Ipotnews - Mengawali pekan ini, Senin (25/1) bursa saham Asia dibuka di teritori positif, melanjutkan tren penguatan global akhir pekan lalu yang didukung oleh kenaikan harga minyak.Harga minyak mentah WTI dan Brent pada saat pembukaan pasar Asia naik tipis, melanjutkan kenaikan di bursa saham New York dan London, akhir pekan lalu.
Perdagangan saham hari ini dibuka dibuka dengan mencatatkan kenaikan indeks ASX 200 Australia sebesar 1,22 persen, dan sedikit melemah menjadi 1,10% (53,85 poin) di level 4.969,80 pada pukul 08.15 WIB.Kenaikan indeks didorong oleh laju harga saham energi yang naik 2,7 persen pada pembukaan pasar, sementara harga saham berbasis sumber daya alam lainnya bergerak bervariasi.
Pada jam yang sama, indeks Nikkei 225 menguat 0,21% (34,81 poin) ke level 16.993,34 setelah dibuka mendatar 0,1%. Harga saham emiten terkait minyak, dan saham eksportir di sektor otomotif dan elektronika bergerak mixed, sementara harga saham Japan Tobacco melejit 6,36 persen.
Indeks Kospi, Korea Selatan, dibuka naik 0,50%, menguat menjadi 0,82% ke level 1.894,88. Indeks Hang Seng, Hongkong dibuka melaju 1,37% menjadi 19.341,41. Indeks Shanghai Composite naik 0,60% menjadi 2.934,08.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diharapkan mampu melanjutkan manuvernya di zona hijau, memanfaatkan tren positif yang masih berlanjut pada pembukaan bursa saham Asia, setelah akhir pekan lalu berhasil mendarat di teritori positif.Analis memperkirakan, indeks berpeluang menguat seiring meningkatnya volume beli, ditopang oleh sentimen positif di bursa saham regional yang terpengaruh oleh tren penguatan harga minyak dunia.
Tim Riset Indo Premier berpendapat, penguatan signifikan bursa saham gobal, IHSG, dan nilai tukar rupiah akhir pekan lalu, di tengah derasnya arus keluar dana asing berpoteensi mendorong indeks saham gabuungan untuk melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.420 dan resistance 4.485. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBRI [BBRI 11,400
125 (+1,1%)](Spec Buy), BBNI [BBNI 5,125
125 (+2,5%)](Spec Buy), INDF [INDF 5,750
-50 (-0,9%)](Spec Buy) dan AISA [AISA 1,030
20 (+2,0%)](Spec Buy).
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham bursa Wall Street akhir pekan lalu, ditutup dengan membukukan kenaikan memasuki hari kedua ditopang oleh reli bursa saham global terdorong sentimen kenaikan harga minyak.
Kegairahan pasar juga didukung oleh pernyataan bank sentral Jepang dan Eropa yang membuka peluang stimulus moneter lebih lanjut untuk mendongkrak laju inflasi demi mencegah pelambatan ekonomi.
Membaiknya laporan keuangan sejumlah emiten dan kondisi pasar China yang lebih tenang, memicu minat investor untuk berburu saham energi, perbankan dan saham berbasis teknologi. Indeks Nasdaq Composite naik lebih dari 2,3 persen dibanding pekan sebelumnya.
Rilis data PMI Markit Flash periode Januari mencatatkan adanya ekspansi sektor manufaktur sebesar 52,7, lebih besar dari angka Desember sebesar 51,2. Indeks Aktivitas Nasional versi The Fed Chicago untuk Desember tercatat minus 0,22%, lebih baik dibanding November yang mencatatkan minus 0,36.
Dow Jones Industrial Average melaju 1,33% (210,83 poin) ke posisi 16.093,51.
S&P 500 melesat 2,03% (37,91 poin) ke level 1.906,90.
Nasdaq Composite melambung 2,66% (119,12 poin) menjadi 4.591,18.
S&P 500 melesat 2,03% (37,91 poin) ke level 1.906,90.
Nasdaq Composite melambung 2,66% (119,12 poin) menjadi 4.591,18.
Harga ETF saham Indonesia di New York Stocks Exchange melompat 2,36% menjadi US$20,79.
Bursa saham utama Eropa akhir pekan lalu, mengakhiri perdagangan dengan membukukan lonjakan tajam pada semua indeks saham acuan didukung oleh kenaikan harga minyak dan sinyal pelonggaran moneter lanjutan dari ECB pada Maret mendatang.
Semua sektor berlabuh di teritori positif, dan mencatatkan kenaikan di sektor sumber daya alam dan energi hingga 3-5 persen. Pasar tidak terpengaruh rilis data PMI zona euro periode Januari yang mencatatkan penurunan menjadi 53,5, dari 54,3 pada bulan sebelumnya.
FTSE 100 London melesat 2,19% (126,22 poin) menjadi 5.900,01.
DAX 30 Frankfurt melaju 1,99% (190,72 poin) ke level 9,764,88.
CAC 40 Paris melambung 3,10% (130,29 poin) di posisi 4.336,69.
DAX 30 Frankfurt melaju 1,99% (190,72 poin) ke level 9,764,88.
CAC 40 Paris melambung 3,10% (130,29 poin) di posisi 4.336,69.
Nilai Tukar Dolar AS
Nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, di pasar uang New York, akhir pekan lalu menguat, didorong oleh peningkatan ekspektasi pelonggaran moneter bank sentral Eropa dan Jepang.
Di Davos, akhir pekan lalu, Gubernur bank sentral Jepang mengatakan, masih ada ruang untuk meningkatkan program pelonggaran kuantitatif jika kejatuhan harga minyak menekan inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Penguatan dolar juga didukung oleh kenaikan data penjualan rumah AS sebasar 14,7 persen pada Desember lalu, atau naik 6,5 persen sepanjang 2015, tertinggi sejak 2006.
Indeks dolar, yang mengukur kurs greenback terhadap enam mata uang mitra dagang AS, naik 0,56 persen menjadi 99,573. Dolar menguat terhadap euro dan yen, namun melemah terhadap poundsterling.
Nilai Tukar Dolar AS di Pasar Spot

Komoditas
Harga minyak mentah dunia akhir pekan lalu, menguat memasuki hari kedua di tengah rali pasar saham akibat sentimen positif ekspektasi stimulus bank sentral Jepang dan Eropa.
Kenaikan harga minyak juga ditopang oleh kenaikan permintaan akan minyak pemanas dan investor mengambil untung dari jatuhnya harga minyak. Baker Hughes melaporkan, jumlah anjungan minyak AS yang beroperasi hingga akhir pekan lalu, berkurang 5 rig menjadi 510.
Harga minyak WTI untuk pengiriman Maret naik US$2,66 (9%) menjadi US$32,19 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Maret naik US$2,67 (9,13%) menjadi US$31,92 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu berakhir melemah tertekan oleh reli harga ekuitas AS selama dua hari berturut-turut.
Tekanan terhadap emas juga disebabkan oleh laporan data penjualan rumah oleh Departemen Perdagangan AS yang menunjukkan kenaikan 14,7 persen, atau 5,46 juta unit selama Desember, jauh lebih tinggi dari perkiraan. Harga emas juga terganjal oleh penguatan indeks dolar AS.
Harga kontrak emas pengiriman Februari turun US$1,90 (-0,17%) menjadi US$1.096,30 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,4% menjadi US$1.096,36 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Harga minyak mentah dunia akhir pekan lalu, menguat memasuki hari kedua di tengah rali pasar saham akibat sentimen positif ekspektasi stimulus bank sentral Jepang dan Eropa.
Kenaikan harga minyak juga ditopang oleh kenaikan permintaan akan minyak pemanas dan investor mengambil untung dari jatuhnya harga minyak. Baker Hughes melaporkan, jumlah anjungan minyak AS yang beroperasi hingga akhir pekan lalu, berkurang 5 rig menjadi 510.
Harga minyak WTI untuk pengiriman Maret naik US$2,66 (9%) menjadi US$32,19 per barel.
Harga minyak Brent untuk penyerahan Maret naik US$2,67 (9,13%) menjadi US$31,92 per barel.
Harga emas di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange akhir pekan lalu berakhir melemah tertekan oleh reli harga ekuitas AS selama dua hari berturut-turut.
Tekanan terhadap emas juga disebabkan oleh laporan data penjualan rumah oleh Departemen Perdagangan AS yang menunjukkan kenaikan 14,7 persen, atau 5,46 juta unit selama Desember, jauh lebih tinggi dari perkiraan. Harga emas juga terganjal oleh penguatan indeks dolar AS.
Harga kontrak emas pengiriman Februari turun US$1,90 (-0,17%) menjadi US$1.096,30 per ounce.
Harga emas di pasar spot turun 0,4% menjadi US$1.096,36 per ounce.
(AFP, CNBC, Reuters)
Sumber : IPOTNEWS
https://www.ipotnews.com/index.php?jdl=Market_Brief__Asia_Dibuka_Menguat__IHSG_Berpeluang_Lanjutkan_Kenaikan&level2=newsandopinion&id=4086597&img=level1_topnews_2&urlImage=IHSG-bloomberg3.jpg#.VqWiBNKqqko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar