Kamis, April 28

Market Brief: Global Cenderung Menguat, IHSG Berpeluang Lanjutkan Kenaikan

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (28/4) dibuka bervariasi cenderung menguat, jelang keputusan kebijakan moneter bank sentral Jepang hari ini, pasca keputusan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) untuk mempertahankan suku bunga Federal Reserve.

Perdagangan saham global hari ini dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,44 persen pada awal perdagangan. Penguatan indeks dipicu oleh kenaikan harga saham emiten energi, keuangan dan pertambangan dasar, seiring kenaikan harga minyak dunia. Pergerakan indeks ASX 200 berlanjut dengan mencatatkan kenaikan 0,37% (18,99 poin) ke level 5.206,70 pada pukul 8:15 WIB.

Pada jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melaju 1,16% (200,74 poin) ke posisi 17.491,23, setelah dibuka menguat 1,03 persen. Pelemahan nilai tukar yen terhadap dolar AS, mendorong kenaikan harga saham-saham eksportir di tengah penantian investor akan hasil keputusan rapat kebijakan Bank of Japan yang diekpektasikan akan kembali mengucurkan stimulus.

Indeks Kospi, Korea Selatan dibuka melemah 0,19 persen, dan berlanjut turun 0,05% menjadi 2.014,34. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka menguat 0,60% ke level 21.488,96. Indeks Shanghai Composite, China naik tipis 0,07% di posisi 2.955,74.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya pergerakan bursa saham global, menguatnya harga minyak mentah dan rilis data kinerja emiten, berpotensi membuat IHSG bergerak menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.805 dan resistance 4.880.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: TLKM [TLKM 3,700 55 (+1,5%)] (Spec Buy, TP: Rp3.745, Support: Rp3.640), BBCA [BBCA 13,050 100 (+0,8%)] (Spec Buy, TP: Rp13.150, Support: Rp12.950), HMSP [HMSP 97,150 4650 (+5,0%)] (Spec Buy, TP: Rp99.825, Support: Rp94.450), WTON [WTON 960 -5 (-0,5%)] (Spec Buy, TP: Rp975, Support: Rp945)

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan kembali bermanuver di zona hijau, setelah kemarin berhasil keluar dari tekanan penurunan pada awal perdagangan, di tengah bervariasinya pergerakan indeks saham acuan global. Sejumlah analis memperkirakan koreksi indeks mulai berakhir, sehingga berpeluang melanjutkan pola kenaikan, namun pelaku pasar tetap perlu mengantisipasi perubahan sentimen yang dapat menghambat berlanjutnya aksi beli.

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir variatif cenderung menguat, terganggu oleh penurunan tajam harga sejumlah saham teknologi informasi, terutama Apple dan Twitter. Namun Indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 menguat setelah rilis hasil pertemuan FOMC memperlihatkan pandangan The Fed yang lebih optimistis mengenai perekonomian global, membuka kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan Juni. Kenaikan harga minyak ikut mendorong indeks.

Dow Jones Industrial Average menguat 0,28% (51,23 poin) menjadi 18.041,55.
S&P 500 naik 0,16% (3,45 poin) ke posisi 2.095,15.
Nasdaq Composite melorot 0,5% (-25,14 poin) ke level 4.863,14.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,64% menjadi US$23,52.

Bursa saham utama Eropa tadi malam ditutup menguat, didukung oleh laporan keuangan sejumlah emiten dan data PDB Inggris yang menunjukkan perbaikan, jelang pengumuman hasil pertemuan FOMC bank sentral AS. OECD memperingatkan keuangan Inggris akan memburuk jika meninggalkan Uni Eropa. Kenaikan harga minyak memicu reli sejumlah saham energi.

FTSE 100 London melaju 0,56% (35,39 poin) ke level 6.319,91.
DAX 30 Frankfurt naik 0,39% (40,24 poin) ke posisi 10.299,83.
CAC 40 Paris menguat 0,58% (26,22 poin) menjadi 4.559,40.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York pagi tadi berakhir melemah setelah rilis pernyataan kebijakan moneter The Fed yang mempertahankan suku bunga acuan dan mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan Juni mendatang. Tentang kondisi ekonomi makro AS,  The Fed mengatakan "kondisi pasar tenaga kerja mencatatkan peningkatan lebih lanjut sekalipun pertumbuhan aktivitas ekonomi tampak melambat." Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS turun 0,13 persen menjadi 94,453.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1327

0.0005

+0.04%

6:42 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.4538

-0.0005

-0.03%

6:41 PM

Yen (USD-JPY)

111.49

0.03

+0.03%

6:37 PM

Yuan (USD-CNY)

6.4980

0.0045

+0.07%

11:24 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,202.00

-3.00

-0.02%

4:59 AM

Sumber : Bloomberg.com, 27/4/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New York dan London hingga pagi tadi meningkat tajam dunia, setelah rilis hasil pertemuan FOMC yang terkesan lebih optimistis terhadap perekonomian global. Harga minyak sempat melorot setelah laporan mingguan Departemen Energi AS menunjukkan adanya kenaikan stok minyak mentah AS sebesar dua juta barel sepanjang pekan lalu, di posisi 540,6 juta barel.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Juni naik US$1,29 menjadi US$45,33 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni naik US$1,44 menjadi US$47,18 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi ditutup menguat, menjelang pengumuman hasil pertemuan FOMC bank sentral AS. Para trader cenderung menahan diri, menunggu pernyataaan The Fed. Permintaan emas dunia turun 24 persen dibanding tahun lalu, menjadi 781 ton pada kuartal I-2016.

Kenaikan harga emas juga didukung oleh laporan perdagangan internasional AS yang cenderung melambat selama Maret, turun 9,5 persen menjadi US$56,9 miliar, lebih rendah dari Februari lalu sebesar US$62,9 miliar selama Februari. Ekspor turun 1,7 persen menjadi US$116,7 miliar, lebih rendah dari perkiraan.

Harga emas untuk pengiriman Juni naik US$7.00 (0,56%) menjadi US$1.250,40 per ounce.
Harga emas di pasar spot sempat naik 0,56% menjadi US$1.249,86 per ounce, jelang rilis The Fed, dan mempertahankan kenaikkan 0,2% pada akhir perdagangan.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar