Kamis, April 21

Market Brief: Global Menguat, Aksi Wait and See Membayangi Peluang Laju IHSG

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (21/4) dibuka menguat melanjutkan tren positif yang berhembus di bursa saham Eropa dan AS, ditopang kenaikan harga minyak.

Mengawali perdagangan saham global hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka melesat 1,07 persen, didorong oleh kenaikan harga saham emiten energi , pertambangan logam dan perbankan, seiring laju kenaikan harga komoditas global. Laju penguatan indeks ASX 200 sedikit mereda menjadi 0,87% (45,45 poin) di level 5.261,40 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 melesat 1,87% (315,99 poin) ke level 17.222,53 setelah dibuka dengan mencatatkan kenaikan 1,66 persen. Laju penguatan indeks didukung oleh pelemahan nilai tukar yen terhadap dolar AS yang mendongkrak sebagian besar harga saham emiten eksportir di sektor otomotif dan elektronika. Aksi jual menekan saham Mitsubishi terkait pengungkapan manipulasi data uji efisiensi bahan bakar.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,52%, dan berlanjut 0,27% menjadi 2.011,27. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 0,80% menjadi 21.406,40. Indeks Shanghai Composite, China melorot 0,61% ke level 2.954,37.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu keluar dari tekanan aksi jual sepanjang hari kemarin, berupaya kembali ke zona hijau memanfaatkan sentimen positif tren penguatan indeks di bursa saham AS dan Asia pagi ini. Analis memperkirakan, indeks cenderung akan berbalik menguat, meski pun dibayangi aksi wait and see jelang pengumuman suku bunga Bank Indonesia.

Tim Riset Indo Premier berpendapat penguatan bursa global kemarin dan bursa saham Asia pagi ini, di tengah pelemahan IHSG kemarin, berpotensi membuat IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.835 dan resistance 4.905.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ICBP [ICBP 15,000 300 (+2,0%)] (Spec Buy, TP: Rp15.300, Support: Rp14.700), ADRO [ADRO 720 20 (+2,9%)] (Spec Buy, TP: Rp740, Support: Rp695), INTP [INTP 20,150 100 (+0,5%)] (Spec Buy, TP: Rp20.400, Support: Rp19.800), ASII [ASII 7,575 -25 (-0,3%)] (BoW, TP: Rp7.700, Support: Rp7.475).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan pada semua indeks saham acuan, ditopang kenaikan tajam harga minyak ditengah laporan kinerja keuangan emiten yang variatif. Harga saham perbankan dan teknologi mencatatkan kenaikan, namun harga saham emiten konsumer dan utilitas melemah. Kenaikan indeks juga didukung oleh rilis data penjualan rumah AS periode Maret yang melonjak 5,1 persen.

Dow Jones Industriaal Average menguat 0,24% (42,67 poin) ke level 18.096,27.
S&P 500 naik tipis 0,08% (1,60 poin) menjadi 2.102,40.
Nasdaq Composite naik 0,16% (7,80 poin) ditutup di posisi 4.948,13.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,46% menjadi US$23,99.

Bursa saham Eropa tadi malam ditutup juga dengan membukukan kenaikan didorong sentimen positif kenaikan harga minyak, mematahkan tren pelemahan indeks di bursa Asia yang terpengaruh oleh penurunan harga minyak pasca berakhirnya pemogokan pekerja minyak di Kuwait. Harga saham-saham energi dan komoditas pertambangan logam, serta otomotif menjadi motor kenaikan indeks.

FTSE 100 naik 0,08% (4,91 poin) menjadi 6.410,26.
DAX 30 melaju 0,69% (71,70 poin) ke level 10.421,29.
CAC 40 Paris menguat 0,56% (25,44 poin) berakhir di posisi 4.591,92.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sebagian besar mata uang dunia di pasar New York, pagi tadi ditutup dengan mencatatkan penguatan, terangkat oleh rilis data makroekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan. Pasar juga mengkhawatirkan Bank Sentral Eropa (ECB) akan kembali melakukan pelonggaran moneter, sehingga menekan nilai tukar euro. Total penjualan rumah di AS melonjak 5,1 persen menjadi 5,33 juta selama periode Maret, dari 5,07 juta pada Februari, lebih tinggi dari konsensus pasar sebesar 5,268 juta.
Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS naik 0,57 persen menjadi 94,509.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1301

0.0004

+0.04%

6:39 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.4334

0.0002

+0.01%

6:39 PM

Yen (USD-JPY)

109.77

-0.07

-0.06%

6:33 PM

Yuan (USD-CNY)

6.4684

0.0084

+0.13%

11:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,144.00

8.50

+0.06%

4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 20/4/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di pasar komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak menguat, dipicu berita penurunan produksi minyak mentah AS. Produksi minyak mentah AS hingga jelang akhir pekan lalu turun 24.000 barel menjadi 8,95 juta barel per hari, lebih dari 600.000 barel di bawah puncak produksi pada pertengahan 2015. Departemen Energi AS memperkirakan produksi minyak AS akan terus menyusut rata-rata 8,6 juta bph pada tahun ini, turun 800.000 barel dari tahun lalu, dan 8,0 juta bph pada 2017. Namun stok minyak mentah komersial melonjak 2,1 juta barel pada pekan lalu menjadi 538,6 juta barel.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Mei, naik US$1,55 (3,8%) menjadi US$42,63 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni, naik US$1,77 (4,0%) menjadi US$45,80 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dengan mencatatkan kenaikan tipis di tengah penguatan nilai tukar dolar AS, merespons rilis data penjualan rumah AS yang lebih baik dari perkiraan. Para trader menantikan rilis laporan klaim pengangguran mingguan dan survei prospek bisnis Federal Reserve Philadelphia, yang akan diumumkan hari ini.

Harga emas untuk pengiriman Juni naik tipis US$0,1 (0,01%) menjadi US$1.254,40 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,54% menjadi US$1.243,30 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar