Rabu, April 6

Market Brief: Global Melemah, Peluang Laju IHSG Dihadang Aksi Jual Regional

Ipotnews - Sinyal penguatan indeks pada saat pembukaan bursa saham Asia pagi ini (6/4) berlanjut meredup mengikuti tren penurunan tajam yang melanda bursa saham Eropa dan AS.

Mengawali perdagagan saham global hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka menguat 0,10 persen, terangkat oleh rebound harga saham emiten energi dan pertambangan, yang ditopang oleh kenaikan harga minyak dan emas. Namun laju penguatan indeks ASX 200 melambat, turun 0,03% (-1,68%) ke level 4.922,70 pada pukul 8:20 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melorot 0,47% (-73,47 poin) ke level 15.659,35, setelah dibuka melemah 0,18 persen. Sebagian besar harga saham emiten eksportir yang semula mencatatkan kenaikan, di tengah tren penguatan yen terhdap dolar AS, belakangan melemah kembali. Analis memperkirakan, laju penguatan yen akan mendorong bank sentral Jepang untuk bertindak, dan sejumlah emiten besar sudah melakukan lindung nilai terhadap risiko pelemahan dolar AS.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,30% menjadi 1.968,66. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melemah 0,38% ke level 20.100,00. Indeks Shanghai Composite, China melorot 0,44% di posisi 3.039,74

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu melanjutkan penguatan, setelah kemarin berhasil keluar dari zona merah, mengikuti tren kenaikan indeks saham acuan di awal perdagangan bursa saham Asia. Analis memperkirakan, indeks akan melanjutkan proses penguatan menuju target resisten terdekat dengan berupaya meninggalkan pola sideways jangka pendek. Namun indeks berpotensi mengalami pelemahan jika bursa regional dilanda aksi jual.

Tim Riset Indo Premier berpendapat penguatan IHSG yang disertai arus masuk dana investor asing kemarin, potensi penguatan beberapa saham berkapitalisasi besar dan penguatan nilai tukar rupiah pagi ini, di tengah pelemahan bursa saham global berpotensi membuat IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.825 dan resistance 4.885.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBNI [BBNI 5,200 75 (+1,5%)] (Spec Buy, TP: Rp4.885, Support: Rp4.825), HMSP [HMSP 101,000 4000 (+4,1%)] (Spec Buy, TP: Rp104.825, Support: Rp97.675), INCO [INCO 1,790 -25 (-1,4%)] (BoW, TP: Rp7.375, Support: Rp7.175), GIAA [GIAA 461 16 (+3,6%)] (SoS, TP: Rp483, Support: Rp446).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir suram dengan membukukan penurunan tajam pada semua indeks saham acuan, tertekan oleh buruknya laporan kinerja dan aksi korporasi sejumlah emiten. Aksi ambil untung berlanjut, setelah indeks mengalami reli pada pekan lalu. Rilis data kenaikan indeks pembelian manajer (PMI) non manufaktur periode Maret versi ISM sebesar 54,5, dari 53,5 pada Februari, dan  PMI sektor jasa versi Markit untuk periode yang sama dengan menunjukkan kenaikan menjadi 51,3 dari 49,7, tadi mampu mendongkrak indeks.

Dow Jones Industrial Average melorot 0,75% (-133.68 poin) menjadi 17.603,32.
S&P 500 anjlok 1,01% (-20,96 poin) ke posisi 2.045,17.
Nasdaq Composite melorot 0,98% (-47.86 poin) di level 4.843,93.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,38% menjadi US$23,27.

Bursa saham utama Eropa tadi malam juga berakhir dengan membukukan penurunan tajam pada semua indeks saham utama, terbebani oleh sentimen negatif di bursa Wall Street yang melemah hingga penutupan, di tengah rilis data pesanan industri Jerman periode Februari yang melorot 1,2 persen dibanding Januari, dan peringatan IMF akan pelambatan pertumbuan global. Harga saham energi dan pertambangan logam berguguran kendati harga minyak dan emas ditutup menguat. Harga saham perbankan rontok, terpengaruh oleh tersebarnya  “Panama Papers”.

FTSE 100 London anjlok 1,19% (-73,49 poin) menjadi 6.091,23.
DAX 30 Frankfurt terjungkal 2,63% (-258,72 poin) ke level 9.563,36.
CAC 40 Paris rontok 2,18% (-94,94 poin) di posisi 4.250,28.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS di pasar uang New York terhadap sejumlah mata uang dunia pagi tadi ditutup dengan sedikit menguat, namun melemah terhadap yen. Permintaan terhadap yen sebagai mata uang safe haven meningkat seiring dengan penurunan bursa ekuitas di seluruh dunia. Dolar juga mendapat tekanan dari laporan defisit barang dan jasa AS periode Februari yang mencapai US$47,1 miliar, naik US$1,2 miliar dibanding Januari. Indeks dolar yang menukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS naik 0,13% menjadi 94,63.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency
Value
Change
% Change
Time (ET)
Euro (EUR-USD)
1.1382
-0.0002
-0.02%
6:38 PM
Poundsterling (GBP-USD)
1.4157
-0.0004
-0.03%
6:38 PM
Yen (USD-JPY)
110.36
0.02
+0.02%
6:34 PM
Yuan (USD-CNY)
6.4771
-0.0047
-0.07%
11:29 AM
Rupiah (USD-IDR)
13,221.50
31.50
+0.24%
4:59 AM
Sumber : Bloomberg.com, 5/4/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York, dan Brent North Sea di bursa London, pagi tadi ditutup dengan mencatatkan sedikit kenaikan setelah berfluktuasi tajam sepanjang perdagangan. Harga minyak sedikit terangkat oleh pernyataan Kuwait bahwa rencana kesepakatan pembekuan produksi produsen minyak dunia akan dilakukan tanpa melibatkan Iran. Laju harga minyak terhambat oleh peringatan IMF akan pelambatan pertumbuhan global.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Mei naik 19 sen menjadi US$35,89 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni naik 18 sen meenjadi US$37,87 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir menguat di tegah pelemahan bursa saham global dan peringatan IMF akan pelambatan pertumbuhan global. Kenaikan harga emas juga didukung oleh rilis defisit perdagangan AS periode Februari yang meningkat menjadi minus US$47,1 miliar,lebih buruk dari perkiraan. Rilis jumlah lowongan pekerjaan AS periode Februari juga turun menjadi 5,445 juta, lebih rendah dibanding angka revisi Januari sebesar 5,604 juta. Namun, tingkat rekrutmen pekerja naik 0,2 poin menjadi 3,8 persen.

Harga emas untuk pengiriman Juni naik US$10,3 (0,84%)  menjadi US$1.229,60 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 1,33% menjadi US$1.230,89 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar