Rabu, April 6

Morning Update 6 April 2016

Global Market Wrap

Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah, dengan Dow Jones melemah 134 poin (-0,75%) di level 17.603 dan Nasdaq melemah 48 poin (-0,98%) di level 4.844. Pelemahan tertekan sentiment dari bervariasinya data ekonomi. Dari regional, Pagi ini indeks Nikkei dibuka melemah sebesar 5 poin (-0,03%). Nilai tukar Rupiah terhadap USD pagi ini dibuka menguat 27 poin (+0,20%) menjadi Rp13.195.


Technical Ideas

Seiring penguatan pada IHSG yang disertai arus masuk dana investor asing yang cukup besar kemarin, adanya potensi penguatan lanjutan pada beberapa saham dengan kapitalisasi pasar yang besar dan penguatan pada nialai tukar rupiah pagi ini ditengah pelemahan pada bursa saham global membuat IHSG berpotensi untuk bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.825 dan resistance 4.885. Pergerakan aliran dana investor asing tetap menjadi salah satu poin penting yang berpengaruh terhadap IHSG, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:

·          BBNI (Spec Buy, TP: Rp4.885, Support: Rp4.825)
·          HMSP (Spec Buy, TP: Rp104.825, Support: Rp97.675)
·          INCO (BoW, TP: Rp7.375, Support: Rp7.175)
·          GIAA (SoS, TP: Rp483, Support: Rp446)
 
News Highlight

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) alami penurunan laba bersih sebesar 22,38% per Desember 2015 menjadi Rp560,91M dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp722,68M. Penjualan alami penurunan menjadi Rp2,37T dari penjualan tahun sebelumnya yang Rp2,61T.

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) meraih pendapatan sebesar Rp1,39T hingga periode Desember 2015 dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang Rp1,14T. Laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas induk mencapai Rp34,14M naik dari laba periode sama tahun sebelumnya yang Rp42,97M.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp15 per saham kepada pemegang sahamnya pada 27 April 2016. cum dan ex dividen di pasar reguler/negosiasi pada 11-12 April 2016 dan di pasar tunai 14-15 April 2016 dengan DPS hingga 14 April 2016. Dalam RUPS itu juga disetujui rencana buyback saham perseroan sebanyak maksimal 5 persen dengan dana sebesar Rp380.000.000.000.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), salah satu pemegang sahamnya yakni PT Bina Arta Charisma (BAC) melepas sebagian sahamnya untuk divestasi. Keterangan BAC pada Rabu menyebutkan BAC melepas sebanyak 2.250.000 saham KLBF di harga penjualan Rp1.400-Rp1.460 pada 30 dan 31 Maret 2016. Menurut catatan berdasarkan laporan keuangan Kalbe Farma pada 2015, Bina Artha Charisma memiliki sebanyak 4.046.166.540 saham atau mewakili 8,63% dari total saham KLBF.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), tim Ekonom Bank Mandiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sulit melebihi 5,0%, di antaranya karena terhambatnya transmisi manfaat dari pelonggaran kebijakan moneter, serta realisasi belanja fiskal yang terkendala penerimaan.

PT Ace Hardware Tbk (ACES) kembali menambah gerai baru pada 7 April 2016 lalu. Gerai ke empat yang dibuka perseroan tahun ini memiliki luas 2.100 meter persegi. Dengan demikian perseroan akan memiliki total 120 gerai. 

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), Arifin Panigoro, mengakui sedang mengincar kepemilikan saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Menurut Arifin, proses akuisisi tambang di Nusa Tenggara Barat (NTB) itu sebentar lagi rampung. Arifin akan memberi penjelasan lebih lanjut setelah semua proses selesai.

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melakukan pembelian saham PT Lintas Bahana Abdi melalui dua anak perusahaanya PT Bahana Indonor dan PT Indomix Perkasa. Saham Lintas Bahana Abadi yang dibeli dua anak perusahaan Indocement ini milik PT Bangunsukses Niagatama Nusantara senilai Rp28.050.000.000. Sumber dana yang digunakan untuk akuisis adalah dana internal Bahana Indonor dan Indomix Perkasa.

PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memessan Efek Terlebih Dahulu I sebanyak-banyaknya 1.158.015.120 saham dengan nominal Rp100 dengan harga pelaksanaan ditentukan kemudian. setiap pemegang 5 saham lama yang tercatat hingga 27 Mei 2016 berhak atas 2 HMETD untuk membeli 1 saham baru.

Akses full report di:   http://ipot.id/?g=r/e/3c12os

Tidak ada komentar:

Posting Komentar