Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan indeks ASX 200 Australia di zona hijau, naik 0,22 persen menghapus kerugian kemarin. Harga saham perbankan menguat kendati melaporkan penurunan laba selama kuartal I-2016. Pasar menunggu keputusan bank sentral, Reserve Bank of Australia hari ini. Laju penguatan indeks berlanjut menjadi 0,76% (39,83 poin) ke level 5.282,80 pada pukul 8:20 WIB.
Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan bergerak naik 0,42% (8,40 poin) di posisi 1.986,55, setelah dibuka menguat 0,33 persen. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,03% menjadi 21.061,77. Indeks Shanghai Composite, China naik tipis 0,07% ke level 2.940,39
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu keluar dari zona merah mengikuti tren positif yang berhembus di bursa saham global pagi ini. Analis memperkirakan, indeks berpeluang rebound melepaskan diri dari efek tekanan jangka pendek sepanjang pekan lalu. Namun aksi jual asing yang masih mewarnai bursa berpotensi menghambat peluang kenaikan indeks pasca rilis data ekonomi BPS yang memperlihatkan perbaikan.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, menguatnya pergerakan bursa saham global dan nilai tukar rupiah, berpotensi mendorong IHSG untuk bergerak menguat, di rentang support 4.785 dan resistance 4.835.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBCA [BBCA 13,100
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat menjelang rilis laporan ketenagakerjaan April dan sejumlah data ekonomi AS sepanjang pekan ini. Sejumlah analis mengaitkan kenaikan indeks dengan depresiasi dolar AS selama beberapa hari lalu. Laju indeks masih terthan oleh laporan keuangan sejumlah emiten yang mengecewakan. Pasar memprediksikan data ketenagakerjaan akan bertambah 207.000 pekerjaan sepanjang Arpil lalu. Indeks PMI versi Institute for Supply Management periode April menunjukkan pelambatan pertumbuhan sektor manufaktur, menjadi 50,8 dari 51,8 di bulan sebelumnya,
Dow Jones Industrial Average naik 0,66% (117,52 poin) ke level 17.891,16.
S&P 500 menguat 0,78% (16,13 poin) di posisi 2.081,43.
Nasdaq Composite tumbuh 0,88% (42,24 poin) menjadi 4.817,59.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,30% menjadi US$23,16.
Bursa saham utama Eropa, tadi malam juga ditutup dengan sedikit menguat, tanpa didukung oleh bursa saham Inggris yang ditutup karena libur. Kenaikan indeks terutama ditopang oleh laju harga saham-saham otomotif, namun terhambat oleh kejatuhan harga saham-saham perbankan dan penurunan harga minyak. Data Indeks PMI zona euro versi Markit untuk periode April memperlihatkan kenaikan aktivitas sektor manufaktur menjadi 51,7, dari 51,6 pada Maret lalu. Indeks PMI sektor manufaktur Jerman periode April menguat menjadi 51,8, dari 50,7 pada bulan sebelumnya.
DAX 30 Frankfurt naik 0,84% (84,30 poin) ke level 10.123,27.
CAC 40 Paris menguat 0,31% (13,79 poin) di posisi 4.442,75.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir melemah, tertekan rilis data AS yang lebih lemah dari perkiraan. Rilis data aktivitas sektor manufaktur AS sepanjang April versi Institute for Supply Management (ISM) memperlihatkan penurunan indeks PMI menjadi 50,8 dari 51,8 pada periode Maret, pasar memprediksikan sekitar 51,5. Indeks Dollar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, turun 0,53 persen menjadi 92,59.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.1527 |
-0.0007 |
-0.06% |
6:39 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.4666 |
-0.0007 |
-0.05% |
6:38 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
106.40 |
-0.01 |
-0.01% |
6:38 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.4780 |
0.0021 |
+0.03% |
4/29/2016 |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,159.00 |
-21.00 |
-0.16% |
4:56 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York hingga pagi tadi bergerak melamah, terpengaruh oleh kekhawatiran akan kelebihan pasokan dan ketidakpastian permintaan. Produksi minyak Irak dilaporkan mencapai rekor 3,36 juta barel per hari sepanjang April, dan produksi minyak Iran diperkirakan mencapai 3,5 juta bph, terbesar sejak Desember 2011. Kementerian Perminyyakan Irak menyebutkan ekspor minyak negaranya sepanjang April meningkat 2,3 persen menjadi 3,364 juta bph.
Secara keseluruhan OPEC diperkirakan telah menaikkan produksi minyak selama April, sebanyak 484.000 bph menjadi 33,217 juta bph. Menambah kekhawatiran pasar, data China yang menunjukkan pelambatan aktivitas pabrik sepanjang April dibandingkan bulan sebelumnya.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Juni, turun US$1,14 menjadi US$44,78 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juli, turun US$1,54 menjadi US$45,83 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi ditutup sedikit menguat, memasuki hari keenam kenaikan berturut-turut, ditopang oleh pelemahan dolar AS. Perdagangan emas menurun karena sejumlah pasar Asia dan London libur.
Harga emas untuk pengiriman Juni, naik US$5,30 (0,41%) menjadi US$1.295,80 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,26% menjadi US$1.290,46 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar