Perdagangan saham global hari ini diawali dengan penurunan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,16 persen, tertekan penurunan harga komditas global. Pelemahan indeks mereda menjadi minus 0,05% (-2,87 poin) di level 5.233,50 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang turun 0,45% (-78,12 poin) ke posisi 17.361,18, setelah dibuka melorot 0,51 persen. Indeks tertekan oleh penurunan harga saham emiten terkait minyak, dan berlanjutnya penurunan harga saham emiten eksportir otomitif, kendati terjadi penguatan nilai tukar yen terhadap dolar AS.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka menguat 0,12%, dan berlanjut naik 0,13% menjadi 2.017,24. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,35% ke level 21.380,02. Indeks Shanghai Composite, China dibuka melemah 0,07% di posisi 2.944,72.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu keluar dari tekanan tren pelemahhan indeks saham global, setelah kemarin terpruruk ke zona merah. Analis memperkirakan, indeks berpotensi mengalami technical rebound dan melanjutkan pola kenaikan jangka pendek, menembus target resisten terdekat.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan terjebak di zona merah, tertekan oleh lemahnya rilis data penjualan perumahan jelang pertemuan kebijakan suku bunga The Fed, rilis data PDB AS. Harga saham emiten perminyakan berguguran seiring turunnya harga minyak dunia.
Dow Jones Industrial Average turun 0,15% (-26,51 poin) menjadi 17.977,24.
S&P 500 menyusut 0,18% (-3,79 poin) di posisi 2.087,79.
Nasdaq Composite melorot 0,21% (-10,44 poin) ke level 4.895,79.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,80% menjadi US$23,59.
Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir di zona merah, melanjutkan tren penurunan indeks di bursa saham Asia, sepanjang hari kemarin.Haarga saham energi dan komoditas pertambangan berguguran tertekan penurunan harga minyak. Rilis indeks iklim berbisnis Jerman oleh Ifo Institute yang cenderung stabil untuk periode April dibanding sebulan sebelumnya, tak mampu mendongkrak indeks saham.
FTSE 100 London anjlok 0,78% (-49,52 poin) menjadi 6.260,92.
DAX 30 Frankfurt merosot 0,76% (-79,14 poin) ke level 10.294,35.
CAC 40 Paris melorot 0,52% (-23,54 poin) ditutup di 4.546,12.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar terhadap sebagian besar mata uang dunia di pasar New York, pagi tadi ditutup melemah terpengaruh rilis data makro eksonomi AS yang lebih buruk dari perkiraan. Data penjualan rumah baru pada bulan lalu turun 1,5 persen menjadi 511.000 unit, lebih rendah dari konsensus pasar, yakni 522.000. Pasar menunggu rapat kebijakan The Fed yang digelar Selasa-Rabu ini. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS turun 0,34 persen menjadi 94,88.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.1267 |
-0.0001 |
-0.01% |
6:37 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.4482 |
0.0000 |
0.00% |
6:37 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
111.29 |
0.09 |
+0.08% |
6:33 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.4928 |
-0.0067 |
-0.10% |
11:29 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,199.00 |
5.00 |
+0.04% |
4:59 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditass New York dan London, hingga pagi tadi berakhir melemah tertekan kekhawatiran akan peningkatan stok Amerika, dan peningkatan produksi minyak Arab Saudi. Penghasil minyak terbesar dunia itu melaporkan segera menyelesaikan proyek perluasan ladang minyak Syahbah dari 750.000 barel menjadi 1,0 juta barel per hari sehingga berpotensi menambah pasokan global yang sudah melimpah. Genscape melaporkan persediaan minyak AS di Cushing, Oklahoma naik 1.549.705 barel pada akhir pekan lalu.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Juni, turun US$1,09 (-2,5%) menjadi US$42,64 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni, turun 63 sen dolar (-1,4%) menjadi US$44,48 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mulai hari ini. Analis meyakini The Fed tidak akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan itu. Pelemahan dolar AS ikut mendorong harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Juni naik US$10,2 (0,83%) menjadi US$1.240,20 per ounce.
Harga emas di pasarr spot naik 0,39% menjadi US$1.236,76 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar