Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (13/4) dibuka menguat, melanjutkan tren kenaikan indeks di bursa saham Eropa dan AS, yang didorong oleh kenaikan harga minyak dan komoditas logam. Pasar menunggu rilis data perdagangan China.
Mengawali perdagangan saham global hari ini, bursa saham Australia dibuka dengan mencatatkan lonjakan indeks ASX 200 di atas 1 persen ditopang oleh kenaikan harga saham emiten keuangan, energi dan pertambangan hingga lebih dari 2,8 persen. Indeks ASX 200 melesat 1,12% (55,55 poin) menjadi 5.031,20 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang melambung 1,51% (240,44 poin) ke level 16.169,23, setelah dibuka naik 1,42 persen. Kenaikan indeks ditopang oleh pelemahhan nilai tukar yen terhadap dolar AS yang mendongrak sebagian besar harga saham emiten eksportir.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 1,15% menjadi 20.739,34. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,59% menjadi 3.041,36. Bursa saham Korea Selatan dan Thailand hari ini libur.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu melanjutkan manuvernya di zona hijau, mengikuti tren kenaikan indeks di bursa saham global, setelah kemarin berjaya di teritori positif. Analis memperkirakan indeks berpeluang melanjutkan penguatan, melanjutkan kenaikan indeks kemarin.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan bursa saham global dan IHSG kemarin, serta penguatan nilai tukar rupiah dan bursa saham Asia pagi ini, berpotensi membuat IHSG bergerak melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.785 dan resistance 4.875.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: PGAS [PGAS 2,720
50 (+1,9%)] (Spec Buy, TP: Rp2.765, Support: Rp2.675), LSIP [LSIP 1,740
45 (+2,7%)] (Spec Buy, TP: Rp1.780, Support: Rp1.690), ASII [ASII 7,250
275 (+3,9%)] (Spec Buy, TP: Rp7.400, Support: Rp7.100), CPIN [CPIN 3,720
55 (+1,5%)] (SoS, TP: Rp3.770, Support: Rp3.660).
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street, pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan semua indeks saham acuan didorong oleh lonjakan harga saham emiten energi dan perbankan. Pasar tidak terlalu menghiraukan pernyataan IMF yang menurunkan proyeksi pertumbuhan global.
Harga minyak menguat ke level tertinggi 2016, didorong laporan konsensus Arab Saudi dan Rusia untuk membekukan output. Harga minyak yang lebih tinggi mengurangi kekhawatiran akan kemungkinan penghapusbukuan utang perusahaan minyak.
Dow Jones Industrial Average melaju 0,94% (164,84 poin) menjadi 17.721,25.
S&P 500 melesatt 0,97% (19,73 poin) ke level 2.061,72.
Nasdaq Composite naik 0,80% (38,69 poin) di posisi 4.872,09.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange, naik 1,81% menjadi US$23,67.
Bursa saham utama Eropa, tadi malam juga ditutup dengan membukukan kenaikan, ditopang reli harga komoditas yang mendongkrak harga saham energi dan pertambangan logam. Laju kenaikan indeks sedikit tertahan oleh laporan keuangan sejumlah emiten yang bervariasi, serta peringatan IMF akan kemungkinan penurunan ekonomi yang parah jika Inggris keluar dari Uni Eropa.
FTSE 100 London naik 0,68% (42,27 poin) menjadi 6.242,39.
DAX 30 Frankfurt menguat 0,81% (78,48 poin) ke level 9.761,47.
CAC 40 Paris melaju 0,77% (33,28 poin) ke posisi 4.345,91.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS di pasar uang New York, terhadap sejumlah mata uang dunia, pagi tadi berakhir menguat. Kenaikan harga minyak mentah dunia dan emas, meredam selera pasar untuk memburu mata uang safe haven, namun mendongkrak kurs sejumlah mata uang berbasis komoditas. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS naik 0,09 persen menjadi 94,030.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Mengawali perdagangan saham global hari ini, bursa saham Australia dibuka dengan mencatatkan lonjakan indeks ASX 200 di atas 1 persen ditopang oleh kenaikan harga saham emiten keuangan, energi dan pertambangan hingga lebih dari 2,8 persen. Indeks ASX 200 melesat 1,12% (55,55 poin) menjadi 5.031,20 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang melambung 1,51% (240,44 poin) ke level 16.169,23, setelah dibuka naik 1,42 persen. Kenaikan indeks ditopang oleh pelemahhan nilai tukar yen terhadap dolar AS yang mendongrak sebagian besar harga saham emiten eksportir.
Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 1,15% menjadi 20.739,34. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,59% menjadi 3.041,36. Bursa saham Korea Selatan dan Thailand hari ini libur.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu melanjutkan manuvernya di zona hijau, mengikuti tren kenaikan indeks di bursa saham global, setelah kemarin berjaya di teritori positif. Analis memperkirakan indeks berpeluang melanjutkan penguatan, melanjutkan kenaikan indeks kemarin.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan bursa saham global dan IHSG kemarin, serta penguatan nilai tukar rupiah dan bursa saham Asia pagi ini, berpotensi membuat IHSG bergerak melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.785 dan resistance 4.875.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: PGAS [PGAS 2,720
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street, pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan semua indeks saham acuan didorong oleh lonjakan harga saham emiten energi dan perbankan. Pasar tidak terlalu menghiraukan pernyataan IMF yang menurunkan proyeksi pertumbuhan global.
Harga minyak menguat ke level tertinggi 2016, didorong laporan konsensus Arab Saudi dan Rusia untuk membekukan output. Harga minyak yang lebih tinggi mengurangi kekhawatiran akan kemungkinan penghapusbukuan utang perusahaan minyak.
Dow Jones Industrial Average melaju 0,94% (164,84 poin) menjadi 17.721,25.
S&P 500 melesatt 0,97% (19,73 poin) ke level 2.061,72.
Nasdaq Composite naik 0,80% (38,69 poin) di posisi 4.872,09.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange, naik 1,81% menjadi US$23,67.
Bursa saham utama Eropa, tadi malam juga ditutup dengan membukukan kenaikan, ditopang reli harga komoditas yang mendongkrak harga saham energi dan pertambangan logam. Laju kenaikan indeks sedikit tertahan oleh laporan keuangan sejumlah emiten yang bervariasi, serta peringatan IMF akan kemungkinan penurunan ekonomi yang parah jika Inggris keluar dari Uni Eropa.
FTSE 100 London naik 0,68% (42,27 poin) menjadi 6.242,39.
DAX 30 Frankfurt menguat 0,81% (78,48 poin) ke level 9.761,47.
CAC 40 Paris melaju 0,77% (33,28 poin) ke posisi 4.345,91.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS di pasar uang New York, terhadap sejumlah mata uang dunia, pagi tadi berakhir menguat. Kenaikan harga minyak mentah dunia dan emas, meredam selera pasar untuk memburu mata uang safe haven, namun mendongkrak kurs sejumlah mata uang berbasis komoditas. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS naik 0,09 persen menjadi 94,030.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi berakhir dengan mencatatkan kenaikan, tertinggi selama 2016. Lonjakan harga minyak didorong oleh laporan konsensus Arab Saudi dan Rusia untuk membekukan produksi, yang mematahkan spekulasi kemungkinan kegagalan pertemuan paara produsen minyak di Doha 17 April nanti. Sementara itu, produksi produksi minyak mentah AS diperkirakan akan turun 560.000 barel perhari pada 2017 menjadi 8,04 juta barel per hari.
Harga minyak WTI, untuk penyerahan Mei, naik US$1,81 menjadi US$42,17 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni, naik US$1,86 menjadi US$44,69 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dengan mencatatkan kenaikan tipis, di tengah rebound nilai tukar dolar AS dan bursa ekuitas Wall Street. Ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang tetap rendah meredam tekanan penguatan dolar terhadap harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Juni naik kurang dari 0,1 persen menjadi US$1.259,10 per ounce.
Harga emas di pasar spot cenderung mendatar di kisaran US$1.256,37 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Lonjakan_Harga_Minyak_Dorong_Bursa_Global__IHSG_Lanjutkan_Penguatan&level2=newsandopinion&id=4237951&img=level1_topnews_1&urlImage=#.Vw2ZitKqqko
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi berakhir dengan mencatatkan kenaikan, tertinggi selama 2016. Lonjakan harga minyak didorong oleh laporan konsensus Arab Saudi dan Rusia untuk membekukan produksi, yang mematahkan spekulasi kemungkinan kegagalan pertemuan paara produsen minyak di Doha 17 April nanti. Sementara itu, produksi produksi minyak mentah AS diperkirakan akan turun 560.000 barel perhari pada 2017 menjadi 8,04 juta barel per hari.
Harga minyak WTI, untuk penyerahan Mei, naik US$1,81 menjadi US$42,17 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni, naik US$1,86 menjadi US$44,69 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup dengan mencatatkan kenaikan tipis, di tengah rebound nilai tukar dolar AS dan bursa ekuitas Wall Street. Ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang tetap rendah meredam tekanan penguatan dolar terhadap harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Juni naik kurang dari 0,1 persen menjadi US$1.259,10 per ounce.
Harga emas di pasar spot cenderung mendatar di kisaran US$1.256,37 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Lonjakan_Harga_Minyak_Dorong_Bursa_Global__IHSG_Lanjutkan_Penguatan&level2=newsandopinion&id=4237951&img=level1_topnews_1&urlImage=#.Vw2ZitKqqko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar