Global Market Wrap
Indeks
di bursa saham Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup menguat dengan Dow
Jones menguat 43 poin (+0,24%) di level 18.096 dan Nasdaq menguat 8
poin (+0,16%) di level 4.948. Penguatan
ditopang oleh kenaikan pada saham-saham sektor energi merespon kenaikan harga
minyak dunia. Dari regional, Pagi ini indeks
Nikkei dibuka menguat sebesar 280 poin (+1,66%). Nilai tukar Rupiah
terhadap USD pagi ini dibuka melemah 36 poin (-0,27%) menjadi Rp13.180.
Technical Ideas
Seiring
penguatan bursa global kemarin dan penguatan pada bursa saham asia pagi ini,
ditengah pelemahan pada IHSG kemarin membuat IHSG berpotensi untuk bergerak
bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG
akan bergerak pada rentang support 4.835 dan resistance 4.905. Pergerakan
aliran dana investor asing tetap menjadi salah satu poin penting yang
berpengaruh terhadap IHSG, mengingat investor asing masih mendominasi
pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
·
ICBP (Spec Buy, TP:
Rp15.300, Support: Rp14.700)
·
ADRO (Spec Buy, TP: Rp740,
Support: Rp695)
·
INTP (Spec Buy, TP:
Rp20.400, Support: Rp19.800)
·
ASII (BoW, TP: Rp7.700,
Support: Rp7.475)
News Highlight
PT
Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) optimis bisa meraih kinerja
yang lebih positif tahun ini dibanding dengan tahun sebelumnya. Kuartal I 2016,
perseroan telah membukukan laba bersih konsolidasi sekitar Rp 130M dan
pendapatannya diperkirakan mencapai Rp 3,5T. Pencapaian kinerja WSKT tersebut
melesat cukup tajam jika dibandingkan dengan periode yang hanya membukukan laba
bersih sebesar Rp 11,96M. Sementara pendapatannya melonjak tiga kali lipat dari
Rp 1,03T di tiga bulan pertama tahun lalu.
PT
PP Properti Tbk (PPRO) mencetak kinerja positif di awal tahun ini. Selama
kuartal I-2016, PPRO meraih pra penjualan atau marketing sales Rp
550 miliar. Jumlah itu naik 23% year-on-year (yoy). Di periode
sama, PPRO meraup laba bersih Rp 90 miliar, naik 13% yoy. Sepanjang 2016, anak
usaha PT PP Tbk (PTPP) ini membidik marketing sales Rp 2,1T. Adapun target laba
bersihya Rp 360M. Jadi, hingga kuartal I-2016, realisasi pra penjualan dan laba
bersih PPRO masing-masing 26% dan 25% dari target 2016.
PT
Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berencana untuk
menerbitkan obligasi berkelanjutan pada semester II-2016. Penerbitan surat
utang ini dilakukan guna memperkuat struktur permodalan yang nantinya
dialokasikan kepada ekspansi bisnis.
PT
Wijaya Karya Tbk (WIKA) terus membidik proyek untuk mencapai
target kontrak baru pada tahun ini. Emiten konstruksi pelat merah ini tengah
mengincar dua proyek strategis senilai total Rp 850M. Pertama, WIKA mengincar
proyek renovasi gelanggang olahraga (GOR) balap sepeda Velodrome Rawamangun,
Jakarta Timur senilai Rp 450 miliar. Sarana ini akan digunakan untuk mendukung
pelaksanaan Asian Games 2018. Kedua, WIKA membidik proyek Auto Moving People
System (AMPS) Angkasa Pura II di Bandara Soekarno-Hatta senilai Rp 400 miliar.
Ini adalah proyek commuter line yang menghubungkan terminal I dan
terminal II.
PT
Acset Indonusa Tbk (ACST) akan membagikan dividen tunai kepada
pemegang sahamnya sebesar R33,5 per saham pada 20 Mei 2016 mendatang. Cum dan
ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 26-27 April 2016 dan di pasar tunai
29 April-2 Mei 2016 dengan DPS hingga 29 April.
PT
Antam (Persero) Tbk (ANTM) menggandeng dua perusahaan asal Jerman
yaitu Cronimet Holding GmbH dan Ferrostaal Industrial Projects GmbH untuk
bekerja sama dalam mengembangan fasilitas produksi feronikel di Pomalaa,
Sulawesi Tenggara, Indonesia.
PT
Petrosea Tbk (PTRO) menurunkan
nilai belanja modal atau capital expenditure (capex) secara signifikan
dibanding tahun sebelumnya. Ini dilakukan seiring tren penurunan harga batubara
di 2015 telah melemahkan kinerja bisnis dan keuangan perseroan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar