Global Market Wrap
Indeks
di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup
menguat cukup signifikan, dengan Dow
Jones menguat 187 poin (+1,06%) di level 17.908 dan Nasdaq menguat
75 poin (+1,55%) di level 4.947. Penguatan didorong oleh respon positif
terhadap data ekonomi Tiongkok yang kuat dan laba kuartalan JP Morgan Case yang
lebih baik dari ekspektasi. Dari regional,
Pagi ini indeks Nikkei dibuka menguat sebesar 249 poin (+1,52%). Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini
dibuka melemah 75 poin (+0,57%) menjadi Rp13.233.
Technical Ideas
Seiring
penguatan bursa saham global dan penguatan pada IHSG kemarin serta penguatan
pada bursa saham asia pagi ini membuat IHSG berpotensi bergerak melanjutkan
penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang
support 4.825 dan resistance 4.880. Pergerakan
aliran dana investor asing tetap menjadi salah satu poin penting yang
berpengaruh terhadap IHSG, mengingat investor asing masih mendominasi
pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
·
BJBR (Buy, TP: Rp995,
Support: Rp920)
·
LPKR (Spec Buy, TP:
Rp7.200, Support: Rp6.850)
·
MNCN (Spec Buy, TP: Rp2.190,
Support: Rp2.070)
·
INDF (Spec Buy, TP:
Rp7.250, Support: Rp7.075)
News Highlight
PT
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI masih
mengkaji mengenai kemungkinan membuka kantor cabang di Thailand. Kajian itu
dilakukan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menandatanagi kerja sama dengan
otoritas bank Thailand. BRI siap melakukan seleksi ketat untuk memilih pasar
mana yang memang memiliki peluang besar bagi aktivitas bisnis BRI. Dalam hal
ini, BRI membidik para pengusaha yang berorientasi terhadap ekspor.
PT Kino Indonesia Tbk
(KINO) baru menggunakan dana hasil IPO sebesar Rp186,97M
hingga periode akhir Maret 2016. Dari IPO yang digelar Desember 2015 lalu
perusahaan ini meraih dana bersih Rp796,41M. Adapun dana tersebut baru
digunakan sebesar Rp4,65M untuk belanja modal dan Rp182,32M untuk modal
kerja.
PT Matahari Putra Prima
Tbk (MPPA) bakal membagikan sisa dividen tunai kepada pada
pemegang saham sebesar Rp 139,8M atau Rp 26 per saham. Sebelumnya atau awal
Desember 2015, perseroan telah membagikan dividen interim sebesar Rp 37,6M atau
Rp 7 per saham. Artinya, total dividen tunai yang dibagikan ke pemegang saham
Matahari Putra Prima adalah sebesar Rp 177,5 miliar atau Rp 33 per saham untuk
tahun buku 2015. MPPA akan terus melakukan ekspansi secara nasional serta
berada pada posisi yang baik untuk terus menggapai pangsa pasar. Untuk tahun
ini, Matahari bakal membuka
32-45 gerai baru pada tahun ini.
32-45 gerai baru pada tahun ini.
PT
Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) terus melakukan
penjajakan mencari kawasan tambang yang berlokasi di Kalimantan dan Sumatera.
Untuk, perkiraan nilai akuisisi dan identitas perusahaan belum disebutkan oleh
Perseroan. Sementara itu, perseroan optimistis dengan terbentuknya holding BUMN
tambang yang direncanakan akhir tahun ini dapat memberikan nilai tambah bagi
perseroan dan pemegang saham.
PT
Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) berniat melakukan
Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan
mengeluarkan saham baru sebanyak 1.020.292.500 lembar atau maksimal 10%. Menurut
keterangan Rabu disebutkan bahwa perseroan akan mengeglar RUPS Luar Biasa pada
20 Mei mendatang untuk meminta persetujuan dari pemegang saham. Harga saham
baru itu sekurang-kurangnya Rp4.105 per lembar saham sehingga dana yang diraih
sebesar 4.188.300.712.500.
PT
Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengeluarkan biaya pengeluaran
preliminary untuk kegiatan eksplorasi Maret 2016 sebesar Rp972,14 juta. Menurut
keterangan perseroan menyebutkan kegiatan eksplorasi Antam di Maret berfokus
pada komoditas emas dan nikel.
Express Group menurunkan
tarif Taksi Express Tbk (TAXI) menyesuaikan penurunan
harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Di samping itu, TAXI Express juga menurunkan
tarif minimum dari Rp 40.000 ke Rp 15.000. Tarif minimum berlaku untuk setiap
pemesanan TAXI via Contact Center. Penurunan tarif ini berlaku sejak 8 April
2016.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar