Global Market Wrap
Indeks
di bursa saham Wall Street pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup melemah
dengan Dow Jones melemah 27 poin (-0,15%) di level 17.977 sementara Nasdaq
melemah 10 poin (-0,21%) di level 4.895. Melemahnya
pergerakan indeks merespon rilisnya data kinerja emiten yang kurang baik dan
menunggu pertemuan the Fed selanjutnya di minggu ini serta fluktuasi harga
minyak dunia. Dari regional, Pagi ini indeks
Nikkei dibuka melemah sebesar 80 poin (-0,46%) di level 17.439. Nilai
tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 10 poin (-0,08%)
menjadi Rp13.210.
Technical Ideas
Seiring
melemahnya pergerakan bursa saham global, pelemahan yang cukup signifikan pada
IHSG kemarin lalu ditengah melemahnya bursa saham asia membuat IHSG berpotensi
untuk bergerak melemah. IHSG akan bergerak
pada rentang support 4.835 dan resistance 4.915. Pergerakan aliran dana
investor asing tetap menjadi salah satu poin penting yang berpengaruh terhadap
IHSG, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa
saham yang bisa dicermati antara lain:
·
WIKA (Sell, TP: 2.650 Rp,
Resist: Rp2.735)
·
ICBP (Spec Buy, TP:
Rp15.300, Support: Rp14.900)
·
KRAS (Spec Buy, TP: Rp645,
Support: Rp605)
·
BBRI (SELL, TP: Rp10.200,
Resist: Rp10.850)
News Highlight
PT
Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan kinerja
negatif sepanjang kuartal I 201. Laba bersih emiten konsumer ini terkoreksi
1,2% secara tahunan (year on year/yoy). Bedasarkan laporan
keuangan yang dirilis UNVR, Senin (25/4), perseroan hanya berhasil mengantongi
laba bersih kuartal I 2016 sebesar Rp 1,57T. Ini turun 1,2% dibanding periode
yang sama tahun lalu yang tercatat senilai Rp 1,59T. Alhasil laba bersih per
saham turun dari Rp 209 menjadi Rp 206.
PT
United Tractors Tbk (UNTR) akan segera menyebar dividen tunai
sebesar Rp 2,6T atau Rp 691 per saham. Dividen tunai itu sudah termasuk dividen
interim yang sudah dibagikan pada 16 Oktober 2015 lalu sebesar Rp 251 per
saham. Sementara
sisa dividen sebesar Rp 440 per saham akan dibayarkan pada 23 Mei mendatang.
PT
Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatat laba Rp 491M di
kuartal I-2016. Laba perseroan ini tumbuh 22% dibanding periode yang sama tahun
2015 sebesar Rp 402M . Perolehan laba bersih bank BUMN ini berada di atas
rata-rata industri yang pada umumnya tumbuh secara melambat. Bank berkode BBTN
itu memperoleh net interest income sebesar Rp 1,8T dengan fee based income Rp
262M.
PT
Bank Permata Tbk (BNLI) menderita rugi sebesar Rp376,25M
secara konsolidasi per Maret 2016 dibandingkan laba bersih periode sama tahun
sebelumnya yang diraih Rp567,48M. Beban operasional selain bunga bersih
tercatat Rp2,07T naik dari beban tahun sebelumnya yang Rp780,74M terutama
karena kerugian penurunan nilai aset kredit menjadi Rp1,82T dari Rp226M. Total
aset Bank Permata Tbk mencapai Rp174,44T per Maret 2016 turun dari jumlah aset
per Desember 2015 yang Rp182,41T.
PT
Astra Graphia Tbk (ASGR) alami penurunan laba bersih per Maret
2016 menjadi Rp43,55M dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya
yang Rp47,51M. Laporan keuangan perseroan Senin menyebutkan penjualan bersih
naik jadi Rp620,01M dari penjualan bersih tahun sebelumnya yang Rp459,44M dan
laba bruto naik jadi Rp163,47M dari laba bruto tahun sebelumnya yang Rp155,97M.
Jumlah
aset per Maret 2016 turun jadi Rp1,68T dibandingkan jumlah aset per Desember
2015 yang Rp1,81T.
PT
Lippo General Insurance Tbk (LPGI) Membagikan Dividen
tunai sebesar Rp165 per saham akan dibagikan pada 27 Mei 2016 mendatang.
Menurut
keterangan perseroan Selasa disebutkan cum dan ex dividen di pasar
reguler/negosiasi 2-3 Mei 2016 dan di pasar tunai pada 9-10 Mei 2016 dengan DPS
9 Mei 2016.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar