Senin, Mei 16

Market Brief: Global Mixed, IHSG Wait And See Di Tengah Proyeksi Positif Data BPS

Ipotnews - Mengawali pekan ini, Senin (16/5), bursa saham Asia dibuka mixed cenderung menguat,di tengah upaya pasar mencerna rilis data April ekonomi China akhir pekan lalu, yang menunjukkan pelemahan laju investasi, produksi manufaktur dan perjualan ritel.

Membuka perdagangan saham pekan ini, bursa saham Australia menguat dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 sebesar 0,35 persen pada sesi awal perdagangan, didorong kenaikan harga saham sejumlah emiten pertambangan. Penguatan indeks berlanjut menjadi 0,56% (29,91 poin) ke level 5.358,90 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 melesat 1,25% (205,71 poin) ke posisi 16.617,92, setelah dibuka naik 0,96 persen. Pasar memprediksikan akan adanya situmulus moneter bank sentral Jepang, setelah merilis data - sebelum pembukaan bursa saham - yang menunjukkan penurunan Indeks Harga Produsen untuk periode April sebesar 4,2 persen.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0,12 persen, dan berlanjut turun 0,10% menjadi 1.964,94.Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,04% ke level 19.711,77. Indeks Shanghai Composite, China turun tipis 0,01% di posisi 2.826,94.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dihadapkan pada kondisi ketidakpastian di tengah bervariasinya pergerakan indeks di bursa saham global, setelah terbenam di zona merah sepanjang akhir pekan lalu. Sejumlah analis memperkirakan, indeks berpeluang melanjutkan pelemahan seiring minimnya sentimen positif di bursa domestik. Pelaku pasar modal diperkirakan lebih banyak wait and see menunggu pernyataaan S&P tentang peringkat utang Indonesia, di tengah proyeksi positif rilis data ekonomi BPS pekan ini.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, sentimen negatif dari bursa global dan buruknya data ekonomi Cina pada akhir pekan lalu serta minimnya sentimen dari dalam negeri diperdiksi akan membuat indeks bergerak cenderung melemah. IHSG diprediksi di rentang support 4.715 dan resistance 4.800.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: GGRM [GGRM 71,225 -2575 (-3,5%)] (BoW, TP: Rp74.050, Support: Rp68.925), GIAA [GIAA 462 40 (+9,5%)] (Spec Buy, TP: Rp494, Support: Rp440), BJBR [BJBR 970 50 (+5,4%)] (SoS, TP: Rp1.020-995, Support:Rp940), BBTN [BBTN 1,815 -15 (-0,8%)] (BoW, TP: Rp1.840, Support: Rp1.790)

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup dengan membukukan penurunan tajam, tertekan oleh kejatuhan harga saham-saham ritel, keuangan, industri pesawat dan energi. Kejatuhan harga saham disebabkan oleh laporan kinerja emiten yang kurang memuaskan meskipun data penjualan ritel AS untuk periode April naik 1,3 persen, lebih baik dari perkiraan.

Dow Jones Industrial Average anjlok 1,05% (-185,18 poin) ke level 17.535,32.
S&P 500 melorot 0,85% (-17,50 poin) menjadi 2.046,61.
Nasdaq Composite turun 0,41% (-19,66 poin) di posisi 4.717,68.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 1,81% menjadi US$22,21.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu ditutup menguat ditopang oleh perbaikan data ekonomi Eropa dibayangi peringatan IMF akan dampak keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit). Sentimen positif kenaikan data penjualan ritel AS ikut mendongkrak indeks saham acuan Eropa. Harga saham otomotif melaju didorong rilis kenaikan data penjualan mobil Eropa periode April sebesar 9 persen.

FTSE London naik 0,56% (34,31 poin) menjadi 6.138,50.
DAX 30 Frankfurt meelesat 0,92% (90,78 poin) ke level 9.952,90.
CAC 40 Paris melaju 0,62% (26,72 poin ke posissi 4.319,99.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, akhir pekan lalu ditutup menguat ditopang rilis sejumlah data ekonomi AS yang secara umum positif. Perkiraan awal penjualaan ritel AS untuk April mencapai 453,4 miliar dolar AS, meningkat 1,3 persen dari bulan sebelumnya, dan tiga persen dibanding April tahun lalu. Penjualan ritel tidak termasuk otomotif, BBM, material bangunan, dan jasa makanan naik 0,9 persen.

Indeks Harga Produsen (PPI) untuk permintaan akhir periode April naik 0,2 persen, setelah turun 0,1 persen pada Maret dan 0,2 persen pada Februari. Indeks untuk permintaan akhir tidak termasuk makanan, energi, dan jasa perdagangan untuk periode yang sama naik 0,3 persen. Indeks dolar naik 0,5 persen menjadi 94,61.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

mb16
Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, akhir pekan lalu ditutup melemah tertekan aksi ambil untung pedagang, setelah kenaikan selama tiga hari sebelumnya, di tengah harapan bahwa kelebihan pasokan akan berkurang. Kenaikan indeks dolar ikut menekan harga minyak.

Laporan Baker Hughes menyebutkan jumlah rig yang beroperasi di AS berkurang 10 unit selama pekan laalu menjadi 310. OPEC melaporkan, produksi minyak April mencapai 32,44 juta barel per hari, naik 188.000 bpd dibanding bulan sebelumnya.

Harga minyak WTI  untuk penyerahan Juni turun 49 sen menjadi US$46,21 per barel, naik 3% sepanjang pekan lalu.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juli turun 25 sen menjadi USD47,83 per barel, naik lebih 5% sepanjang pekan lalu.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu ditutup sedikit menguat, namun membukukan penurunan lebih dari 1,6 persen selama pekan lalu. Perbaikan data ekonomi AS menekan harga emas, namun diimbangi dengan pelemahan indeks di bursa saham AS yang mendongkrak harga emas.

Harga emas untuk pengiriman Juni naik US$1,5 (0,12%) menjadi US$1.272,70 per ounce, turun 1,65% sepanjang pekan lalu.
Harga emas di pasar spot naik 0,72% menjadi US$1.272,26 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)


Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Mixed__IHSG_Wait_and_See_Di_Tengah_Proyeksi_Positif_Data_BPS&level2=newsandopinion&id=4301781&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG7-Antara%20News.jpg#.VzkieNKqqko

Tidak ada komentar:

Posting Komentar