Global Market Wrap
Indeks di bursa saham Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup melemah meskipun data ritel yang dirilis oleh Badan Statistika Amerika lebih baik dari estimasi namun berbeda dengan data penjualan emiten ritel. Dow Jones melemah 185 poin (-1,05%) di level 17.535 sementara Nasdaq melemah 20 poin (-0,41%) di level 4.718. Dari regional, Pagi ini indeks Nikkei dibuka menguat 160 poin (+0,98%) pada level 16.499. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 26 poin (-0,20%) menjadi Rp13.325.
Indeks di bursa saham Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup melemah meskipun data ritel yang dirilis oleh Badan Statistika Amerika lebih baik dari estimasi namun berbeda dengan data penjualan emiten ritel. Dow Jones melemah 185 poin (-1,05%) di level 17.535 sementara Nasdaq melemah 20 poin (-0,41%) di level 4.718. Dari regional, Pagi ini indeks Nikkei dibuka menguat 160 poin (+0,98%) pada level 16.499. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 26 poin (-0,20%) menjadi Rp13.325.
Technical Ideas
Sentimen negatif dari bursa global dan buruknya datanya ekonomi Cina pada akhir pekan lalu serta minimnya sentimenny dari dalam negeri diperdiksi akan membuat indeks bergerak kecenderungan melemah. IHSG diprediksi di rentang support 4.715 dan resistance 4.800. Pergerakan aliran dana investor asing tetap menjadi salah satu poin penting yang berpengaruh terhadap IHSG, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
- GGRM (BoW, TP: 050, Support: Rp68.925)
- GIAA (Spec Buy, TP: Rp494, Support: Rp440)
- BJBR (SoS, TP:020-995, Support:Rp940)
- BBTN (BoW, TP: Rp840, Support: Rp1.790)
News Highlight
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) terus mempercepat penyelesaian dua pabrik barunya di Rembang dan Indarung yang diprediksi akan selesai pada pertengahan tahun ini. Sampai dengan kuartal I, serapan belanja modal atau capital expenditure (capex) telah mencapai 22% dari total capex yang dianggarkan sebesar Rp 7 Triliun sepanjang tahun ini.
PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) meraih laba bersih Rp122,97 miliar hingga Maret 2016 turun tipis jika dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp123,97 miliar.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengantongi laba bersih triwulan-I 2016 sebesar Rp3,8 triliun, didorong dengan pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan premi bersih sebesar 19,1 persen, serta pendapatan berbasis komisi yang tumbuh 8 persen secara tahunan.
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Kuartal I tahun ini, membukukan pendapatan bunga bersih atau net interest income sekitar Rp 1,75 triliun, naik 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba setelah pajak naik 22% menjadi Rp 491 miliar.
PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melakukan penghentian sementara kegiatan reklamasi pembangunan pulah G yang dilakukan anak usahanya. Alasan penghentian berdasarkan keputusan Menteri Lingkungan Hidup RI pada 10 Mei tentang pengenaan sanksi administratif Paksaan Pemerintah berupa penghentian sementara seluruh kegiawan MWS pada pulau G di Pantai Utara Jakarta.
Akses full report di: http://ipot.id/?g=r/e/3c13jc
-----------------------------------
DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar