Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (17/5) dibuka menguat, terpengaruh oleh kenaikan harga minyak dan penguatan indeks di bursa saham Wall Street.
Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka menguat dan mencatatkan kenaikan 0,30 persen pada sesi awal perdagangan. Kenaikan harga komoditas dan energi mendorong kenaikan harga saham pertambangan dan energi, namun tertahan oleh kejatuhan harga saham-saham keuangan jelang rapat Reserve Bank of Australia. Laju indeks menguat menjadi 0,47% (25,05 poin) ke level 5.384,00 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,42% (69,66 poin) di posisi 16.536,06, setelah sempat dibuka melaju 0,70 persen. Pelemahan nilai tukar yen terhadap dolar AS, dan kenaikan harga minyak menjadi penopang kenaikan indeks saham eksportir dan saham terkait minyak.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka menguat 0,06 persen, dan berlanjut melemah turun 0,22% menjadi 2.850,19. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,52% ke level 19.987,24. Indeks Shanghai Composite, China dibuka mendatar (naik 0,06 poin) di level 2.850,93.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan mampu memnafaatkan sentimen positif kenaikan indeks yang berhembus dari bursa saham AS dan Asia, setelah terbenam di zona merah selama dua hari kemarin. Sejumlah analis memperkirakan, indeks berpeluang berbalik arah setelah kemarin berhasil memperkecil penurunan dibanding hari sebelumnya, dan bergerak mendekati area oversold. Namun sejumlah indiktor teknikal masih memperlihatkan peluang terjadinya pelemahan terbatas.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat terdorong oleh lonjakan harga saham Apple dan naiknya sektor energi menyusul penguatan harga minyak. Indeks saham sektor energi menguat 1,6% karena harga minyak menyentuh level tertinggi dalam enam bulan terakhir menyusul kekhawatiran penurunan pasokan global. Haaarga saham Apple melonjak 3,7% setelah Warren Buffet membeli saham perusahaan tu senilai US$1 miliar.
Dow Jones Industrial Average menguat 1,00% (175,39 poin) di level ke 17.710,71.
S&P 500 ditutup naik 0,98% (20,05 poin) ke posisi 2.066.66.
Nasdaq Composite melesat 1,22% (57,78 poin) menjadi 4.775,46.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di bursa Wall Street naik 0,41% menjadi US$22,30.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup cenderung mendatar, setelah sempat dibuka dengan mencatatkan kenaikan signifikan didorong oleh kenaikan harga minyak. Investor terpengaruh oleh rilis data ekonomi China yang menunjukkan pelemahan pertumbuhan di negara itu, dan berdampak pada harga saham-saham perital Eropa.
FTSE 100 London naik 0,21% (12,90 poin) menjadi 6.151,40.
CAC 40 Paris turun 0,18% (-7,71 poin) ke level 4.312,28.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir melemah tertekan oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat lebih buruk dari perkiraan. Rilis data perumahan AS menunjukkan bahwa keyakinan pasar untuk pembangunan rumah baru tetap tidak berubah sepanjang periode Mei, di level 58, lebih rendah dari konsensus pasar sebesar 59. Sementara itu, hasil Empire State Manufacturing Survey Mei 2016 mengindikasikan pelemahan kegiatan usaha produsen New York dengan penurunan indeks usaha sebesar 19 poin menjadi minus 9,0, jauh di bawah konsensus pasar yang memperkirakan kenaikan 7,0 persen. Kurs dolar terhadap yen melemah setelah bank sentral Jepang kembali memberi sinyal untuk mengintervensi pasar. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS turun 0,06 persen menjadi 94,55.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka menguat dan mencatatkan kenaikan 0,30 persen pada sesi awal perdagangan. Kenaikan harga komoditas dan energi mendorong kenaikan harga saham pertambangan dan energi, namun tertahan oleh kejatuhan harga saham-saham keuangan jelang rapat Reserve Bank of Australia. Laju indeks menguat menjadi 0,47% (25,05 poin) ke level 5.384,00 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,42% (69,66 poin) di posisi 16.536,06, setelah sempat dibuka melaju 0,70 persen. Pelemahan nilai tukar yen terhadap dolar AS, dan kenaikan harga minyak menjadi penopang kenaikan indeks saham eksportir dan saham terkait minyak.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka menguat 0,06 persen, dan berlanjut melemah turun 0,22% menjadi 2.850,19. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,52% ke level 19.987,24. Indeks Shanghai Composite, China dibuka mendatar (naik 0,06 poin) di level 2.850,93.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan mampu memnafaatkan sentimen positif kenaikan indeks yang berhembus dari bursa saham AS dan Asia, setelah terbenam di zona merah selama dua hari kemarin. Sejumlah analis memperkirakan, indeks berpeluang berbalik arah setelah kemarin berhasil memperkecil penurunan dibanding hari sebelumnya, dan bergerak mendekati area oversold. Namun sejumlah indiktor teknikal masih memperlihatkan peluang terjadinya pelemahan terbatas.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi ditutup menguat terdorong oleh lonjakan harga saham Apple dan naiknya sektor energi menyusul penguatan harga minyak. Indeks saham sektor energi menguat 1,6% karena harga minyak menyentuh level tertinggi dalam enam bulan terakhir menyusul kekhawatiran penurunan pasokan global. Haaarga saham Apple melonjak 3,7% setelah Warren Buffet membeli saham perusahaan tu senilai US$1 miliar.
Dow Jones Industrial Average menguat 1,00% (175,39 poin) di level ke 17.710,71.
S&P 500 ditutup naik 0,98% (20,05 poin) ke posisi 2.066.66.
Nasdaq Composite melesat 1,22% (57,78 poin) menjadi 4.775,46.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di bursa Wall Street naik 0,41% menjadi US$22,30.
Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup cenderung mendatar, setelah sempat dibuka dengan mencatatkan kenaikan signifikan didorong oleh kenaikan harga minyak. Investor terpengaruh oleh rilis data ekonomi China yang menunjukkan pelemahan pertumbuhan di negara itu, dan berdampak pada harga saham-saham perital Eropa.
FTSE 100 London naik 0,21% (12,90 poin) menjadi 6.151,40.
CAC 40 Paris turun 0,18% (-7,71 poin) ke level 4.312,28.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi berakhir melemah tertekan oleh rilis data ekonomi Amerika Serikat lebih buruk dari perkiraan. Rilis data perumahan AS menunjukkan bahwa keyakinan pasar untuk pembangunan rumah baru tetap tidak berubah sepanjang periode Mei, di level 58, lebih rendah dari konsensus pasar sebesar 59. Sementara itu, hasil Empire State Manufacturing Survey Mei 2016 mengindikasikan pelemahan kegiatan usaha produsen New York dengan penurunan indeks usaha sebesar 19 poin menjadi minus 9,0, jauh di bawah konsensus pasar yang memperkirakan kenaikan 7,0 persen. Kurs dolar terhadap yen melemah setelah bank sentral Jepang kembali memberi sinyal untuk mengintervensi pasar. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS turun 0,06 persen menjadi 94,55.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak menguat dan berakhir di level tertinggi dalam enam bulan menyusul pernyataan Goldman Sachs Group Inc bahwa pasar minyak sedang dalam defisit karena gangguan pasokan di Nigeria dan peningkatan permintaan. Konsultan industri IHS Inc, mengatakan pasar minyak global akan berada pada titik keseimbangan di kuartal ketiga. Minyak mentah kemungkinan akan diperdagangkan sekitar US$50 pada paruh kedua tahun 2016
Harga minyak WTI untuk penyerahan Juni naik US$1,51 menjadi US47,72 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juli naik US$1,14 menjadi US$48,97 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir dengan mencatatkan kenaikan tipis, menjelang rilis risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Meskipun indeks dolar melemah, harga emas mendapat tekanan dari kenaikan harga minyak dan indeks saham acuan bursa Wall Street.
Harga emas untuk pengiriman Juni naik US$1,50 (0,12%) menjadi US$1.274,20 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,05% menjadi US$1.272,50 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__AS_dan_Asia_Menguat__IHSG_Berpeluang_Berbalik_Arah&level2=newsandopinion&id=4304567&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG3-Tribun%20News.jpg#.VzpsR9Kqqko
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak menguat dan berakhir di level tertinggi dalam enam bulan menyusul pernyataan Goldman Sachs Group Inc bahwa pasar minyak sedang dalam defisit karena gangguan pasokan di Nigeria dan peningkatan permintaan. Konsultan industri IHS Inc, mengatakan pasar minyak global akan berada pada titik keseimbangan di kuartal ketiga. Minyak mentah kemungkinan akan diperdagangkan sekitar US$50 pada paruh kedua tahun 2016
Harga minyak WTI untuk penyerahan Juni naik US$1,51 menjadi US47,72 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juli naik US$1,14 menjadi US$48,97 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir dengan mencatatkan kenaikan tipis, menjelang rilis risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Meskipun indeks dolar melemah, harga emas mendapat tekanan dari kenaikan harga minyak dan indeks saham acuan bursa Wall Street.
Harga emas untuk pengiriman Juni naik US$1,50 (0,12%) menjadi US$1.274,20 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,05% menjadi US$1.272,50 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__AS_dan_Asia_Menguat__IHSG_Berpeluang_Berbalik_Arah&level2=newsandopinion&id=4304567&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG3-Tribun%20News.jpg#.VzpsR9Kqqko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar