Selasa, Januari 12

Equity Update 12 Januari 2016

Market Review
Mayoritas indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup menguat tipis, Dow Jones menguat 53 poin (+0,32%) pada level 16.399, S&P naik 2 poin (+0,10%) pada level 1.924, sementara Nasdaq ditutup melemah 6 poin (-0,12%) pada level 4.638. Mayoritas saham-saham Wall Street berakhir menguat tipis setelah bergerak sangat fluktuatif disepanjang perdagangan kemarin. Pelaku pasar masih terfokus pada pelemahan harga minyak dan komoditas dunia dan data ekonomi China beserta kebijakan mata uang Negara tersebut (yuan). Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan kemarin dengan ditutup melemah, DAX melemah 24 poin (-0,25%) pada level 9.825, sementara FTSE melemah 40 poin (-0,68%) pada level 5.872. Pelemahan pada bursa saham eropa masih tertekan oleh pelemahan signifikan pada harga minyak dan komoditas dunia yang membuat saham-saham sektor energi berada diteritori negatif.
Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan kemarin langsung berada di teritori negatif. Sentiment negatif dari pelemahan signifikan pada bursa saham global langsung direspon oleh pelaku pasar. Penguatan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.862 per USD) tidak mampu membawa IHSG ke teritori positif. Pelemahan signifikan pada bursa saham asia dan aksi jual oleh investor asing terus menekan IHSG di zona merah. IHSG akhirnya ditutup melemah signifikan sebesar 81 poin (-1,78%) pada level 4.465. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 688M di pasar regular dan negosiasi. Seluruh sektor mengakhiri perdagangan di zona merah. Sektor infrastruktur dan properti yang masing-masing mengalami pelemahan sebesar 20 poin (-2,02%) dan 10 poin (-1,98%) menjadi pemberat utama pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin.
equity12
Seiring masih terjadinya pelemahan pada mayoritas bursa saham global, pelemahan signifikan pada IHSG kemarin dan masih berlanjutnya arus keluar dana investor asing ditengah penguatan yang terjadi pada nilai tukar rupiah terhadap USD membuat IHSG berpotensi untuk bergerak melanjutkan pelemahan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.420 dan resistance 4.510. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain:  SSIA(BoW), KLBF(Sell), INTP(Spec Sell) dan SMGR(Spec Sell).

News Highlights
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memproyeksikan (forecast) meraih total kontrak pada tahun 2016 sebesar Rp86,0T atau naik sebesar 57,74% dibanding total kontrak 2015 yang diperkirakan sebesar Rp54,52T. Dari total kontrak 2016 sebesar Rp86T, sebanyak Rp52,296T merupakan kontrak baru dan sebesar Rp33,74T merupakan pengalihan (carry over) dari tahun 2015. Pada Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2016, WIKA memproyeksikan penjualan (termasuk penjualan Kerja Sama Operasional/KSO) sebesar Rp26,49T atau naik 23,61% dari target RKAP tahun 2015 sebesar Rp21,43T. Sementara laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk tahun 2016 diproyeksikan sebesar Rp750,15M. Selama tahun 2016, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp10,59T.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menjadi satu-satunya bank yang memberikan layanan transaksi pembayaran perizinan bagi para investor asing yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia melalui alur Layanan Izin Investasi 3 Jam untuk 8 + 1 yang disiapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).  Hal tersebut dimungkinkan karena BNI merupakan satu-satunya bank yang sudah terkoneksi dengan layanan AHU Online milik Kementerian Hukum dan HAM serta penerimaan pembayaran Tenaga Kerja Asing (TKA) dengan Kementerian Tenaga Kerja yang juga akan segera online.
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) telah melakukan penandatanganan penjualan properti pada 8 Januari 2016 lalu dengan Kuta1 Holdings Pte Ltd. Properti tersebut adalah sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di Kuta Bali. Penjualan dilakukan lewat anak usaha LPKR yakni PT Pamor Paramita Utama (PPU) penandatanganan Condotional Sale and Purchase Agreement (CSPA) dengan Kuta1 yang merupakan anak usaha Lippo Malls Indonesia Retail Trust (LMIRT). Jual beli properti yang akan dilakukan dengan harga sebesar Rp800M. Kuta I, LMIRT bukan merupakan pihak terafiliasi perseroan sehingga transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi.
PT Soechi Lines Tbk (SOCI) akan mulai mengoperasikan kapal baru yang diakuisisi November 2015. Soechi telah mengakuisisi satu kapal Aframax dengan kapasitas 100.000 dead weight tonnage (DWT). Perseroan menargetkan kapal Aframax ini mulai dapat beroperasi dan berkontribusi ke pendapatan tahun 2016. Soechi Lines menargetkan bisa merampungkan fasilitas galangan untuk perawatan dan perbaikan kapal pada akhir semester I 2016. Perseroan juga menargetkan dapat mulai menerima pekerjaan perawatan dan perbaikan pada semester II 2016. Selain itu Soechi juga masih mengerjakan 5 proyek pembangunan kapal dari kontrak tahun 2013-2014. Menurut rencana hingga tahun 2019 pemerintah akan membangun sebanyak 609 unit kapal dengan investasi Rp50T. SOCI menganggarkan belanja modal sebesar USD30-50 juta tahun ini. Dana ini akan dimanfaatkan untuk pembelian armada baru segmen pelayaran.
PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) hari ini mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia yang merupakan emiten ke-522 yang terdaftar di BEI. Jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 241.250.000 lembar dengan harga Rp132 per lembar dengan dana yang diraih sebesar Rp31.845.000.000. Dana IPO akan digunakan hingga Rp4,5 miliar untuk pengembangan sistem Teknologi Informasi dan sisanya untuk penyaluran kredit perbankan. Total aset Bank Artos hingga 30 Juni 2015 tercatat sebesar Rp730,21 miliar dengan pendapatan bunga mencapai Rp49,89 miliar dan laba bersih Rp551,83 juta.
Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) melakukan Grand Launching Layanan Izin Investasi 3 Jam di BKPM. Ini dilaksanakan di Jakarta, Senin (11/01), oleh Kepala BKPM Franky Sibarani yang dihadiri & disaksikan wakil presiden Jusuf Kalla dan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, menteri terkait serta para duta besar dan investor BKPM. Investor yang menggunakan Layanan Izin Investasi 3 Jam akan menerima 8 produk perizinan plus 1 surat booking tanah (apabila diperlukan).  Produk-produk perizinan yang akan diberikan pada investor Layanan Izin Investasi 3 Jam adalah izin investasi, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Akta Pendirian Perusahaan dan SK Pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Izin Memperkerjakan Tenaga Asing (IMTA), Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA), Angka Pengenal Importir Produsen (API-P), serta Nomor Induk Kepabeanan (NIK).
Bank Indonesia (BI) merilis hasil survey nya yaitu :Penjualan retail Indonesia di November 2015 tumbuh 10,2% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, demikian survey BI Senin ini. Penjualan tahunan itu lebih tinggi dibandingkan kenaikan di Oktober yang 8,7% dan bulan September 2015 yang sebesar 8,8%. Survey dilakukan terhadap 700 peretail di 10 kota besar di Indonesia yang mensurvey penjualan makanan, minuman dan juga rokok yang kesemuanya menguat di November. Survey juga memperkirakan bahwa penjualan retail Desember lebih rendah ke sekitar 6,7% yang banyak dikendalikan penjualan bahan bakar kendaraan dan barang-barang untuk rekreasi.

-----------------------------------

DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness.  Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities.  PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar