Senin, April 25

Market Brief: Asia Cenderung Melemah, Antisipasi Dampak Fluktuasi Harga Komoditas

Ipotnews - Mengawali pekan ini, (25/4) bursa saham Asia dibuka gamang, bergerak di teritori positif dan negatif setelah berhasil membukukan keuntungan pada pekan lalu. Bursa saham Australia dan Selandia Baru hari ini libur.

Bursa saham Jepang dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks Nikkei 225 yang hanya berlangssung singkat dan berlanjut masuk ke tritori negatif minus 0,19 persen. Pelamahan yen terhadap dolar AS belum mampu mengangkat harga saham eksportir. Harga saham emiten otomotif cenderung menguat, namun harga saham emiten elektronika melemah. Harga saham emiten terkait minyak melemah, seiring turunnya harga minyak di pembukaan bursa komoditas Asia.

Pelemahan indeks Nikkei 225, Jepang berlanjut, turun 0,48% (-84,09 poin) ke level 17.488,40 pada pukul 8:15 WIB. Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan turun 0.08% menjadi 2.013,93, setelah dibuka melemah 0,11 persen.

Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka turun 0,27% menjadi 21.408,56. Indeks Shanghai Composite, China melorot 0,31% di posisi 2.949,97.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, bervariasinya pergerakan bursa saham global, penguatan pada IHSG akhir pekan lalu di tengah bervariasinya bursa saham Asia, berpotensi membuat IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.885 dan resistance 4.940.

Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BMRI [BMRI 9,800 -175 (-1,8%)] (Buy, TP: Rp10.150, Support: Rp9.800), SIMP [SIMP 500 -5 (-1,0%)] (BoW, TP: Rp520, Support: Rp475), UNTR [UNTR 16,425 -300 (-1,8%)] (BoW, TP: Rp17.050, Support: Rp16.400), UNVR [UNVR 46,275 -725 (-1,5%)] (SoS, TP: Rp47.800, Support: Rp45.775)

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu melanjutkan tren kenakan sepanjang pekan lalu sebesar 1,89 persen, di tengah kecenderungan pelemahan di bursa saham Asia. Analis memperkirakan indeks berpeluang melanjutkan tren penguatan, bermain di atas level resisten psikologis 4.925. Namun pasar perlu mengantisipasi dampak fluktuasi harga komoditas terhadap pergerakan indeks.

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu berakhir cenderung melemah, tertekan oleh laporan keuangan sejumlah emiten terkemuka yang secara umum negatif. Saham-saham emiten raksasa di sektor terkonolgi berguguran, terpukul laporan keuangan kuartal I-2016 yang melemah, di bawah perkiraan pasar. Rilis Indeks Pembelian Manajer (PMI) pendahuluan sektor manufaktur AS versi Markit, untuk periode April hanya sebesar 50,8 jauh di bawah konsensus pasar sebesar 52,0. Namun secara keseluruhan indeks mengalami penguatan sepanjang pekan lalu. Tekanan indeks tertahan oleh kenaikan harga minyak.

Dow Jones Industrial Average naik 0,12% (21,23 poin) menjadi 18.003,75, naik 0,6% sepanjang pekan.
S&P 500 turun tipis 0,01% (-0,10 poin) di posisi 2.091,58, naik 0,5% dari pekan sebelumnya.
Nasdaq Composite merosot 0,80% (39,66 poin) ke level 4.906,23, turun 0,6% selama sepekan.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange turun 0,04% menjadi US$23,78.

Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu berakhir melemah, terimbas dampak skandal di sejumlah perusahaan otomotif, dan penurunan harga komoditas pertambangan logam. Produsen mobil Mecedes-Benz, Daimler mengumumkan investigasi internal terkait “proses sertifikasi gas buang di AS,” atas permintaan pengadilan AS. Volkswagon mencapai kesepakatan untuk membayar kompensasi kepada pemili 480.000 mobil disel di AS lantaran polusi ilegal, laporan kerugian sebesar 1,582 miliar euro tahun lalu. Data pendahuluan indeks PMI sektor manufaktur zona euro periode April melemah mnejadi 53,0 dari 53,1 Maret lalu.

FTSE 100 London anjlok 1,11% (-71,00 poin)  ke level 6.310,44
DAX 30 Frankfurt melorot 0,60% (-62,24 poin)  ditutup di 10.373,49.
CAC 40 Paris turun 0,29% (-13,17 poin)  di posisi 4.569,66.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sebagian mata uang utama dunia, akhir pekan lalu ditutup menguat, didorong spekulasi kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve AS dan stimulus moneter ECB dan bank sentral Jepang. Bank sentral Jepang diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga pekan ini, setelah ECB memutuskan untuk mempertahankan suku bunga negatif, pekan lalu. Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS naik 0,55 persen menjadi 95,118.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Currency

Value

Change

% Change

Euro (EUR-USD)

1.1222

-0.0066

-0.58%

Poundsterling (GBP-USD)

1.4403

0.0080

+0.56%

Yen (USD-JPY)

111.79

2.33

+2.13%

Yuan (USD-CNY)

6.4995

0.0172

+0.27%

Rupiah (USD-IDR)

13,194.00

41.50

+0.32%

Sumber : Bloomberg.com, 22/4/2016 (ET)

Komoditas

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) dan Brent North Sea di bursa komoditas New Yorl dan London, akhir pekan lalu, ditutup menguat. Secara keseluruhan, selama pekan lalu harga minyak WTI naik sebesar 8,3 persen, dan habrga minyak Brent naik 4,7 persen, dibanding pekan sebelumnya. Penguatan harga minyak didukung oleh laporan Baker Hughes tentang jumlah anjungan pengeboran minyak yang beroperasi di AS, yang berkurang 8 rig menjadi total 382 rig, serta pernyataan Sekjen OPEC untuk menghidupkan kembali pembicaraan tentang pembekuan produksi dalam pertemuan Juni mendatang.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Juni, naik 55 sen, menjadi US$43,73 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Juni naik 58 sen, menjadi US$45,11 per barel.

Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, akhir pekan lalu ditutup melemah, tertekan penguatan dolar AS. Para pedagang menunggu pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal AS (FOMC) pekan ini, untuk petunjuk kenaikan suku bunga The Fed.

Harga emas untuk pengiriman Juni turun US$20,3 (-1,63%) menjadi US$1.230,00 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 1,24% menjadi US$1.232,96 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar