Kamis, Mei 19

Market Brief: Asia Cenderung Melemah, Waspadai Potensi Penurunan IHSG

Ipotnews - Bursa saham Asia hari ini (19/5) dibuka cenderung melemah, setelah rilis risalah hasil pertemuan Komite Operasi Pasar Terbuka (FOMC) AS yang mengindikasikan kenaikan suku bunga The Fed pada Juni mendatang dan melambungnya nilai tukar dolar AS.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan penurunan indeks ASX 200 Australia sebesar 0,27%, tertekan oleh penurunan harga saham emiten energi dan pertambangan akibat kenaikan dolar AS, kendati terjadi kenaikan pada saham-saham emiten perbankan. Pelemahan indeks berlanjut menjadi turun 0,45% (-24,36 poin) ke level 5.331,80 pada pukul 8:30 WIB.

Pada jam yang indeks Nikkei 225 Jepang bergerak menguat 0,47% (79,00 poin) ke posisi 16.723,69, setelah dibuka melaju 0,68%. Kenaikan indeks terutama ditopang oleh kenaikan harga saham-saham emiten eksportir, didorong oleh pelemahan yen terhadap dolar AS.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka turun 0,38%, dan berlanjut melemah 0,36% ke level 1.949,72. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melorot 0,49% menjadi 19.729,63. Indeks Shanghai Composite, China turun 0,19% ke posisi 2.802,31

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini akan dihadapkan pada tekanan kecenderungan pelemahan di bursa saham Asia pasca rilis risalah The Fed, setelah kemarin berhasil ditutup di zona hijau. Analis mengatakan, indeks berada dalam level konsolidasi dan akan berusaha bertahan di level support. Meski indeks berupaya mempertahankan pergerakan positif, sentimen negatif penguatan dolar berpotensi mendorong terjadinya pelemahan indeks.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, hampir pastinya kenaikan suku bunga bank sentral AS di bulan Juni mendatang - yang menekan nilai tukar rupiah - diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Di sisi lain investor juga masih menunggu perkembangan tax amnesty di DPR dan hasil rapat Bank Indonesia yang akan menetapkan suku bunga acuan. IHSG diprediksi bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat terbatas di rentang support 4.710 dan resistance 4.760.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: TLKM [TLKM 3,740 20 (+0,5%)] (BoW, TP: Rp3.710-3.690, Resist: Rp3.760), SSIA [SSIA 630 15 (+2,4%)] (Spec Buy, TP: Rp650, Support: Rp615), BSDE [BSDE 1,775 55 (+3,2%)] (Spec Buy, TP: Rp1.805, Support:Rp1.745), CPIN [CPIN 3,140 110 (+3,6%)] (Spec Buy, TP: Rp3.250, Support: Rp3.050)

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup bervariasi setelah rilis hasil pertemuan FOMC 26-27 April lalu yang mengindikasikan rencana kenaikan suku bunga acuan pada Juni mendatang jika perekonomian terus membaik. Sejumlah analis mengatakan komentar hawkishdari The Fed sedikit mengejutkan dalam kondisi estimasi pertumbuhan AS dan global yang masih lamban. Bursa berbalik menguat di menit akhir perdagangan Rabu kemarin karena sektor perbankan melanjutkan penguatan. Kenaikan The Fed rate Juni diyakini akan mendongkrak inflasi dan berimplikasi pada kenaikan pendapatan bunga sektor keuangan.

Dow Jones Industrial Average melemah 0,02% (-3,36 poin) menjadi 17.526,62.
S&P 500 ditutup menguat 0,02% (0,42 poin) di level 2.047,63.
Nasdaq Composite naik 0,50% (23,39 poin) ke posisi 4.739,12.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,27% menjadi US$21,95.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup cenderung menguat di tengah penantian akan hasil pertemuan FOMC dan fluktuasi harga minyak dunia. Analis mengatakan, pasar masih berpendapat tidak akan ada kenaikan suku bunga dalam waktu dekat dan berusaha mendapatkan gambaran pemikiran para pembuat kebijakan The Fed mengenai arah perekonomian dan kebijakan selanjutnya. Harga saham-saham berbasis komoditas berfluktuasi mengikuti pergerakan harga komoditas logam yang cenderung melemah dan harga minyak yang menguat.

FTSE 100 melemah 0,03% (-1,97 poin) menjadi 6.165,80.
DAX 30 Frankfurt naik 0,54% (53,04 poin) ke level 9.943,23.
CAC 40 Paris menguat 0,51% (21,73 poin) di posisi 4.319,30.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir menguat tajam setelah rilis risalah The Fed yang mengindikasikan kenaikan suku bunga lebih awal pada tahun ini jika kondisi perekonomian AS terus membaik. Para pengambil kebijakan tidak terlalu menghiraukan pertumbuhan ekonomi yang melambat pada kuartal pertama, dan mengatakan perlambatan belanja pada kuartal pertama tidak mungkin bertahan lama. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mityra dagang AS naik lebih dari 0,5% menjadi 95,137.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

mb19
Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, yang sempat menembus level tertinggi sepanjang tahun ini, pagi tadi ditutup melemah setelah rilis risalah The Fed yang melambungkan kurs dolar AS. Di lain pihak, sentimen harga minyak yang tetap bearish akibat proyeksi suplai yang melampaui tingkat permintaan, ikut menekan harga minyak.

Data Badan Informasi Ebergi AS mengungkapkan cadangan minyak mentah AS hingga akhir pekan lalu naik 1,3 juta barel, jauh di atas perkiraan penurunan analis sebesar 2,8 juta barel. Stok minyak mentah AS di pelabuhan ekspor Cushing, Oklahoma naik 461.000 barel. Pasar juga mengkhawatirkan peningkatan produksi minyak Iran yang  sudah mendekati 60 persen di atas produksi tahun lalu, lebih cepat dari perkiraan.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Juni turun 12 sen menjadi US$48,19 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juli turun 46 sen menjadi US$48,80 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dengan mencatatkan penurunan tertekan oleh penguatan nilai tukar dolar AS, kendati pasar ditutup sebelum rilis risalah pertemuan The Fed. Analis mengatakan, penurunan harga emas terutama disebabkan oleh rilis data ekonommi AS yang menunjukkan penguatan dan pernyataan sejumlah pejabat The Fed, Selasa kemarin, yang mengindikasiikan kenaikan suku bunga AS pada Juni mendatang.

Harga emas untuk pengiriman Juni turun US$2,50 (-0,20%) menjadi US$1.274,40 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi US$1.273,07 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)


Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Asia_Cenderung_Melemah__Waspadai_Potensi_Penurunan_IHSG&level2=newsandopinion&id=4310185&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG-Liputan6.jpg#.Vz0Xy9Kqqko

Tidak ada komentar:

Posting Komentar