangan pasokan batu bara berkalori menengah atas sesuai dengan spesifikasi milik perseroan. Berbisnis listrik, disamping memperoleh pendapatan dari penjualan setrum, juga mendapatkan kepastian pembeli batu bara milik perseroan.
PT Holcim Indonesia Tbk. telah merampungkan pembelian saham perusahaan semen PT Lafarge Cement Indonesia (LCI) pada awal 2016. Holcim Indonesia mengakuisisi LCI pada Februari 2016 senilai Rp2,13 triliun. Emiten bersandi saham SMCB itu mendapatkan pinjaman dari Holderfin B.V sebesar 150 juta euro yang digunakan untuk mendanai pembelian saham itu.

Akses full report di:  http://ipot.id/?g=r/e/3c13jw

-----------------------------------
DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar