Jumat, April 8

Market Brief: Global Memerah, IHSG Dibayangi Tekanan Jual

Ipotnews - Jelang akhir pekan (8/4), bursa saham Asia dibuka merosot, terpengaruh sentimen negatif pelemahan bursa saham Eropa dan AS, terseret kejatuhan harga saham perbankan, harga minyak dan komoditas logam.

Mengawali perdagangan saham hari ini, indeks ASX 200 Australia anjlok hingga lebih dari satu persen setelah pembukaan bursa. Indeks tertekan oleh kejatuhan harga saham-saham energi dan pertambangan logam, berlanjut turun 1,07% (-52,98 poin) ke level 4.911,10 pada pukul 8:20 WIB

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang rontok 1,20% (-189,27 poin) di posisi 15.560,57, setelah mancatatkan penurunan 1,48% pada pembukaan bursa. Berlanjutnya kenaikan nilai tukar yen terhadap dolar AS menghantam harga saham-saham emiten eksportir. Investor meragukan upaya Tokyo untuk menghentikan dorongan penguatan yen.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melelah 0,88% ke level 1.956,57. Indeks Hang Seng, Hongkong mengawali perdagangan dengan merosot 1,01% ke posisi 20.061,60. Indeks Shanghai Composite turun 0,67% menjadi 2.988,20.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini akan semakin berat untuk keluar dari  zona merah di tengah tekanan penurunan indeks di bursa saham global, setelah kemarin terperosok ke teritori negatif menjelang penutupan perdagangan. Analis memperkirakan, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan di tengah gempuran aksi jual. Namun indeks dinilai masih berpulang melanjutkan kenaikan, setelah mengalami tekanan terbatas.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, munculnya kembali kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi global akibat belum efektifnya kebijakan moneter longgar di Eropa dan Jepang, yang tercermin dari menguatnya nilai tukar Euro dan Yen terhadap dolar, serta terkoreksinya harga minyak diprediksi akan mendorong pelemahan indeks.  IHSG akan bergerak pada rentang support 4.845 dan resistance 4.895.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: LPKR [LPKR 1,070 40 (+3,9%)] (Spec Buy, TP: Rp1.090, Support: Rp1.040), ASII [ASII 7,300 75 (+1,0%)] (Buy on Weakness, TP: Rp7.375, Support: Rp7.100), ANTM [ANTM 625 105 (+20,2%)] (Sell on Strength, TP: Rp650, Support: Rp525), ITMG [ITMG 6,925 -175 (-2,5%)] (SELL, TP: Rp7.300, Support: Rp6.600)

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street tadi pagi berakhir dengan membukukan pelemahan yang diwarnai dengan rontoknya harga saham-saham perbankan global, tertekan oleh kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB), dan The Fed. Hasil pertemuan ECB menunjukkan kecenderungan untuk melanjutkan kebijakan suku bunga negatif, dan sehari sebelumnya risalah The Fed memperlihatkan kecenderungan untuk menunda kenaikan suku bunga. Ekspektasi akan penurunan pendapatan sektor perbankan pada kuartal I tahun ini, memperdalam penurunan harga saham perbankan. Turunnya kembali harga minyak ikut menekan indeks.

Dow Jones Industrial Average melorot 0,98% (-174.09 poin) menjadi 17.541,96.
S&P 500 anjlok 1,20% (-24.75 poin) di posisi 2.041,91.
Nasdaq Composite terpangkas 1,47% (-72.35 poin) ke level 4.848,37.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 2,11% menjadi US$23,22.

Bursa saham utama Eropa, tadi malam juga memerah, tertekan oleh rilis risalah hasil pertemuan ECB, dan melemahnya kembali harga minyak dunia. Pertemuan terakhir Dewan Gubenur ECB meyakini, penerapan kebijakan suku bunga negatif memberikan manfaat “lebih luas” kepada  perbankan di zona euro. Aksi ambil untung di bursa komoditas minyak menekan harga saham-saham energi. “Skandal Panama Papers” ikut menekan harga saham perbankan Inggris dan Perancis, setelah regulator di kedua negara itu memerintahkan bank untuk menindaklanjuti dan membersihkan keterkaitannya dengan Panama Papers.

FTSE 100 London turun 0,40% (-24,74 poin) menjadi 6.136,89.
DAX 30 Frankfurt anjlok 0,98% (-93,89 poin) ke posisi 9.530,62.
CAC 40 Paris melorot 0,90% (-38,73 poin) ke level 4.245,91.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar New York, pagi tadi ditutup cenderung mendatar, namun terus melemah terhadap yen yang sempat menyentuh nilai tertinggi selama 17 bulan sebesar 107,68 yen per dolar. Kurs yen juga menguat terhadap euro dan mata uang lainnya. Kendati bank sentral Jepang berupaya untuk menahan penguatan yen lebih lanjut, namun pasar menyangsikan kesiapaan Tokyo untuk melakukan intervensi. Indeks dolar yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS naik 0,1 persen menjadi 94,52.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1375

-0.0003

-0.03%

6:51 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.4056

0.0000

0.00%

6:51 PM

Yen (USD-JPY)

108.27

0.06

+0.06%

6:41 PM

Yuan (USD-CNY)

6.4625

-0.0184

-0.28%

11:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,162.50

-75.50

-0.57%

4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 7/4/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texass Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York dan Brent North Sea di London, hingga pagi tadi bergerak melemah, dihantam aksi ambil untung setelah reli harga minyak pada sesi sebelumnya yang ditopang oleh penurunan produksi minyak AS. Investor meyakini kenaikan harga minyak hanya berlangsung sementara di tengah melimpahnya pasokan minyak dunia, seebelum ada kepastian dari hasil kesepakatan produsen minyak dunia untuk membatasi produksi. Peningkatan ekspor minyak Irak sekitar 3,495 juta barel per hari pada April ini dari sebelumnya 3.286 juta bph memperkuat dugaan akan berlimpahnya pasokan minyak global.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Mei turun 49 sen menjadi US$37,26 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni turun 41 sen menjadi US$39,43 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, setelah para trader mencerna risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), yang dirilis setelah penutupan pasar pada perdagangan Rabu. Analis meyakini, The Fed menargetkan untuk menyerap kelebihan dana cadangan perbankan sebesar US$2,5 triliun karena perekonomian AS mulai pulih. Kenaikan harga emas juga ditopang oleh melemahnya bursa ekuitas AS dan Eropa, dan rilis klaim awal angka pengangguran AS hingga akhiir pekan lalu yang turun 9.000 menjadi 267.000.

Harga emas untuk pengiriman Juni naik US$13,7 (1,12%) menjadi  US$1.237,50 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 1,29% menjadi US$1.237,60 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar