Selasa, Mei 10

Market Brief: Global Mixed, Tekanan Harga Komoditas Hadang Potensi Rebound IHSG

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (10/5) dibuka mixed, mengikuti tren penutupan bursa saham Eropa dan AS, yang terpengaruh oleh pelemahan harga komoditas global di tengah melemahnya data perdagangan China. Pasar menunggu rilis data inflasi China, hari ini.

Perdagangan saham Asia hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200 Australia, sebesar 0,36 persen di awal perdagangan. Indeks tertekan oleh penurunan harga saham emiten energi dan pertambangan logam hingga 3 persen. Pelemahan indeks berlanjut, turun 0,53% (-28,20 poin) ke posisi 5.292,50 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang melaju 0,54% (87,16 poin) ke level 16.303,19, setelah dibuka menguat 0,38 persen. Pelemahan kurs yen terhadap dolar menjadi pendorong kenaikan harga saham emiten eksportir.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka flat dan berlanjut menguat 0,18% menjadi 1.971,26. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,96% ke level 19.962,43. Indeks Shanghai Composite turun 0,35% ke posisi 2.822,33.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu keluar dari tekanan setelah terbenam di zona merah sepanjang perdagangan kemarin. Sejumlah analis memperkirakan, indeks akan mengalami technical rebound, namun bervariasinya kondisi bursa saham global di tengah tekanan harga komoditas dan masih berlangsungnya capital outflowberpotensi mendorong indeks kembali ke zona merah.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, turunnya harga minyak mentah diprediksi akan memberikan sentimen negatif di pasar, di sisi lain posisi indeks yang sudah mengalami jenuh jual berpotensi mengalami technical rebound. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat pada rentang support 4.695 dan resistance 4.800.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: GGRM [GGRM 67,775 -125 (-0,2%)] (Spec Buy, TP: Rp70.450, Support: Rp66.350), SIMP [SIMP 500 16 (+3,3%)] (Spec Buy, TP: Rp535, Support: Rp484), ISAT [ISAT 6,600 200 (+3,1%)] (Spec Buy, TP: Rp6.975, Support:Rp6.425), BBTN [BBTN 1,865 35 (+1,9%)] (SoS, TP: Rp1.900, Support: Rp1.830).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir bervariasi dengan kecenderungan menguat, di tengah penguatan harga saham-saham emiten perawatan kesehatan dan pelemahan harga saham emiten komoditas. Harga saham emiten bahan baku dan energi melemah, tertekan oleh penurunan harga minyak dan melemahnya data perdagangan China.

Dow Jones Industrial Average turun 0.20% (-34,72 poin) menjadi 17.705,91.
S&P 500 naik tipis 0.08% (1,55 poin) ke level 2.058,69.
Nasdaq Composite menguat 0.30% (14,05 poin) di posisi 4.750,21.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,94% ke level US$22,19.

Bursa saham utama Eropa, tadi malam juga ditutup bervariasi cenderung menguat, setelah perlemen Yunani menyetujui untuk mengadopsi langkah-langkah pengetatan lanjutan untuk mendapatkan pinjaman talangan dan mencegah krisis. Namun kejatuhan harga minyak dan komoditas logam menekan harga saham di bursa London ke zona merah.

FTSE 100 London turun 0,18% (-10,89 poin) menjadi 6.114,81.
DAX 30 Frankfurt naik 1,12% (110,54 poin) ke level 9.980,49.
CAC 40 Paris menguat 0,50% (21,57 poin) di posisi 4.322,81.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir menguat terpengaruh komentar positif dari Presiden Federal Reserve Chicago yang mengatakan bahwa fundamental ekonomi AS cukup solid dan bisa bertumbuh hingga kisaran 2,5 persen untuk sisa tahun ini. Ia memperkirakan tingkat pengangguran akan menyusut ke level 4,75 persen dan upah meningkat sehingga mendukung kenaikan inflasi kembali ke level dua persen. Kurs yen terhadap dolar melemah setelah Menteri Keuangan Jepang menyatakan siap untuk mengintervensi pasar jika diperlukan. Indeks Dollar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS naik 0,27 persen menjadi 94,141.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

mb10
Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak melemah, seiring dengan mulai padamnya kebakaran sumur minyak di Alberta, Kanada akibat siraman hujan dan rendahnya temperatur. Pasar kembali merisaukan berlimpahnya pasokan minyak dunia, setelah muncul pernyataan yang memperkirakan bahwa kebakaran tersebut tak berdampak besar pada kapasitas produksi minyak Kanada, dan akan segera pulih. Pasar menilai, pergantian Menteri Perminyakan Arab Saudi, tidak akan mengubah kebijakan perminyakan Arab Saudi.

Harga minyak WTI untuk  penyerahan Juni turun US$1,22 (-2,7%) menjadi US$43,44 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni turun US$1,74 (-3,7%) menjadi US$43,63 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir dengan mencatatkan penurunan tajam, tertekan kenaikan dolar dan penguatan pasar ekuitas AS. Pasar menunggu laporan data ketenagakerjaan, data penjualan ritel, dan indeks harga produsen AS yang akan dirilis mulai hari ini hingga akhir pekan nanti.

Harga emas untuk pengiriman Juni turun US$27,40 (-2,12%) menjadi US$1.266,60 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 1,8% menjadi US$1.263,91 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Mixed__Tekanan_Harga_Komoditas_Hadang_Potensi_Rebound_IHSG&level2=newsandopinion&id=4288937&img=level1_topnews_1&urlImage=#.VzE1NdKqqko

Tidak ada komentar:

Posting Komentar