Global Market Wrap
Mayoritas indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah, dengan Dow Jones melemah 32 poin (-0,18%) di level 17.685 sementara Nasdaq menguat 1 poin (+0,01%) di level 4.869. Pelemahan terjadi menjelang laporan pegawai bulanan pada hari jum’at. Dari regional, Pagi ini indeks Nikkei dibuka melemah sebesar 39 poin (-0,23%). Nilai tukar Rupiahterhadap USD pagi ini dibuka menguat 32 poin (+0,24%) menjadi Rp13.207.
Technical Ideas
Sentimen pelemahan pada mayoritas bursa saham global dan pelemahan bursa asia pagi ini, ditengah penguatan yang terjadi pada IHSG kemarin dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap USD serta positifnya rilis data manufaktur China pagi ini membuat IHSG berpotensi untuk bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.815 dan resistance 4.870. Pergerakan aliran dana investor asing tetap menjadi salah satu poin penting yang berpengaruh terhadap IHSG, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:
· BBCA (Spec Buy, TP: Rp13.400, Support: Rp13.200)
· AALI (Spec Buy TP: Rp19.025, Support: Rp17.025)
· EXCL (Spec Buy TP: Rp4.055, Support: Rp3.930)
· SMGR (Spec Buy TP: Rp10.325, Support: Rp10.000)
Research Desk
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR IJ; Rp39.375; Hold). KINO melaporkan laba bersih tahun 2016 sebesar Rp5,9T (+2% yoy), raihan ini sesuai dengan konsensus. Dengan menggunakan metode DCF target harga kami mengimplikasikan P/E 2017F sebesar 43x. Kami memperkirakan pendapatan/EBIT tumbuh di 11%/10% CAGR di tahun 2015-2017F. Kami mempertahankan rating Hold untuk UNVR.
News Highlight
PT Bank Mandiri Persero Tbk (BMRI) menurunkan suku bunga kredit sektor produktif yakni segmen korporasi, komersial dan Usaha Kecil dan Menengah serta untuk Kredit Kepemilikan Rumah, kata pejabat tinggi bank pemerintah tersebut di Jakarta, Kamis. Perseroan memotong suku bunga kredit untuk sektor produktif sebesar 25 basis poin dan KPR sebesar 50 basis poin.
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) meraih kenaikan laba bersih per Desember 2015 menjadi Rp1,52T dibandingkan laba bersih periode tahun sebelmnya Rp1,45T. Pendapatan naik jadi Rp4,23T dari pendapatan tahun sebelumnya yang Rp4,07T.
PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) alami penurunan tajam laba bersih per Desember 2015 menjadi Rp596,51M dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp1,09T. Penjualan turun menjadi Rp2,78T dari penjualan tahun sebelumnya yang Rp3,63T.
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) meraih kenaikan laba bersih menjadi Rp226,02M per Desember 2015 atau Rp78 per saham dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang Rp212,33M. Hal itu tak lepas dari kenaikan penjualan menjadi Rp20T dari penjualan tahun sebelumnya yang Rp14,45T.
PT Saratoga Investama TBk (SRTG) mencatatkan pendapatan turun menjadi Rp4,28T per Desember 2015 dibandingkan pendapatan periode sama tahun sebelumnya yang Rp6,12T. Laba bersih diraih Rp923,40M naik dari laba bersih tahun 2014 yang Rp624,69M.
PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) alami penurunan tajam laba bersih per Desember 2015 menjadi Rp4,68M usai meraih laba bersih Rp61,33M di periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan turun jadi Rp1,54T dari pendapatan tahun sebelumnya yang Rp2,03T.
PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) rugi sebesar Rp179,73M per Desember 2015 usai meraih laba sebesar Rp189,47M di periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan usaha naik jadi Rp2,67T dari pendapatan usaha tahun sebelumnya yang Rp2,26T.
Bank Indonesia (BI) menyatakan likuiditas perekonomian uang beredar dalam arti luas atau M2 pada Februari 2016 tumbuh 7,2% secara tahunan, lebih lambat dibanding Januari yang naik 7,7% secara tahunan. Perlambatan M2 sebagian besar dipengaruhi oleh turunnya pertumbuhan penyaluran kredit yang pada Februari 2016 tumbuh 8% secara tahunan (yoy) atau sebesar Rp3.996,6T atau lebih rendah dibandingkan Januari 2016 sebesar 9,3%
Akses full report di: http://ipot.id/?g=r/e/3c12ne
Tidak ada komentar:
Posting Komentar