Global Market Wrap
Indeks
di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan
ditutup menguat, dengan Dow Jones menguat
84 poin (+0,47%) di level 17.717 dan Nasdaq menguat 23
poin (+0,47%) di level 4.869 sedangkan S&P 500
mencatatkan kenaikan 9 poin (+0,44%) pada level 2.064. Penguatan tersebut
terutama ditopang oleh saham sektor teknologi seiring dengan masih berlanjutnya
sentimen positif dari pernyataan Janet Yellen kemarin. Dari regional, Pagi ini
indeks Nikkei dibuka menguat sebesar 108 poin (+0,62%). Nilai tukar Rupiah
terhadap USD pagi ini dibuka menguat 1 poin (+0,01%) menjadi Rp13.255.
Technical Ideas
Masih
berlanjutnya sentimen positif dari pernyataan gubernur bank sentral Amerika yang
memudarkan peluang naiknya suku bunga acuan di bulan April dan menguatnya nilai
tukar rupiah diprediksi akan mendorong penguatan indeks. IHSG akan bergerak
pada rentang support 4.785 dan resistance 4.845. Pergerakan aliran dana
investor asing tetap menjadi salah satu poin penting yang berpengaruh terhadap
IHSG, mengingat investor asing masih mendominasi pergerakan IHSG. Beberapa
saham yang bisa dicermati antara lain:
·
BBRI (Spec Buy, TP:
Rp11.325, Support: Rp10.975)
·
AKRA (Spec Buy TP:
Rp7.275, Support: Rp6.900)
·
MNCN (Spec Buy TP:
Rp2.225, Support: Rp2.065)
·
ASII (Buy on Weakness TP:
Rp7.200, Support: Rp7.025)
Research Desk
PT
Kino Indonesia Tbk (KINO IJ; Rp5.600; Buy). KINO melaporkan laba
bersih tahun 2016 sebesar Rp263M (+152,8% yoy), raihan ini berada 19% diatas
estimasi konsensus. Dengan menggunakan metode DCF target harga kami
mengimplikasikan P/E 2017F sebesar 20,6x dan EV/EBITDA sebesar 18,0x. Kami
mengekspektasikan pendapatan/EBIT tumbuh di 19%/20% CAGR di tahun 2015-2017F.
Kami mempertahankan rating buy untuk KINO.
News Highlight
PT
Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencapai laba sebesar
Rp5,85T per Desember 2015 turun tipis dari laba sebesar Rp5,92T yang diraih
periode sama tahun 2014. penjualan bersih naik menjadi Rp36,48T dari penjualan
bersih tahun sebelumnya yang Rp34,51T.
PT
Nippon Sari Roti Tbk (ROTI) alami kenaikan laba bersih 43,40%
hingga Desember 2015 menjadi Rp270,54M dibandingkan laba bersih periode sama
tahun sebelumnya yang Rp188,65M. Penjualan naik jadi Rp2,17T dari penjualan
tahun sebelumnya yang Rp1,88T dan beban pokok naik jadi Rp1,02T dari beban
pokok tahun sebelumnya Rp978,84M.
PT Sido Muncul Tbk (SIDO) alami
kenaikan tipis laba bersih hingga Desember 2015 menjadi Rp437,47M dibandingkan
laba bersih tahun sebelumnya yang Rp417,51M. Penjualan juga naik tipis jadi
Rp2,21T dari penjualan tahun 2014 yang Rp2,19T.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) akan membagikan dividen pada pemegang saham sebesar Rp
293,27M, atau 20% dari laba bersih yang sebesar Rp 1,46T. Nilai tersebut setara
dengan Rp 43,13 per lembar saham.
PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) bakal membagikan dividen senilai Rp52,19M (dengan dividen per
share sebesar Rp6,26 per saham) kepada para pemegang saham tercatat. Keputusan
tersebut diperoleh setelah perseroan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan (RUPST). dividen yang dibagikan ini sekitar 30% dari total laba bersih
yang dibukukan perseroan pada tahun 2015 laku yang sebesar Rp172M.
PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan menjajaki pinjaman perbankan sekitar 6T untuk mendanai
ekpansinya tahun ini. Penjajakan pinjaman perbankan tersebut dilakukan untuk
mengejar target pertumbuhan aset sebesar Rp 13T atau tumbuh 43% menjadi Rp
43,3T.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar