Perdagangan saham hari ini dibuka dengan membukukan kenaikan indeks ASX 200 Australia sebesar 1,17 persen pada sesi awal perdagangan, didorong oleh kenaikan harga saham di sektor perbankan, energi, dan pertambangan dasar. Penguatan indeks berlanjut menjadi naik 1,15% (61,31 poin) di level 5.404,10 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang melesat 1,45% (240,91 poin) ke level 16.806,10, setelah dibuka naik 1,37 persen, ditopang oleh kurs yen yang relatif melemah terhadap dolar AS. Harga saham-saham industri ekspor dan terkait minyak bergerak menguat.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0,11 persen, dan berlanjut turun 0,13% menjadi 1.979,92. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,52% ke level 20.347,76. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,39% ke posisi 2.843,54.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu melanjutkan manuver di zona hijau memanfaatkan sentimen positif yang berhembus di bursa saham global, setelah kemarin mampu bertahan dari gempuran aksi jual dan berlabuh di teritori positif. Sejumlah analis memperkirakan, indeks akan melanjutkan proses kenaikan jangka pendek, ditopang sentimen positif kenaikan cadangan devisa di Bank Indonesia. Waspadai perubahan sentimen yang dapat menekan laju indeks saham.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, naiknya harga minyak mentah diprediksi akan memberikan sentimen positif di pasar, di sisi lain posisi indeks yang sudah mengalami jenuh jual berpotensi mengalami teknikal rebound. IHSG diprediksi akan bergerak reli dengan kecenderungan melemah pada rentang support 4.735 dan resistance 4.785.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BIRD [BIRD 4,530
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat, didorong oleh sentimen positif kenaikan nilai tukar dolar, peningkatan inflasi China (naik 2,3%, y-o-y), dan kemungkinan kesepakatan dana talangan Yunani tahap selanjutnya. Pasar juga mendapatkan dukungan dari kenaikan harga komoditas yang dipimpin kenaikan harga minyak. Saham-saham emiten energi, pertambangan dasar, dan industri memimpin reli, naik hingga lebih 1,7 persen.
Dow Jones Industrial Average melonjak 1,26% (222,44 poin) menjadi 17.928,35.
S&P 500 melaju 1,25% (25,70 poin) ke level 2.084,39.
Nasdaq Composite melesat 1,26% (59,67 poin) ke posisi 4.809,88.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 1,98% menjadi USS$22,63.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga ditutup dengan membukukan kenaikan indeks, didorong oleh kenaikan harga komoditas dan sentimen positif rilis data inflasi China dan kemungkinan tercapainya kesepakatan bailout Yunani yang mendongkrak harga saham perbankan. Hampir semua sektor mengalami kenaikan kecuali teknologi.
FTSE 100 London melaju 0,68% (41,84 poin) menjadi 6.156,65.
DAX 30 Frankfurt naik 0,65% (64,95 poin) ke level 10.045,44.
CAC 40 Paris menguat 0,36% (15,40 poin) ke posisi 4.338,21.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi ditutup menguat terutama terhadap yen Jepang, didorong oleh meningkatnya risk appetite di pasar global, sehingga menurunkan permintaan untuk mata uang safe haven seperti yen. Yen berada di bawah tekanan setelah Menteri Keuangan Taro Aso kembali memperingatkan bahwa pemerintah bisa melakukan intervensi di pasar uang jika yen terus menguat. Indeks Dollar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, naik 0,15 persen menjadi 94,29.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.1372 |
0.0000 |
0.00% |
7:03 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.4446 |
0.0004 |
+0.03% |
7:03 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
109.26 |
-0.01 |
-0.01% |
7:06 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.5208 |
0.0039 |
+0.06% |
11:28 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,286.00 |
-28.00 |
-0.21% |
4:59 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak menguat karena para trader memusatkan perhatiannya pada dampak penutupan sementara sejumlah ladang minyak Kanada dan penurunan produksi di Nigeria. Investor menyimpulkan bahwa gangguan produksi di wilayah pasir minyak Alberta, Kanada, bisa bertahan lebih lama, meskipun tidak terjadi kerusakan parah. Produksi minyak Nigeria merosot menjadi di bawah 1,7 juta barel per hari untuk kali pertama sejak 1994 karena sabotase pada jaringan pipa dan meningkatnya kerusuhan yang memaksa perusahaan besar mengevakuasi pekerja mereka.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Juni naik US$1,22 (2,8%) menjadi US$44,66 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juli naik US$1,89 (4%) menjadi US$45,55 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dengan mencatatkan sedikit penurunan, terpengaruh oleh rilis data ekonomi Amerika yang positif. Hasil Survei Pembukaan Pekerjaan dan Perputaran Tenaga Kerja AS menunjukkan data yang lebih baik dari perkiraan, dimana lowongan pekerjaan meningkat menjadi 5,757 juta untuk periode Maret, atau meningkat 3,9 persen dibanding angka revisi bulan sebelumnya. Penguatan dolar dan indeks saham acuan global ikut menekan harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Juni turun US$1,80 (-0,14%) menjadi US$1.264,80 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$1.266 per oounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar