Global Market Wrap
Indeks
di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup
melemah, dengan Dow Jones melemah 134 poin (-0,75%) di level 17.603 dan Nasdaq
melemah 48 poin (-0,98%) di level 4.844. Pelemahan
tertekan sentiment dari bervariasinya data ekonomi. Dari regional, Pagi ini
indeks Nikkei dibuka melemah sebesar 5 poin (-0,03%). Nilai tukar Rupiah
terhadap USD pagi ini dibuka menguat 27 poin (+0,20%) menjadi Rp13.195.
Technical Ideas
Seiring
penguatan pada IHSG yang disertai arus masuk dana investor asing yang cukup
besar kemarin, adanya potensi penguatan lanjutan pada beberapa saham dengan
kapitalisasi pasar yang besar dan penguatan pada nialai tukar rupiah pagi ini
ditengah pelemahan pada bursa saham global membuat IHSG berpotensi untuk
bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada
rentang support 4.825 dan resistance 4.885. Pergerakan aliran dana investor
asing tetap menjadi salah satu poin penting yang berpengaruh terhadap IHSG,
mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang
bisa dicermati antara lain:
·
BBNI (Spec Buy, TP:
Rp4.885, Support: Rp4.825)
·
HMSP (Spec Buy, TP:
Rp104.825, Support: Rp97.675)
·
INCO (BoW, TP: Rp7.375,
Support: Rp7.175)
·
GIAA (SoS, TP: Rp483,
Support: Rp446)
News Highlight
PT
Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) alami penurunan laba
bersih sebesar 22,38% per Desember 2015 menjadi Rp560,91M dibandingkan laba
bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp722,68M. Penjualan alami penurunan
menjadi Rp2,37T dari penjualan tahun sebelumnya yang Rp2,61T.
PT
Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) meraih pendapatan sebesar
Rp1,39T hingga periode Desember 2015 dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya
yang Rp1,14T. Laba tahun berjalan yang dapat didistribusikan ke pemilik entitas
induk mencapai Rp34,14M naik dari laba periode sama tahun sebelumnya yang
Rp42,97M.
PT Japfa Comfeed Indonesia
Tbk (JPFA) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp15 per saham
kepada pemegang sahamnya pada 27 April 2016. cum dan ex dividen di pasar
reguler/negosiasi pada 11-12 April 2016 dan di pasar tunai 14-15 April 2016
dengan DPS hingga 14 April 2016. Dalam RUPS itu juga disetujui rencana buyback
saham perseroan sebanyak maksimal 5 persen dengan dana sebesar
Rp380.000.000.000.
PT
Kalbe Farma Tbk (KLBF), salah satu pemegang sahamnya yakni
PT Bina Arta Charisma (BAC) melepas sebagian sahamnya untuk divestasi.
Keterangan BAC pada Rabu menyebutkan BAC melepas sebanyak 2.250.000 saham KLBF
di harga penjualan Rp1.400-Rp1.460 pada 30 dan 31 Maret 2016. Menurut catatan
berdasarkan laporan keuangan Kalbe Farma pada 2015, Bina Artha Charisma
memiliki sebanyak 4.046.166.540 saham atau mewakili 8,63% dari total saham
KLBF.
PT
Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), tim Ekonom Bank Mandiri
memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sulit melebihi 5,0%, di
antaranya karena terhambatnya transmisi manfaat dari pelonggaran kebijakan moneter,
serta realisasi belanja fiskal yang terkendala penerimaan.
PT
Ace Hardware Tbk (ACES) kembali menambah gerai baru pada 7
April 2016 lalu. Gerai ke empat yang dibuka perseroan tahun ini memiliki luas
2.100 meter persegi. Dengan demikian perseroan akan memiliki total 120
gerai.
PT
Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), Arifin Panigoro, mengakui
sedang mengincar kepemilikan saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Menurut
Arifin, proses akuisisi tambang di Nusa Tenggara Barat (NTB) itu sebentar lagi
rampung. Arifin akan memberi penjelasan lebih lanjut setelah semua proses
selesai.
PT
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melakukan pembelian saham
PT Lintas Bahana Abdi melalui dua anak perusahaanya PT Bahana Indonor dan PT
Indomix Perkasa. Saham Lintas Bahana Abadi yang dibeli dua anak perusahaan
Indocement ini milik PT Bangunsukses Niagatama Nusantara senilai
Rp28.050.000.000. Sumber dana yang digunakan untuk akuisis adalah dana internal
Bahana Indonor dan Indomix Perkasa.
PT Catur Sentosa Adiprana
Tbk (CSAP) melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memessan Efek
Terlebih Dahulu I sebanyak-banyaknya 1.158.015.120 saham dengan nominal Rp100
dengan harga pelaksanaan ditentukan kemudian. setiap pemegang 5 saham lama yang
tercatat hingga 27 Mei 2016 berhak atas 2 HMETD untuk membeli 1 saham baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar