Global Market Wrap
Indeks di bursa saham Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup bervariasi dengan Dow Jones membukukan penurunan tipis 35 poin (-0,20%) di level 17.706 sementara Nasdaq bertambah 14 poin (+0,30%) di level 4.750. Turunnya harga harga minyak mentah menjadi sentimen negatif di pasar disisi lain naiknya saham sektor kesehatan menjadi pendorong penguatan indeks. Dari regional, Pagi ini indeks Nikkei dibuka menguat 71 poin (+0,44%) pada level 16.278. Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 18 poin (-0,36%) menjadi Rp13.332.
Technical Ideas
Turunnya harga minyak mentah diprediksi akan memberikan sentimen negatif di pasar, disisi lain posisi indeks yang sudah mengalami jenuh jual sehinggia berpotensi mengalami teknikal rebound. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat pada rentang support 4.695 dan resistance 4.800. Pergerakan aliran dana investor asing tetap menjadi salah satu poin penting yang berpengaruh terhadap IHSG, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
- GGRM (Spec Buy, TP: 450, Support: Rp66.350)
- SIMP (Spec Buy, TP: Rp535, Support: Rp484)
- ISAT (Spec Buy, TP:975, Support:Rp6.425)
- BBTN (SoS, TP: Rp900, Support: Rp1.830)
News Highlight
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) melorot tajam di kuartal I 2016 akibat membengkaknya beban yang harus ditanggung perseroan. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis SMRA, laba bersih perseroan kuartal I 2016 hanya tercatat sebesar Rp 28,2 miliar, melorot 88,5% dari Rp 247 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara pendapatan SMRA masih tercatat tumbuh 10% dari Rp 945,6 miliar menjadi Rp 1,04 triliun. Namun, beban pokok penjualan dan beban langsung SMRA melonjak 56,5% dari Rp 364 miliar menjadi Rp 570 miliar.
PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menjajaki penerbitan obligasi rupiah untuk membiayai belanja modal Rp 1,3 triliun. Langkah ini berubah dari rencana semula, yakni berupa penerbitan surat utang jangka menengah alias medium term notes (MTN) berkelanjutan dalam dollar Singapura.
PT Indomobil Sukses International Tbk (IMAS) sepanjang kuartal I 2015 mengalami penurunan hingga 11,1% secara year on year (yoy) di tengah perlambatan sektor otomotif secara nasional. Mengutip laporan keuangan IMAS, Senin (9/4), pendapatan perseroan di kuartal I 2016 hanya tercatat sebesar Rp 3,5 triliun, turun 11,1 % dari periode yang sama tahun lalu yakni Rp 4,39 triliun.
PT Modernland Realty Tbk (MDLN) tengah menjajaki kerjasama penjualan lahan dengan lima investor. Lahan yang tengah dilego tersebut lebih dari 15 hektare (ha). Kelima investor tersebut sebagian besar berasal dari asing dan hanya satu yang berasal dari domestik. Dua di antaranya berasal dari Jepang, satu dari Spanyol dan satu dari Amerika Serikat. Cuncun mengatakan kelima investor tersebut bergerak di bidang healthcare, incinerator, sanitari, smelting dan bicycle.
Akses full report di: http://ipot.id/?g=r/e/3c13ho
DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar