Mengawali perdagangan saham global hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka melemah 0,21 persen tertekan oleh penurunan harga saham emiten perbankan dan pertambangan dasar. Namun indeks berbalik menguat 0,10% (4,97 poin) ke level 5.230,40 pada pukul 8:15 WIB.
Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan melorot 0,74% ke posisi 1.986,04, setelah dibuka melemah 0,37 persen tertekan pelemahan harga saham-saham emiten bluechips. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,81% menjadi 21.215,20. Indeks Shanghai Composite, China juga turun 0,35% menjadi 2.935,38.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu melanjutkan manuvernya di zona hijau, setelah kemarin sempat masuk ke zona merah dan ditutup dengan membukukan kenaikan tipis. Sejumlah analis memperkirakan, indeks hari ini akan melanjutkan tren kenaikan seiring dengan proyeksi positif rilis data ekonomi yang akan diumumkan BPS pekan depan. Namun tren pelemahan pertumbuhan ekonomi global berpotensi mengoreksi indeks jelang akhir pekan ini.
Tim Riset Indo Premier berpendapat melemahnya pergerakan bursa saham global dan rilis data kinerja emiten dalam negeri berpotensi mendorong IHSG untuk bergerak melemah. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.815 dan resistance 4.885.
Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BMRI [BMRI 9,825
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir di zona merah, terpengaruh oleh keputusan salah satu investor Apple Inc. yang menjual semua sisa sahamnya di perusahaan itu. Investor juga berhati-hati mengingat langkah Federal Reserve dan bank-bank sentral lainnya yang masih mempertahankan suku bunga rendah dan suku bunga negatif.
Pasar ekuitas AS melemah setelah rilis data pertumbuhan PDB kuartal pertama dan belanja konsumen yang melambat, serta keputusan Bank Sentral Jepang (BoJ) untuk tidak mengucurkan stimulus moneter lebih besar. Rilis data mingguan klaim pengangguran meningkat 257.000.
Dow Jones Industrial Average melorot 1,17% (-210,79 poin) ke level 17.830,76.
S&P 500 turun 0,92% (-19,34 poin) menjadi 2.075,81.
Nasdaq Composite terperosok 1,19% (-57,85 poin) berakhir di posisi 4.805,29.
Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 1,11% menjadi US$23,26.
Bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir bervairasi dengan hanya meninggalkan indeks CAC 40 Perancis di zona merah. Pasar merespon keputusan The Fed dan dan bank sentral Jepang yang mempertahankan kebijakan moneternya. Indeks terangkat oleh kenaikan harga minyak yang mendongkrak harga saham energi dan pertambangan dasar. Lemahnya rilis data pertumbuhan ekonomi AS ikut mempengaruhi sentimen pasar.
FTSE 100 London naik tipis 0,04% (2,49 poin) menjadi 6.322,40.
DAX 30 Frankfurt menguat 0,21% (21,32 poin) ke level 10.321,15.
CAC 40 Paris melemah 0,04% (-2,04 poin) di posisi 4.557,36.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tular dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York, pagi tadi ditutup melemah, merespon keputusan Bank Sentral Jepang (BoJ) untuk mempertahankan kebijakan moneternya meskipun pasar memperkirakan pelonggaran tambahan. Yen melorot hingga 3 persen terhadap dolar AS.
Rilis data pendahuluaan PDB riil AS meskipun meningkat sebesar 0,5 persen di kuartal pertama 2016 dibanding tahun lalu, namun lebih buruk dari perkiraan investor. Sedangkan angka pendahuluan klaim pengangguran hingga akhir pekan lalu, mencapai 257.000, meningkat 9.000 dari tingkat direvisi pekan sebelumnya. Indeks Dollar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, turun 0,69 persen menjadi 93,74
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
|
Currency |
Value |
Change |
% Change |
Time (ET) |
|
Euro (EUR-USD) |
1.1352 |
0.0000 |
0.00% |
6:39 PM |
|
Poundsterling (GBP-USD) |
1.4609 |
0.0000 |
0.00% |
6:39 PM |
|
Yen (USD-JPY) |
108.17 |
0.06 |
+0.06% |
6:35 PM |
|
Yuan (USD-CNY) |
6.4759 |
-0.0221 |
-0.34% |
11:29 AM |
|
Rupiah (USD-IDR) |
13,189.50 |
-12.50 |
-0.09% |
4:59 AM |
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London, hingga pagi tadi bergerak menguat dan berakhir dengan mencatatkan kenaikan menembus level tertinggi baru untuk tahun ini. Harga minyak mendapat dorongan dari depresiasi dolar AS setelah The Fed mempertahankan kebijakan untuk tidak terburu-buru menaikkan suku bunga sehingga menekan kurs dolar.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni, naik 96 sen menjadi US$48,14 per barel.
Harga minyak WTI untuk penyerahanJuni naik 70 sen menjadi US$46,03 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir dengan mencatatkan kenaikan tajam. Para trader merespon hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) AS yang kemarin berakhir setelah penutupan pasar, dan keputusan bank sentral Jepang yang juga mempertahankan kebijakan moneternya.
Para analis meyakini The Fed bermaksud menyerap sekitar US$2,5 triliun dari kelebihan cadangan perbankan, diharapkan perbankan menjadi lebih berani mengambil risiko dan melepaskan kelebihan cadangan mereka sehingga mendorong inflasi. Rilis data PDB AS yang lebih rendah dari ekspektasi pasar, ikut mendongkrak harga emas.
Harga emas untuk pengiriman Juni, naik US$16 (1,28%) menjadi US$1.266,40 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 1,7% menjadi US$1.226,70 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar