Ipotnews - Jelang akhir pekan ini, Jumat (20/5), bursa saham Asia dibuka gamang dengan mencatatkan kenaikan tipis, di tengah tren tekanan penurunan indeks di bursa saham Eropa dan AS yang terpengaruh sikap hawkish The Fed tentang kenaikan suku bunga AS.
Perdagangan saham hari ini diawali dengan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,22 persen pada sesi awal perdagangan. Indeks sedikit menguat setelah tekanan terhadap harga saham keuangan mereda dan kembali menguat, di tengah tekanan penurunan harga energi dan komoditas global yang menekan harga saham emiten berbasis sumber daya alam. Laju indeks ASX 200 menguat menjadi 0,39% (20,56 poin) ke posisi 5.343 pada pukul 8:25 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 bergerak menguat 0,20% (33,95 poin) ke level 16.680,61, setelah dibuka melemah 0,09 persen terpengaruh oleh penguatan nilai tukar yen terhadap dolar. Kejatuhan harga saham ritel dan konsumsi menghambat laju indeks.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,15 persen, dan berlanjut naik 0,19% menjadi 1.950,52. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,32% ke level 19.631,71. Indeks Shanghai Composite, China merosot 0,50% ke posisi 2.792,89.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini kembali dihadapkan pada bervariasinya tren pergerakan indeks di bursa saham global, setelah kemarin terbenam di zona merah. Analis memperkirakan indeks berpotensi mengalami technical rebound, dan berupaya keluar dari tren pelemahan. Namun kondisi pasar yang diselimuti sentimen negatif akan mempersulit laju indeks ke zona hijau.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed di bulan Juni yang menekan nilai tukar rupiah diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar, di sisi lain Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga acuannya. IHSG diprediksi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat terbatas di rentang support 4.670 dan resistance 4.730.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ITMG [ITMG 8,200
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup dengan membukukan pelemahan. Indeks S&P 500 jatuh ke level terendah dalam tujuh pekan, terpengaruh oleh pernyataan hawkish sejumlah pejabat The Fed yang mempertegas kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed Juni mendatang. Harga saham emiten berbasis komoditas dan perusahaan multinational berguguran. Kenaikan harga saham emiten ritel tak mampu mengangkat indeks saham acuan. Rilis data pengangguran mingguan akhir pekan lalu memperlihatkan penurunan 16.000 menjadi 278.000, setelah mengalami peningkatan selama tiga pekan sebelumnya.
Dow Jones Industrial Average melemah 0,52% (-91,22 poin) ke level 17.435,4
S&P 500 turun 0,37% (-7,59 poin) menjadi 2.040,04.
Nasdaq Composite Index melorot 0,56% (-26,59 poin) di posisi 4.712,53.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New Yorl Stocks Exchange turun 1,82% menjadi US$21,55.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup dengan membukukan pelemahan, setelah investor mencerna risalah hasil rapat The Fed akhir April lalu. Kekhawatiran akan keluarnya Inggris dari Uni Eropa ikut menekan indeks. Saham-saham produsen komoditas memimpin pelemahan. Kabar hilangnya pesawat Mesir dengan rute penerbangan Eropa, menekan harga saham-saham penerbangan dan wisata.
FTSE 100 London anjlok 1,82% (-112,45 poin) ke level 6.053,35.
DAX 30 Frankfurt melorot 1,48% (-147,34 poin) di posisi 9.795,89.
CAC 40 Paris turun 0,85% (-100,40 poin) menjadi 8.674,70.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir dengan melanjutkan penguatan terpengaruh oleh rilis risalah hawkish pertemuan The Fed akhir April lalu. Pernyataan presiden The Fed, New York bahwa perekonomian AS sudah berada di jalur kenaikan suku bunga semakin meyakinkan investor akan kenaikan kemungkinan kenaikan The Fed rate akhir Juni nanti. Pasar berspekulasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga lebih dari satu kali sepanjang tahun ini. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, naik 0,2 persen menjadi 95,25.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.1202 |
-0.0001 |
-0.01% |
6:43 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.4605 |
-0.0006 |
-0.04% |
6:43 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
109.93 |
-0.03 |
-0.03% |
6:43 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.5495 |
0.0109 |
+0.17% |
11:04 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,565.00 |
185.00 |
+1.38% |
4:59 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak fluktuatif dan ditutup dengan cenderung mendatar. Tekanan penguatan dolar terhadap harga minyak dunia, mengimbangi perhatian pasar pada kelanjutan gangguan pasokan di Nigeria dan Kanada serta potensi gangguan di Venezuela yang sedang bergejolak.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Juni, turun 3 sen menjadi US$48,16 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni, turun 12 sen menjadi US$48,81 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dengan mencataatkan penurunan tajam terpengaruh oleh komentar hawkish pejabat The Fed yang menyebutkan pertumbuhan ekonomi AS mendukung kenaikan suku bunga pada Juni mendatang. Penguatan dolar menekan harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Juni turun US$19,60 (-1,54%) menjadi US$1.254,80 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi US$1.253,80 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar