Jumat, April 8

Morning Update 8 April 2016

Global Market Wrap

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah, dengan Dow Jones terkoreksi 117 poin (-0,98%) di level 17.542 dan Nasdaq turun 72 poin (-1,47%) di level 4.848. Pelemahan tersebut terutama di picu oleh kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi global seiring dengan menguatnya nilai tukar Yen terhadap dollar, selain itu penurunan harga minyak mentah juga turut memberikan sentimen negatif di pasar. Dari regional, Pagi ini indeks Nikkei dibuka melemah sebesar 266 poin (-1,69%). Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 33 poin (-0,25%) menjadi Rp13.195.


Technical Ideas

Kembali munculnya kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi global akibat belum effektifnya kebijakan moneter longgar di Eropa dan Jepang yang tercermin dari menguatnya nilai tukar Euro dan Yen terhadap dollar dan terkoreksinya harga minyak diprediksi akan mendorong pelemahan indeks.  IHSG akan bergerak pada rentang support 4.845 dan resistance 4.895. Pergerakan aliran dana investor asing tetap menjadi salah satu poin penting yang berpengaruh terhadap IHSG, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          LPKR (Spec Buy, TP: Rp1.090, Support: Rp1.040)
·          ASII (Buy on Weakness, TP: Rp7.375, Support: Rp7.100)
·          ANTM (Sell on Strength, TP: Rp650, Support: Rp525)
·          ITMG (SELL, TP: Rp7.300, Support: Rp6.600)
 
News Highlight

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) telah ditunjuk oleh PT BNI (Persero), Tbk sebagai kontraktor Rancang Bangun proyek Gedung BNI 46 Jakarta, yang mana proyek tersebut berhasil didapatkan Perseroan melalui proses tender yang ketat. Nilai kontrak baru tersebut mencapai Rp790,5M dengan masa pelaksanaan proyek selama 600 hari kalender. Ground Breaking proyek tersebut akan dilaksanakan tanggal 11 April 2016. Dengan diprolehnya proyek baru tersebut, Perseroan telah meraih kontrak baru sampai dengan akhir Maret 2016 sebesar Rp4,17T. Jumlah tersebut melampaui target yang ditetapkan perusahaan Rp2,6T.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melakukan penyesuaian suku bunga deposito. Bunga deposito bank pelat merah ini turun antara 0,25%-0,5%. Suku bunga baru ini berlaku efektif sejak 1 April 2016. Namun penurunan suku bunga deposito tidak berlaku untuk deposito berjangka waktu atau tenor 1 bulan.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA), RUPS tahunan menyepakati pembagian dividen untuk kinerja tahun buku tahun 2015 sebesar Rp160 per saham. jumlah tersebut belum dikurangi oleh dividen interm yang sudah dibagikan sebesar Rp55 per saham. Jadi dividen total tinggal Rp105 per lembar saham.

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melalui anak usahanya TelkomMetra siap meluncurkan satelit Telkom-4 pada 2018 dengan menggunakan teknologi broadband satelit berkapasitas akses internet 100Gbps. Satelit Telkom-4 yang diperkirakan membutuhkan investasi hingga USD200 juta ini akan menggunakan platform SSL 1300 dan didesain untuk operasional selama 15 tahun. Selain itu, perseroan tengah menyiapkan peluncuran satelit Telkom 3S se bagai pengganti Telkom 3 yang tidak mencapai orbit pada Agustus 2012.

PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) masih memiliki sisa dana hasil IPO sebesar Rp130.620.486.427 hingga periode akhir Maret 2016. Dari proses IPO yang digelar 30 November 2015 lalu, perseroan meraih dana bersih Rp370.551.025.864.

PT TIMAH (Persero) Tbk (TINS) bakal membagikan dividen tunai sebesar Rp4,092 per saham. Nilai dividen setara Rp 30.475.799.384 atau 30% dari total laba bersih yang diperoleh perseroan pada tahun 2015. Dividen yang akan dibayarkan TINS ke pemegang saham sekitar 30% dari total laba bersih di sepanjang tahun 2015 yang sebesar Rp 101,56 miliar.

Pemerintah akan memangkas anggaran belanja sejumlah Kementerian dan Lembaga (K/L) dengan nilai total Rp50,6T dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016. Anjloknya harga minyak dunia menjadi alasan pemerintah harus memperketat pengeluaran tahun ini. Pemerintah akan menyiapkan pengajuan APBN-P pada masa sidang DPR yang berikut yang rencananya akan dimulai 17 Mei 2016. Berikut perubahan asumsi makro ekonomi:
  • Pertumbuhan ekonomi 5,3%
  • Inflasi 4% (dari sebelumnya 4,7%)
  • Indonesia Crude Price (ICP) US$ 35 per barel (dari sebelumnya US$ 50 per barel)
  • Kurs Rp 13.400 (dari sebelumnya Rp 13.900/US$)

Bank Indonesia (BI) merilis Jumlah cadangan devisa Indonesia mencapai US$ 107,5M, naik dari posisi akhir Februari 2016 yang mencapai US$ 104,5M. Peningkatan tersebut dipengaruhi penerimaan cadangan devisa, terutama berasal dari hasil penerbitan sukuk global pemerintah dan lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas, yang jauh melampaui kebutuhan devisa antara lain untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah

Akses full report di: http://ipot.id/?g=r/e/3c12pc

Tidak ada komentar:

Posting Komentar