Mengawali perdagangan saham global hari ini, bursa saham Australiia dibuka dengan melambungkan indeks ASX 200 sebesar 1,54 persen, didorong kenaikan harga saham energi dan pertambangan. Kenaikan indeks ASX 200 berlanjut sebesar 1,56% (80,04 poin) ke level 5.217,10 pada pukul 8:20 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang terus melesat 3,60% (585,163 poin) ke posisi 16.861,11, setelah dibuka dengan meroket 3,57 persen. Lonjakan indeks sekaligus menghapuskan kerugian pada penutupan bursa kemarin yang turun 3,4 persen, dan mendorong pelemahan yen terhadap dolar AS, di tengah penguatan harga minyak pagi ini. Sentimen pasar pulih kembali setelah mengalami guncangan gempa sejak akhhir pekan lalu.
Indeks Kospi Korea Selatan dibuka menguat 0,42 persen dan berlanjut naik 0,45% ke level 2.018,18. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melesat 1,31% ke posisi 21.438,13. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,44% menjadi 3.047,13.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari diharapkan akan mampu melanjutkan manuvernya di zona hijau, ditopang tren penguatan indeks di bursa saham Asia. Analis memperkirakan, keberhasilan IHSG bertahan di teritori positif di tengah tren melemahnya bursa saham Asia kemarin, diperkirakan akan berlanjut menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG-BI), 20-21 April, menembus target resisten 4.925.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street, pagi tadi berakhir ceria mengantarkan indeks Dow Jones Industrial Average ke atas level 18.000 untuk pertama kalinya dalam 9 bulan terakhir. Meskipun harga minyak melemah akibat kegagalan pertemuan Doha, harga saham-saham perusahaan minyak AS tetap naik hingga 3 persen, diikuti saham emite perbankan.
Indeks Dow Jones Industrial Average melaju 0,60% (106,70 poin) di posisi 18.004,16.
S&P 500 melompat 0,65% (13,61 poin) ke level 2.094,34.
Nasdaq Composite naik 0,44% (21,80 poin) menjadi 4.960,02.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 2,71% menjadi US$23,88.
Bursa saham utama Eropa, tadi malam juga berakhir dengan membukukan kenaikan, kendati harga minyak melemah. Kenaikan indeks terutama didorong oleh kenaikan harga saham emiten otomotif, yang melaporkan perbaikan kinerja sepanjang Maret lalu.
FTSE 100 London naik 0,15% (9,77 poin) menjadi 6.353,52.
DAX 30 Frankfurt melaju 0,68% (68,74 poin) ke level 10.120,31.
CAC 40 Paris menguat 0,26% (11,67 poin) menjadi 4.506,84.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar terhadap sejumlah mata uang dunia, di pasar uang Neww York, pagi tadi ditutup melemah setelah investor kembali memburu mata uang safe haven di tengah pelemahan harga minyak. Nilai tukar mata uang terkait komoditas menguat terhadap dolar AS, setelah harga minyak bergerak keluar dari tekanan tajam penurunan.
Pasar semakin yakin bahwa The Fed akan sangat berhati-hati untuk menaikkan suku bunga, karena perkembangan data ekonommi AS dan dunia yang kurang mendukung. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, turun 0,22 persen menjadi 94,486.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
| Currency | Value | Change | % Change | Time (ET) |
| Euro (EUR-USD) | 1.1310 | -0.0003 | -0.03% | 6:40 PM |
| Poundsterling (GBP-USD) | 1.4275 | -0.0003 | -0.02% | 6:40 PM |
| Yen (USD-JPY) | 108.87 | 0.05 | +0.05% | 6:31 PM |
| Yuan (USD-CNY) | 6.4752 | -0.0003 | 0.00% | 11:29 AM |
| Rupiah (USD-IDR) | 13,170.00 | -7.50 | -0.06% | 4:57 AM |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa New York dan London, hingga pagi tadi bergerak melemah, setelah sempat mencatatkan penurunan tajam dipicu kegagalan pertemuan produsen minyak dunia di Doha, untuk penyepakati pembatasan produksi. Harga minyak tertahan dari penurunan lebih dalam, setealh tersiar kabar pemogokan yang mengakibatkan pengurangan lebih dari 60 persen produksi minyak Kuwait.
Harga minyak WTI, untuk penyerahan Mei turun 58 sen (-1,4%) menjadi US$39,78 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni turun 19 sen (-0,4%) menjadi US$42,91 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi ditutup dengan mencatatkan kenaikaikan tipis, didukung pelemahan nilai tukar dolar AS.
Harga emas untuk pengiriman Juni naik US$0,40 (0,03%) menjadi US$1.235,00 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,12% menjadi US$1.232,16 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar