Kamis, April 21

Morning Update IPOT 21 April 2016

Global Market Wrap

Indeks di bursa saham Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup menguat dengan Dow Jones menguat 43 poin (+0,24%) di level 18.096 dan Nasdaq menguat 8 poin (+0,16%) di level 4.948. Penguatan ditopang oleh kenaikan pada saham-saham sektor energi merespon kenaikan harga minyak dunia. Dari regional, Pagi ini indeks Nikkei dibuka menguat sebesar 280 poin (+1,66%). Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka melemah 36 poin (-0,27%) menjadi Rp13.180.


Technical Ideas

Seiring penguatan bursa global kemarin dan penguatan pada bursa saham asia pagi ini, ditengah pelemahan pada IHSG kemarin membuat IHSG berpotensi untuk bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.835 dan resistance 4.905. Pergerakan aliran dana investor asing tetap menjadi salah satu poin penting yang berpengaruh terhadap IHSG, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          ICBP (Spec Buy, TP: Rp15.300, Support: Rp14.700)
·          ADRO (Spec Buy, TP: Rp740, Support: Rp695)
·          INTP (Spec Buy, TP: Rp20.400, Support: Rp19.800)
·          ASII (BoW, TP: Rp7.700, Support: Rp7.475)
 
News Highlight

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) optimis bisa meraih kinerja yang lebih positif tahun ini dibanding dengan tahun sebelumnya. Kuartal I 2016, perseroan telah membukukan laba bersih konsolidasi sekitar Rp 130M dan pendapatannya diperkirakan mencapai Rp 3,5T. Pencapaian kinerja WSKT tersebut melesat cukup tajam jika dibandingkan dengan periode yang hanya membukukan laba bersih sebesar Rp 11,96M. Sementara pendapatannya melonjak tiga kali lipat dari Rp 1,03T di tiga bulan pertama tahun lalu.

PT PP Properti Tbk (PPRO) mencetak kinerja positif di awal tahun ini. Selama kuartal I-2016, PPRO meraih pra penjualan atau marketing sales Rp 550 miliar. Jumlah itu naik 23% year-on-year (yoy). Di periode sama, PPRO meraup laba bersih Rp 90 miliar, naik 13% yoy. Sepanjang 2016, anak usaha PT PP Tbk (PTPP) ini membidik marketing sales Rp 2,1T. Adapun target laba bersihya Rp 360M. Jadi, hingga kuartal I-2016, realisasi pra penjualan dan laba bersih PPRO masing-masing 26% dan 25% dari target 2016.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berencana untuk menerbitkan obligasi berkelanjutan pada semester II-2016. Penerbitan surat utang ini dilakukan guna memperkuat struktur permodalan yang nantinya dialokasikan kepada ekspansi bisnis.

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) terus membidik proyek untuk mencapai target kontrak baru pada tahun ini. Emiten konstruksi pelat merah ini tengah mengincar dua proyek strategis senilai total Rp 850M. Pertama, WIKA mengincar proyek renovasi gelanggang olahraga (GOR) balap sepeda Velodrome Rawamangun, Jakarta Timur senilai Rp 450 miliar. Sarana ini akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan Asian Games 2018. Kedua, WIKA membidik proyek Auto Moving People System (AMPS) Angkasa Pura II di Bandara Soekarno-Hatta senilai Rp 400 miliar. Ini adalah proyek commuter line yang menghubungkan terminal I dan terminal II.

PT Acset Indonusa Tbk (ACST) akan membagikan dividen tunai kepada pemegang sahamnya sebesar R33,5 per saham pada 20 Mei 2016 mendatang. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 26-27 April 2016 dan di pasar tunai 29 April-2 Mei 2016 dengan DPS hingga 29 April.

PT Antam (Persero) Tbk (ANTM) menggandeng dua perusahaan asal Jerman yaitu Cronimet Holding GmbH dan Ferrostaal Industrial Projects GmbH untuk bekerja sama dalam mengembangan fasilitas produksi feronikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, Indonesia.

PT Petrosea Tbk (PTRO) menurunkan nilai belanja modal atau capital expenditure (capex) secara signifikan dibanding tahun sebelumnya. Ini dilakukan seiring tren penurunan harga batubara di 2015 telah melemahkan kinerja bisnis dan keuangan perseroan.

Akses full report di:  http://ipot.id/?g=r/e/3c12sy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar