Selasa, April 12

Market Brief: Asia Menguat, Jenuh Jual Berpeluang Dorong IHSG ke Zona Hijau

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (12/4) dibuka menguat, membalik tren pelemahan di bursa saham Wall Street, di tengah penguatan harga komoditas global. Namun harga minyak sedikit melemah pada pembukaan perdagangan Asia.

Mengawali perdagangan hari ini, indeks ASX 200 Australia dibuka menguat di kisaran 0,4 persen didorong kenaikan harga saham emiten keuangan dan penghasil sumber daya alam, seiring dengan meningkatnya harga komoditas. Indeks ASX naik 0,27% (13,37 poin) di posisi  4.944,90 pada pukul 8:15 WIB.

Pad jam yang sama indeks Nikkei 225, Jepang melaju 0,77% (122,06 poin) ke level 15.873,19, setelah dibuka dengan mencatatkan kenaikan 0,88 persen. Kenaikan indeks didorong laju harga saham emiten eksportir yang ditopang  oleh pelemahan nilai tukar yen terhadap dolar AS.

Indeks Kospi, Korea Selatan menguat 0,33% ke level 1.976,92. Indeks Shanghai Composite, China dibuka melemah 0,09% menjadi 3.031,30. Indeks Hang Seng, Hongkong naik 0,16% menjadi 20.473,09.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu mengikuti tren penguatan yang berlangsung di pembukaan bursa saham Asia pagi ini, setelah terbenam di zona merah selama beberapa hari terakhir. Analis memperkirakan, indeks akan berbalik arah berpeluang melakukan technical rebound setelah memasuki wilayah oversold. Kondisi jenuh jual berpotensi mendorong arah pergerakan indeks ke zona hijau.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, pelemahan mayoritas bursa saham global dan IHSG kemarin, di tengah penguatan tipis pada nilai tukar rupiah dan beberapa bursa saham Asia pagi ini, berpotensi membuat IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.740 dan resistance 4.825.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: KAEF [KAEF 1,335 25 (+1,9%)] (Spec Buy, TP: Rp1.355, Support: Rp1.310), TLKM [TLKM 3,380 -65 (-1,9%)] (BoW, TP: Rp3.410, Support: Rp3.345), GIAA [GIAA 515 30 (+6,2%)] (SoS, TP: Rp545, Support: Rp490), MEDC [MEDC 1,565 -55 (-3,4%)] (Sell, TP: Rp1.650, Support: Rp1.375)

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street pagi tadi berakhir melemah, di tengah persiapan pasar untuk mengamati awal musim laporan laba emiten yang secara umum diperkirakan melemah. Pasar yang dibuka menguat berbelok ke teritori negatif menjelang akhir perdagangan. Kenaikan harga minyak tak mampu mendongkrak indeks saham acuan.

Dow Jones Industrial Average turun 0,12% (-20,55 poin) menjadi 17.556,41.
S&P 500 melorot 0,27% (-5,61 poin) ke posisi 2.041,99.
Nasdaq Composite merosot 0,36% (-17,29 poin) menjadi 4.833,40.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,64% menjadi US$23,25.

Bursa saham utama Eropa, tadi malam ditutup cenderung menguat didorong oleh kenaikan harga minyak dan  harga komoditas pertambangan, serta reli harga sejumlah saham emiten perbankan. Indeks FTSE 100 Inggris tidak berhasil keluar dari zona merah, terombang-ambing oleh fluktuasi harga komoditas, dan skandal Panama Papers yang melibatkan Perdana Menteri Inggris.

FTSE 100 turun tipis 0,07% (-4,29 poin) menjadi 6.200,12.
DAX 30 Frankfurt melaju 0,63% (60,73 poin) ke level 9.682,99.
CAC 40 Paris naik 0,22% (9,51 poin) di posisi 4.312,63.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar di pasar uang Nwe York, pagi tadi ditutup melemah terhadap sebagian besar mata uang utama dunia, karena investor menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga sebelum pertengahan tahun. Untuk pertama kali dalam sepekan terakhir, nilai tukar yen terhadap dolar AS mengalami penurunan. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, turun 0,28 persen menjadi 93,973.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Time (ET)

Euro (EUR-USD)

1.1408

0.00

0.00%

6:39 PM

Poundsterling (GBP-USD)

1.4231

-0.0008

-0.06%

6:38 PM

Yen (USD-JPY)

107.92

-0.02

-0.02%

6:31 PM

Yuan (USD-CNY)

6.4592

-0.0044

-0.07%

11:29 AM

Rupiah (USD-IDR)

13,133.50

-10.00

-0.08%

4:57 AM

Sumber : Bloomberg.com, 11/4/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) di bursa New York dan Brent North Sea di London, hingga pagi tadi ditutup dengan mencatatkan kenaikan menjelang pertemuan produsen minyak dunia di Doha, pekan depan. Pelemahan kurs dolar AS ikut mendongkrak harga minyak dunia. Namun banyaak analis memperingatkan, kenaikan harga minyak hanyaa bersifat sementara dan berpotensi berbailk arah setelah pertemuan para produsen minyak.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Mei naik 64 sen menjadi US$40,36 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni naik 89 sen menjadi US$42,83 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, pagi tadi berakhir dengan membukukan kenaikan lebih dari satu persen. Para trader menunjukkan perilaku menghindari risiko lantaran ketidakpastian kebijakan suku bunga AS yang menekan kurs dolar AS.

Harga emas untuk pengiriman Juni US$14,2 (1,14%) menjadi US$1.258 per ounce.
Harga emas di pasar spot naik 1,22% menjadi US$1,255,41 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar