Global Market Wrap
Indeks
di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup
melemah, dengan Dow Jones terkoreksi
117 poin (-0,98%) di level 17.542 dan Nasdaq turun 72 poin (-1,47%) di
level 4.848. Pelemahan tersebut terutama di picu oleh kekhawatiran akan
pertumbuhan ekonomi global seiring dengan menguatnya nilai tukar Yen terhadap
dollar, selain itu penurunan harga minyak mentah juga turut memberikan sentimen
negatif di pasar. Dari regional, Pagi ini
indeks Nikkei dibuka melemah sebesar 266 poin (-1,69%). Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini
dibuka melemah 33 poin (-0,25%) menjadi Rp13.195.
Technical Ideas
Kembali
munculnya kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi global akibat belum effektifnya
kebijakan moneter longgar di Eropa dan Jepang yang tercermin dari menguatnya
nilai tukar Euro dan Yen terhadap dollar dan terkoreksinya harga minyak
diprediksi akan mendorong pelemahan indeks. IHSG
akan bergerak pada rentang support 4.845 dan resistance 4.895. Pergerakan aliran dana investor asing tetap
menjadi salah satu poin penting yang berpengaruh terhadap IHSG, mengingat
investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa
dicermati antara lain:
·
LPKR (Spec Buy, TP:
Rp1.090, Support: Rp1.040)
·
ASII (Buy on Weakness, TP:
Rp7.375, Support: Rp7.100)
·
ANTM (Sell on Strength,
TP: Rp650, Support: Rp525)
·
ITMG (SELL, TP: Rp7.300,
Support: Rp6.600)
News Highlight
PT PP (Persero) Tbk (PTPP)
telah
ditunjuk oleh PT BNI (Persero), Tbk sebagai kontraktor Rancang Bangun proyek
Gedung BNI 46 Jakarta, yang mana proyek tersebut berhasil didapatkan Perseroan
melalui proses tender yang ketat. Nilai kontrak baru tersebut mencapai Rp790,5M
dengan masa pelaksanaan proyek selama 600 hari kalender. Ground Breaking proyek
tersebut akan dilaksanakan tanggal 11 April 2016. Dengan diprolehnya proyek
baru tersebut, Perseroan telah meraih kontrak baru sampai dengan akhir Maret
2016 sebesar Rp4,17T. Jumlah tersebut melampaui target yang ditetapkan
perusahaan Rp2,6T.
PT
Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melakukan penyesuaian suku
bunga deposito. Bunga deposito bank pelat merah ini turun antara 0,25%-0,5%.
Suku bunga baru ini berlaku efektif sejak 1 April 2016. Namun penurunan suku
bunga deposito tidak berlaku untuk deposito berjangka waktu atau tenor 1 bulan.
PT
Bank Central Asia Tbk (BCA), RUPS tahunan menyepakati
pembagian dividen untuk kinerja tahun buku tahun 2015 sebesar Rp160 per saham.
jumlah tersebut belum dikurangi oleh dividen interm yang sudah dibagikan
sebesar Rp55 per saham. Jadi dividen total tinggal Rp105 per lembar saham.
PT
Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melalui
anak usahanya TelkomMetra siap meluncurkan satelit Telkom-4 pada 2018 dengan
menggunakan teknologi broadband satelit berkapasitas akses internet 100Gbps.
Satelit Telkom-4 yang diperkirakan membutuhkan investasi hingga USD200 juta ini
akan menggunakan platform SSL 1300 dan didesain untuk operasional selama 15
tahun. Selain itu, perseroan tengah menyiapkan peluncuran satelit Telkom 3S se
bagai pengganti Telkom 3 yang tidak mencapai orbit pada Agustus 2012.
PT
Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) masih memiliki sisa dana
hasil IPO sebesar Rp130.620.486.427 hingga periode akhir Maret 2016. Dari
proses IPO yang digelar 30 November 2015 lalu, perseroan meraih dana bersih
Rp370.551.025.864.
PT
TIMAH (Persero) Tbk (TINS) bakal membagikan dividen tunai
sebesar Rp4,092 per saham. Nilai dividen setara Rp 30.475.799.384 atau 30% dari
total laba bersih yang diperoleh perseroan pada tahun 2015. Dividen yang akan
dibayarkan TINS ke pemegang saham sekitar 30% dari total laba bersih di
sepanjang tahun 2015 yang sebesar Rp 101,56 miliar.
Pemerintah
akan
memangkas anggaran belanja sejumlah Kementerian dan Lembaga (K/L) dengan nilai
total Rp50,6T dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP)
2016. Anjloknya harga minyak dunia menjadi alasan pemerintah harus memperketat
pengeluaran tahun ini. Pemerintah akan menyiapkan pengajuan APBN-P pada masa
sidang DPR yang berikut yang rencananya akan dimulai 17 Mei 2016. Berikut
perubahan asumsi makro ekonomi:
- Pertumbuhan ekonomi 5,3%
- Inflasi 4% (dari sebelumnya 4,7%)
- Indonesia Crude Price (ICP) US$ 35 per barel (dari sebelumnya US$ 50 per barel)
- Kurs Rp 13.400 (dari sebelumnya Rp 13.900/US$)
Bank Indonesia (BI)
merilis Jumlah cadangan devisa Indonesia mencapai US$ 107,5M, naik dari posisi
akhir Februari 2016 yang mencapai US$ 104,5M. Peningkatan tersebut dipengaruhi
penerimaan cadangan devisa, terutama berasal dari hasil penerbitan sukuk global
pemerintah dan lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas, yang jauh
melampaui kebutuhan devisa antara lain untuk pembayaran utang luar negeri
pemerintah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar