Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 Australia hingga 0,48 persen pada awal perdagangan, terdorong oleh kenaikan harga saham emiten energi dan pertambangan. Penguatan indeks ASX 200 berlanjut menjadi 0,39% (19.09 poin) di level 4.965,00 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Nikkei 225 Jepang mencatatkan kenaikan 0,70% (109,61 poin) ke level 15.824,97, setelah dibuka sedikit goyah dan dengan cepat berbalik hingga 0,72 persen. Harga saham-saham emiten eksportir bergerak mixed terpengaruh oleh kenaikan nilai tukar yen terhadap dolar AS. Pasar mengkhawairkan kenaikan yen lebih lanjut, karena tak ada sinyal upaya bank sentral Jepang untuk meredam yen.
Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka menguat 0,26% dan berlanjut menguat 0,16% ke level 1.974,38. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka naik 0,45% menjadi 20.297,82. Indeks Shanghai Composite, China naik 0,25% ke posisi 3.058,43.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan kembali melanjutkan manuvernya di zona hijau sepanjang hari kemarin. Analis memperkirakan indeks berpotensi melanjutkan tren penguatan ditopang optimisme pasar terhadap kinerja keuangan emiten dan sentimen positif stabilitas data cadangan devisa Maret 2016.
Tim Riset Indo Premier berpendapat penguatan bursa saham global dan IHSG, yang disertai aliran masuk dana investor asing kemarin, serta penguatan bursa saham Asia pagi ini, berpotensi membuat IHSG bergerak melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.840 dan resistance 4.900.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BWPT [BWPT 292
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi ini ditutup dengan membukukan kenaikan cukup solid, didorong oleh optimisme para investor setelah rilis risalah pertemuan terakhir FOMC, di tengah pemulihan harga minyak. Risalah itu menunjukkan bahwa bank sentral itu akan mempertahankan suku bunga tetap rendah. Harga saham emiten energi dan perawatan kesehatan berlompatan, setelah rilis risalah FOMC.
Dow Jones Industrial Average naik o,64% (112,73 poin) menjadi 17.716,05.
S&P 500 melaju 1,05% (21,49 poin) ke level 2.066,66.
Nasdaq Composite melonjak 1,59% (76,78 poin) di posisi 4.920,72.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) naik 1,93% menjadi US$23,72.
Kenaikan harga minyak juga mendongkrak indeks saham acuan di bursa utama Eropa tadi malam. Kenaikan indeks juga terpengaruh oleh kenaikan indeks PMI China periode Maret untuk sektor jasa menjadi 52,2 dari 51,2 periode Februari.
FTSE 100 London, melesat 1,16% (70,40 poin) ke level 6.161,63.
DAX 30 Frankfurt naik 0,64% (61,15 poin) menjadi 9.624,51.
CAC 40 melaju 0,80% (34,36 poin) di posisi 4.284,64.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia di pasar New York, pagi tadi ditutup melemah terpengaruh oleh rilis risalah pertemuan FOMC yang menunjukkan kekhawatiran atas perlambatan ekonomi global. Risalah itu juga menyebutkan para pengambil kebijakan moneter AS memperkirakan The Fed hanya akan menaikkan suku bunga dua kali pada tahun ini. Analis mengatakan risalah itu mengisyaratkan bahwa sangat kecil kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan April ini.
Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS turun 0,20 persen menjadi 94,44.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.1396 |
-0.0003 |
-0.03% |
6:38 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.4125 |
0.0002 |
+0.01% |
6:38 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
109.77 |
-0.02 |
-0.02% |
6:32 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.4809 |
0.0038 |
+0.06% |
11:29 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,238.00 |
16.50 |
+0.12% |
4/1/2016 |
Komoditas
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) di bursa komoditas New York, pagi tadi ditutup dengan membukukan kenaikan, setelah data persediaan minyak AS menunjukkan penurunan yang signifikan. Data Departemen Energi AS menyebutkan persediaaan minyak komersial AS hingga awal April lalu turun 4,9 juta barel, setelah naik 2,3 juta barel pada pekan sebelumnya. Di pihak lain utilisasi kilang juga meningkat. Harga minyak Brent di bursa London juga naik, terangkat oleh pernyataaan Gubernur OPEC bahwa produsen minyak “tidak mempunyai opsi” selain membekukan produksi, kendati Iran menolak.
Harga minyak WTI untuk penyerahan Mei naik US$1,86 menjadi US$37.75 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni naik US$1,97 menjadi US$39.84 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi anjlok, menjelang rilis risalah pertemuan FOMC pertengahan Maret lalu, dan terbebani oleh penguatan indeks saham Wall Street. Pelemahan dolar tak mampu mengangkat harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Juni, turun US$5,8 (-0,47%) menjadi US$1.223,80 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,63% menjadi US$1.222,94 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar