Global Market Wrap
Indeks
di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan akhir pekan lalu dengan
ditutup menguat, dengan Dow Jones menguat 107 poin (+0,60%) di level
18.004 dan Nasdaq menguat 22 poin (+0,44%) di level 4.960. Penguatan
ditopang oleh reboundnya harga minyak mentah dari level terendahnya hari itu
pasca pertemuan di doha yang menemui jalan buntu. Saham-saham
sektor energi juga ikut mengalami rebound yang cukup signifikan. Dari regional, Pagi ini indeks Nikkei dibuka
menguat sebesar 307 poin (+1,87%). Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi
ini dibuka menguat 2 poin (+0,02%) menjadi Rp13.168.
Technical Ideas
Seiring
penguatan bursa saham global, penguatan pada IHSG kemarin dan penguatan pada
bursa saham asia serta nilai tukar rupiah terhadap USD pagi ini membuat IHSG
berpotensi untuk melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support
4.820 dan resistance 4.900. Pergerakan aliran dana investor asing tetap menjadi
salah satu poin penting yang berpengaruh terhadap IHSG, mengingat investor
asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati
antara lain:
·
WSKT (Spec Buy, TP:
Rp2.230, Support: Rp2.160)
·
BBNI (Spec Buy, TP:
Rp5.150, Support: Rp4.890)
·
AKRA (Spec Buy, TP:
Rp6.950, Support: Rp6.675)
·
BMRI (Spec Buy, TP:
Rp10.000, Support: Rp9.350)
News Highlight
PT
Adaro Energy Tbk (ADRO) Sebagai salah satu perusahaan yang
turut membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Batang, Jawa Tengah
menyatakan bahwa, proyek tersebut masih berjalan sesuai rencana. Selain itu,
DRO ini juga memastikan penyelesaian pendanaan (financial closing) tersebut
akan rampung pada 6 Juni 2016 mendatang, meski mundur dua bulan dari target
yang telah dicanangkan sebelumnya.
PT Bank Mega Tbk (MEGA) akan
membagikan dividen tunainya sebesar Rp75,58 per saham pada 19 Mei mendatang
kepada pemegang sahamnya. Cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada
22-25 April 2016 dan di pasar tunai 27-28 April 2016 dengan DPS hingga 27 April
2016. Seperti diketahui dalam RUPS Tahunan pada 15 April akhir pekan lalu, RUPS
Tahunan menetapkan nilai pembagian dividen sebesar Rp526.350.000.000 yang akan
dibagikan kepada 6.963.775.206 saham perseroan.
PT
Link Net Tbk (LINK) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp42
per saham pada 19 Mei mendatang, demikian keterangan perseroan Selasa. Adapun
cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 22-25 April 2016 dan di
pasar tunai 27-28 April 2016 dengan DPS hingga 27 April 2016.
PT
Siantar Top Tbk (STTP) berencana melakukan private placement
atau Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
Menurut keterangan Selasa disebutkan bahwa saham baru yang akan dikeluarkan
sebanyak 113.757.970 saham atau maksimal 10% saham. Harga pelaksanaan saham
baru tersebut sekurang-kurangnya Rp8.352 per saham sehingga dana yang diterima
perusahaan ini mencapai Rp950.106.563.770.
Pemerintah
memasang target bisa menambah pasokan listrik hingga 35.000 MW dalam 5 tahun,
artinya ada tambahan 7.000 MW setiap tahun. Proyek listrik 35.000 MW dibuat
supaya Indonesia tidak mengalami krisis listrik di masa mendatang. Tapi sampai
hari ini, realisasi proyek 35.000 MW baru 100 MW alias 0,28% saja. Baru satu
pembangkit listrik dari proyek 35.000 MW yang sudah selesai dibangun dan mulai
beroperasi (Commercial Operation Date/COD), yaitu PLTG Gorontalo 4x25
MW. Kementerian ESDM mengakui bahwa realisasi dari proyek 35.000 MW memang
masih kecil sekali. Alasannya, proyek ini baru diluncurkan Mei 2015 lalu, belum
genap setahun.
Presiden Joko Widodo
menghadiri bisnis forum di Berlin, Jerman, yang dihadiri sekitar 200 pengusaha
Jerman. Dalam kesempatan itu Jokowi mengundang para pengusaha Jerman untuk
investasi di Indonesia. Dalam kunjungan Jokowi ke Jerman ini juga diikuti
dengan penandatanganan nota kesepahaman rencana kerja sama investasi Jerman di
Indonesia senilai US$ 875 juta atau setara Rp 11,4 triliun (kurs Rp 13.000 per
dolar AS). Dari nilai tersebut, US$ 800 juta merupakan penandatangan nota
kesepahaman antara Ferrostahl Cronimet-ANTAM, US$ 40 juta Myer Werft-PELNI
kemudian APRIL-Inava sebesar US$ 35 juta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar