Selasa, Januari 12

Market Brief: Global Mixed, IHSG Berpeluang Berbalik Arah

Ipotnews - Bursa saham Asia pagi ini (12/1) dibuka bervariasi dibayangi tren penurunan harga komoditas global yang terus menekan harga saham-saham terkait sumber daya alam. Pasar masih terus mewaspadai perkembangan bursa saham Shanghai, setelah kemarin rontok 5% dan menyeret kejatuhan indeks di bursa saham Asia dan Eropa.

Perdagangan saham hari ini dibuka dengan kenaikan indeks ASX 200 di bursa Australia sebesar 0,81% dan berlanjut menjadi 0,98% (48,36 poin) ke level 4.980,60 pada pukul 8:15 WIB. Kenaikan indeks ditopang oleh laju harga saham emiten di sektor keuangan, sementara harga saham di sektor sumber daya alam terus terbenam di zona merah tertekan penurunan harga migas dan komoditas logam.

Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225 Jepang melorot 1,16% (-205,00 poin) ke posisi 17.492,96, setelah mengakhiri libur panjang akhir pekan hingga kemarin. Indeks tertekan oleh penurunan harga saham di sektor pertambangan yang anjlok hingga 4 persen, dan di sektor energi merosot hingga 3,37%, diikuti pelemahan harga saham emiten eksportir akibat penguatan yen. Indeks Kospi, Korea Selatan, naik 0,55%, menjadi 1.905,30.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan akan mampu keluar dari tekanan jual, setelah kemarin terbenam di zona merah. Analis mengatakan, indeks diperkirakan akan mengalami pelemahan terbatas akibat adanya utang gap akibat penurunan volume transaksi. Namun di pihak lain indek berpotensi mengalami technical rebound, bergerak berbalik arah menuju level 4600.

Tim Riset Indo Premier berpendapat, masih terjadinya pelemahan pada mayoritas bursa saham global, pelemahan signifikan IHSG dan berlanjutnya arus keluar dana investor asing di tengah penguatan nilai tukar rupiah, kemarin, berpotensi melanjutkan pelemahan indeks. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.420 dan resistance 4.510. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: SSIA [SSIA 700 20 (+2,9%)] (BoW), KLBF [KLBF 1,420 35 (+2,5%)] (Sell), INTP [INTP 19,800 50 (+0,3%)] (Spec Sell) dan SMGR [SMGR 10,850 150 (+1,4%)] (Spec Sell).

Amerika Serikat dan Eropa

Perdagangan di bursa saham Wall Street pagi tadi berakhir mixed, dengan hanya menyisakan indeks Nasdaq Composite di zona merah tertekan pelemahan saham-saham bio teknologi. Laju indeks acuan juga masih tertahan oleh penurunan harga komoditas yang berdampak pada saham-saham sumber daya alam dan energi. Kakhawatiran akan melemahnya pertumbuhan global masih menghantui investor akibat harga minyak yang terus meluncur turun dan tendensi devaluasi yuan. Langkah China menaikkan nilai tengah yuan terhadap dolar, membantu menstabilkan indeks Wall Street.

Dow Jones Industrial Average menguat 0,32% (52,12 poin) menjadi 16.398,57.
S&P 500 naik tipis 0,09% (1,64 poin) di posisi 1.923,67.
Nasdaq Composite melemah 0,12% (-5,64 poin) ke level 4.637,99.

Harga ETF saham Indonesia (EIDO) di New York Stocks Exchange naik 0,25% menjadi US$20,19.

Setelah menjalani naik turun perdagangan sepanjang sesi perdagangan, bursa saham utama Eropa tadi malam berakhir di teritori negatif, gagal keluar dari tren pelemahan bursa akibat anjloknya bursa saham Shanghai, lebih dari 5 persen. Indeks juga tertekan oleh laju penurunan harga komoditas yang terus berlanjut, merontokkan harga saham-saham emiten di sektor sumber daya alam dan energi.

FTSE 100 London melorot 0,69% (-40,61 poin) menjadi 5.871,83.
DAX 30 Frankfurt melemah 0,25% (-24,27 poin) di posisi 9.825,07.
CAC 40 Paris turun 0,49% (-21,02 poin) ke level 4.312,74.

Nilai Tukar Dolar AS

Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, pagi tadi berakhir bervariasi di tengah pertumbuhan laporan ketenagakerjaan AS, Jumat lalu yang lebih baik dari perkiraan. Indeks Dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, naik 0,25 persen menjadi 98,745. Dolar menguat terhadap euro dan yen, namun melemah terhadap poundsterling.

Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot
mb12
Komoditas

Tren penurunan harga minyak dunia terus berlanjut hingga pagi tadi, mendorong harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di bursa New York dan Brent North Sea di bursa London, ke bawah US$32 per barel, terendah dalam 12 tahun. Kekhawatiran akan melimpahhnya pasokan minyak mentah global dan pelambatan ekonomi China masih terus menghantui pasar. Kenaikan indeks dolar ikut menekan harga minyak yang sudah mengalami penurunan lebih dari 10 persen sepanjang pekan lalu.

Harga minyak WTI untuk penyerahan Februari turun US$1,75 (-5,28%) menjadi US$31,41 per barel.
Harga minyak Brent untuk pengiriman Februari turun US$1,99 menjadi US$31,56 per barel.

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange pagi tadi berakhir dengan mencatatkan penurunan terpengaruh oleh penguatan indeks dolar AS. Laju pelemahan harga emas tertahan oleh buruknya kinerja bursa ekuitas global. Analis mengatakan, dalam jangka panjang harga emas masih cenderung bearish, terpengaruh oleh rencana kenaikan suku bunga The Fed tahun ini.

Harga emas untuk pengiriman Februari turun US$1,7 (-0,15%) menjadi US$1.096,20 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,8% menjadi US$1.095,06 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)

Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Global_Mixed__IHSG_Berpeluang_Berbalik_Arah&level2=newsandopinion&id=4060301&img=level1_topnews_1&urlImage=IHSG3-Antara.jpg#.VpR6H9Kqqko

Tidak ada komentar:

Posting Komentar