Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (18/5) dibuka melemah, melanjutkan tren pelemahan di Wall Street. Rilis data PDB Jepang yang melebihi ekspektasi - sebelum pembukaan bursa - belum mampu mengangkat sentimen investor saham.
Perdagangan saham Asia hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia, yang melorot 0,72% pada sesi awal perdagangan. Indeks tertekan oleh penurunan harga saham emiten keuangan, kendati kenaikan harga minyak dan logam mendorong kenaikan harga saham berbasis komoditas. Kejatuhan indeks berlanjut menjadi 0,71% (-38,37 poin) ke level 5.357,50 pada pukul 8:25 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 anjlok 0,63% (-105,36 poin) ke level 16.547,44, setelah dibuka melemah 0,03% kendati rilis data PDB kuartal pertama Jepang menunjukkan kenaikan sebesar 0,4%, atau tumbuh 1,7% dibanding tahun lalu. Penguatan nilai tukar yen terhadap dolar AS, kembali menekan harga saham-saham eksportir.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melorot 0,63 persen, dan berlanjut turun 0,90% menjadi 1.950,34. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka merosot 1,27% ke level 19.862,42. Indeks Shanghai Composite, China melorot 0,55% ke posisi 2.828,18.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali akan dihadapkan pada tren pelemahan di bursa saham global, setelah kemarin gagal memanfaatkan tren positif di bursa saham Asia dan terpuruk di zona merah. Sejumlah analis memperkirakan, indeks berpeluang berbalik arah dan memasuki skenario technical rebound pada hari ini. Namun tekanan negatif bursa saham global akan berpengaruh pada bervariasinya pergerakan indeks.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, kekhawatiran bahwa The Fed akan menaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan diprediksi akan menjadi katalis negatif bagi indeks, sedangkan naiknya harga minyak mentah akan memberikan sentimen positif di pasar. IHSG diprediksi bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah di rentang support 4.705 dan resistance 4.755.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBCA [BBCA 13,000
-25 (-0,2%)] (BoW, TP: Rp12.950-12.875, Resist: Rp4.755), AISA [AISA 1,365
-5 (-0,4%)] (Sell, TP: Rp1.325, Resist: Rp1.405), ADHI [ADHI 2,560
60 (+2,4%)] (Spec Buy, TP: Rp2.600, Support:Rp2.520), ICBP [ICBP 15,900
425 (+2,7%)] (SoS, TP: Rp16.275-16.600, Support: Rp15.475).
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah, setelah rilis data inflasi dan perumahan AS yang memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan pada bulan Juni. Indeks Harga Konsumen periode April naik 0,4%, pembangunan rumah baru (housing starts) naik 6,6%, dan produksi industrial naik 0,7 persen. Aksi jual saham meningkat di tengah kenaikan harga minyak. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dijadwalkan akan merilis hasil pertemuan April pada hari ini.
Dow Jones Industrial Average melorot 1,02% (-181 poin) ke level 17.529,98.
S&P 500melemah 0,94% (-19,45 poin) menjadi 2.047,2.
Nasdaq Composite anjlok 1,25% (-59,73 poin) ke posisi 4.715,73.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 1,30% menjadi US$22,01.
Bursa saham utama Eropa, tadi malam ditutup cenderung melemah setelah sempat berfluktuasi terpengaruh sentimen penguatan harga komoditas dan penurunan saham otomotif. Kenaikan harga minyak dan sejumlah komoditas logam mencegah kejatuhan indeks lebih dalam. Rilis data ekonomi China akhir pekan lalu, dan data ekonomi AS tadi malam, menghantui sentimen invetor.
FTSE 100 London menguat 0,27% (16,37 poin) menjadi 6.167,77.
DAX 30 Frankfurt melorot 0,63% (-62,71 poin) ke level 9.890,19.
CAC 40 Paris turun 0,34% (-14,71 poin) ke posisi 4.297,57.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir melemah. Rilis sejumlah data ekonomi AS periode April yang lebih baik dari perkiraan, belum mampu menumbuhkan kepercayaan investor bahwa kondisi tersebut dapat mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan. Analis mengatakan, kendati data inflasi April menjukkan kenaikkan, namun secara keseluruhan IHK selama setahn hingga April lalu mencapai 2,1%, lebih rendah dibandinng bulan sebelumnya yang mencapai 2,2%. Indeks dolar yang mengukur kursgreenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, turun 0,1% menjadi 94,55.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Perdagangan saham Asia hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200, Australia, yang melorot 0,72% pada sesi awal perdagangan. Indeks tertekan oleh penurunan harga saham emiten keuangan, kendati kenaikan harga minyak dan logam mendorong kenaikan harga saham berbasis komoditas. Kejatuhan indeks berlanjut menjadi 0,71% (-38,37 poin) ke level 5.357,50 pada pukul 8:25 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 anjlok 0,63% (-105,36 poin) ke level 16.547,44, setelah dibuka melemah 0,03% kendati rilis data PDB kuartal pertama Jepang menunjukkan kenaikan sebesar 0,4%, atau tumbuh 1,7% dibanding tahun lalu. Penguatan nilai tukar yen terhadap dolar AS, kembali menekan harga saham-saham eksportir.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melorot 0,63 persen, dan berlanjut turun 0,90% menjadi 1.950,34. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka merosot 1,27% ke level 19.862,42. Indeks Shanghai Composite, China melorot 0,55% ke posisi 2.828,18.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali akan dihadapkan pada tren pelemahan di bursa saham global, setelah kemarin gagal memanfaatkan tren positif di bursa saham Asia dan terpuruk di zona merah. Sejumlah analis memperkirakan, indeks berpeluang berbalik arah dan memasuki skenario technical rebound pada hari ini. Namun tekanan negatif bursa saham global akan berpengaruh pada bervariasinya pergerakan indeks.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, kekhawatiran bahwa The Fed akan menaikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan diprediksi akan menjadi katalis negatif bagi indeks, sedangkan naiknya harga minyak mentah akan memberikan sentimen positif di pasar. IHSG diprediksi bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah di rentang support 4.705 dan resistance 4.755.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBCA [BBCA 13,000
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah, setelah rilis data inflasi dan perumahan AS yang memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan pada bulan Juni. Indeks Harga Konsumen periode April naik 0,4%, pembangunan rumah baru (housing starts) naik 6,6%, dan produksi industrial naik 0,7 persen. Aksi jual saham meningkat di tengah kenaikan harga minyak. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dijadwalkan akan merilis hasil pertemuan April pada hari ini.
Dow Jones Industrial Average melorot 1,02% (-181 poin) ke level 17.529,98.
S&P 500melemah 0,94% (-19,45 poin) menjadi 2.047,2.
Nasdaq Composite anjlok 1,25% (-59,73 poin) ke posisi 4.715,73.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 1,30% menjadi US$22,01.
Bursa saham utama Eropa, tadi malam ditutup cenderung melemah setelah sempat berfluktuasi terpengaruh sentimen penguatan harga komoditas dan penurunan saham otomotif. Kenaikan harga minyak dan sejumlah komoditas logam mencegah kejatuhan indeks lebih dalam. Rilis data ekonomi China akhir pekan lalu, dan data ekonomi AS tadi malam, menghantui sentimen invetor.
FTSE 100 London menguat 0,27% (16,37 poin) menjadi 6.167,77.
DAX 30 Frankfurt melorot 0,63% (-62,71 poin) ke level 9.890,19.
CAC 40 Paris turun 0,34% (-14,71 poin) ke posisi 4.297,57.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir melemah. Rilis sejumlah data ekonomi AS periode April yang lebih baik dari perkiraan, belum mampu menumbuhkan kepercayaan investor bahwa kondisi tersebut dapat mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan. Analis mengatakan, kendati data inflasi April menjukkan kenaikkan, namun secara keseluruhan IHK selama setahn hingga April lalu mencapai 2,1%, lebih rendah dibandinng bulan sebelumnya yang mencapai 2,2%. Indeks dolar yang mengukur kursgreenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, turun 0,1% menjadi 94,55.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, bergerak menguat dan ditutup dengan menyentuh level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir, pagi hari tadi. Pasar berspekulasi bahwa stok minyak mentah AS turun minggu lalu sedangkan penurunan pasokan di Kanada dan Nigeria diperkirakan akan mengurangi kelebihan pasokan global. Hasil survei Bloomberg memperkirakan persediaan minyak mentah AS akan turun sebesar 3,5 juta barel. Sebelumnya, Goldman Sachs Group Inc menyatakan bahwa pasar minyak dalam kondisi defisit karena gangguan pasokan di Nigeria dan peningkatan permintaan.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Juni naik 59 sen (1,2%) menjadi US$48,31 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juli naik 31 sen (0,6%) menjadi US$49,28 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi berakhir dengan memperpanjang masa kenaikan mengimbangi pelemahan di bursa saham dan indeks dolar AS. Namun rilis perbaikan data ekonomi AS meredam kenaikan harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Juni naik US$2,7 (0,21) menjadi US$1.276,90 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,36% menjadi US$1.278,06 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Melemah__Tekanan_Negatif_Adang_Skenario_Rebound_IHSG&level2=newsandopinion&id=4307012&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG3-Antara.jpg#.VzvBktKqqko
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, bergerak menguat dan ditutup dengan menyentuh level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir, pagi hari tadi. Pasar berspekulasi bahwa stok minyak mentah AS turun minggu lalu sedangkan penurunan pasokan di Kanada dan Nigeria diperkirakan akan mengurangi kelebihan pasokan global. Hasil survei Bloomberg memperkirakan persediaan minyak mentah AS akan turun sebesar 3,5 juta barel. Sebelumnya, Goldman Sachs Group Inc menyatakan bahwa pasar minyak dalam kondisi defisit karena gangguan pasokan di Nigeria dan peningkatan permintaan.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Juni naik 59 sen (1,2%) menjadi US$48,31 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juli naik 31 sen (0,6%) menjadi US$49,28 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi berakhir dengan memperpanjang masa kenaikan mengimbangi pelemahan di bursa saham dan indeks dolar AS. Namun rilis perbaikan data ekonomi AS meredam kenaikan harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Juni naik US$2,7 (0,21) menjadi US$1.276,90 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,36% menjadi US$1.278,06 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Melemah__Tekanan_Negatif_Adang_Skenario_Rebound_IHSG&level2=newsandopinion&id=4307012&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG3-Antara.jpg#.VzvBktKqqko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar