Senin, April 4

Market Brief: Sentimen Positif Penguatan Ekonomi AS, Dongkrak Bursa Asia

Ipotnews - Mengawali pekan ini, (4/4) bursa saham Asia bergerak bervariasi cenderung menguat - setelah sempat dibuka di zona merah - mengikuti tren positif di bursa Wall Street akhir pekan lalu, meski diwarnai kejatuhan harga minyak dunia.

Bursa saham Jepang bergerak berfluktuasi setelah dibuka melemah dengan mencatatkan penurunan indeks Nikkei 225 sebesar 0,47 persen, tertekan oleh penurunan harga saham-saham eksportir akibat penguatan nilai tukar yen terhadap dolar AS.

Namun tekanan penurunan mereda dan berbalik menguat dengan mencatatkan kenaikan sebesar 0,23% (36,72 poin) ke level 16.200 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks ASX 200 Australia juga melaju 0,51% (25,42 poin) ke level 5.024,80, setelah sempat turun tipis pada saat pembukaan. Indeks Kospi Korea Selatan, yang juga dibuka di teritori negatif, berlanjut dengan bergerak mendatar di posisi 1.973,55.

Bursa saham China, Hong Kong, dan Taiwan hari ini tutup.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, diharapkan mampu keluar dari tekanan pelemahan yang berlangsung hingga akhir pekan lalu, mengikuti tren penguatan indeks di bursa saham Asia, dan AS.

Analis memperkirakan, indeks berpeluang melakukan technical rebound didorong sentimen positif penguatan rupiah. Namun pergerakan indeks akan terganggu oleh laporan kinerja keuangan emiteen 2015 yang kurang memuaskan dan fluktuasi harga minyak dunia.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan pada bursa saham global, nilai tukar rupiah dan mayoritas bursa saham Asia pagi ini, di tengah pelemahan tipis IHSG akhir pekan lalu, berpotensi membuat IHSG bergerak menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.815 dan resistance 4.870.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: ICBP [ICBP 15,325 125 (+0,8%)] (Spec Buy, TP: Rp15.500, Support: Rp15.100), TLKM [TLKM 3,350 25 (+0,8%)] (BoW, TP: Rp3.380, Support: Rp3.245), BBRI [BBRI 11,100 -325 (-2,8%)] (BoW, TP: Rp11.225, Support: Rp10.650), KIJA [KIJA 258 -2 (-0,8%)] (BoW, TP: Rp262, Support: Rp225)

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street, akhir pekan lalu ditutup menguat membalik sentimen negatif yang melanda sebagian pasar saham global, menyusul rilis data ketenagakerjaan dan manufaktur AS yang menunjukkan penguatan.

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS menyebutkan penyerapan tenaga kerja periode Maret bertambah 215 ribu pekerjaan, jauh lebih baik dari perkiraan, yang diiringi dengan kenaikan rata-rata upah per jam.

Laporan Institute for Supply Management mengungkapkan indeks pembelian manajer (PMI) AS sektor manufaktur Maret melonjak 2,3 persen dibanding Februari menjadi 51,8.

Kenaikan indeks dinilai karena peningkatan pesanan ekspor berkat pelemahan dollar. Laju indeks tertahan oleh tekanan kejatuhan harga minyak sebesar 4 persen yang merontokkan harga saham-saham energi, diikuti kejatuhan harga saham otomotif dan penerbangan.

Dow Jones Industrial Average melaju 0,61% ( 107,66 poin) ke posisi 17.792,75.
S&P 500 naik o,63% (13,04 poin) enjadi 2.072,78.
Nasdaq Composite melesat 0,92% (44,69 poin) berakhir di level 4.914,54.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange melaju 0,81% menjadi US$23,75.

Bertolak belakang dengan Wall Street, bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu rontok tergilas kejatuhan harga minyak dunia dan komoditas logam yang merontokkan harga saham energi dan pertambangan. Perbaikan data ketenagakerjaan AS membangkitkan kembali kekhawatiran akan kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat.

Rilis data indeks PMI sektor manufaktur zona euro periode Maret yang meningkat menjadi 51.6 dari 51,2 sebulan sebelumnya, tak mampu mendongkrak indeks saham acuan.

FTSE London, turun 0,47% (-28,85 poin) menjadi 6.146,05.
DAX 30 Frankfurt terjungkal 1,71% (-170,87 poin) di posisi 9.794,64.
CAC 40 Paris terperosok 1,43% (-1,43%) ke level 4.322,24.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup cenderung menguat, setelah investor mencermati laporan data ketenagakerjaan AS yang menunjukkan perbaikan.

Data penggajian non-pertanian meningkat 215 ribu untuk periode Maret, namun tingkat pengangguran naik tipis menjadi lima persen. Sepanjang Maret, rata-rata penghasilan per jam di sektor non-pertanian swasta meningkat 7 sen menjadi US$25,43, setelah turun 2 sen pada bulan sebelumnya.

Tahun ini, rata-rata penghasilan per jam tercatat mengalami peningkatan sebesar 2,3 persen. Indeks Dolar AS, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, naik 0,39 persen menjadi 94,562.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Euro (EUR-USD)

1.1391

0.0011

+0.10%

Poundsterling (GBP-USD)

1.4227

-0.0133

-0.93%

Yen (USD-JPY)

111.69

-0.88

-0.78%

Yuan (USD-CNY)

6.4818

0.0282

+0.44%

Rupiah (USD-IDR)

13,167.00

-72.00

-0.54%

Sumber : Bloomberg.com, 1/4/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak dunia, jelang akhir pekan lalu anjlok dihantam keraguan Arab Saudi akan kesediaan para produsen utama minyak dunia untuk menyetujui pembatasan output guna mengatasi kelebihan pasokan global.

Arab Saudi menyatakan bersedia membekukan produksi minyaknya jika Iran dan semua negara sepakat untuk membekukan produksi. Laporan ekspor Iran yang telah mencapai 2 juta barel per hari, meningkat 250.000 bph sejak awal Maret, atau lebih dua kali lipat sejak pencabutan embargo pada pertengahan Januari lalu, semakin menekan harga minyak global.

Penguatan nilai tukar dolar AS ikut menekan harga minyak mentah West Texas Intermediate dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London.

Harga minyak WTI, untuk penyerahan Mei, turun US$1,55 (-4,0%) menjadi US$36,79 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni, turun  US$1,66 (-4,1%) menjadi US$38,67 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, akhir pekan lalu berakhir melemah tertekan oleh rilis sejumlah data ekonomi AS yang membaik sehingga mendongkrak pasar ekuitas dan kurs dolar AS.

Perbaikan data ekonomi AS juga memunculkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga bunga AS, yang sebelumnya sempat mereda setelah pidato pimpinan The Fed yang dinilai dovish.

Harga emas untuk pengiriman Juni turun US$12,1 (-0,98%) menjadi US$1.223,50 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 1% menjadi US$1.229,07 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar