Market Review
Indeks di bursa saham Wall Street mengakhiri perdagangan akhir pekan lalu ditutup menguat signifikan, Dow Jones menguat 211 poin (+1,33%) pada level 16.094, S&P naik 38 poin (+2,03%) pada level 1.907 dan Nasdaq ditutup menguat 119 poin (+2,66%) pada level 4.591. Saham-saham Wall Street dibuka menguat seiring penguatan signifikan pada pasar equitas global. Penguatan yang kembali terjadi pada harga minyak dunia dan meingkatnya keyakinan mengenai stimulus moneter yang akan di berikan lebih lanjut oleh European Central Bank (ECB). Lompatan harga minyak dunia sebesar Sembilan persen menjadi 32,19 per barel membuat pelaku pasar kembali memburu saham-saham sektor energi yang menjadi penopang utama pergerakan indeks di perdagangan akhir pekan lalu. Dari Eropa, bursa saham mengakhiri perdagangan akhir pekan dengan ditutup menguat signifikan, DAX menguat 191 poin (+1,99%) pada level 9.765, sementara FTSE menguat 126 poin (+2,19%) pada level 5.900. Penguatan pada bursa saham eropa mengekor penguatan signifikan pada bursa saham asia. Pernyataan presiden ECB Mario Draghi yang memberikan indikasi akan adanya stimulus lebih lanjut untuk memperkuat perekonomian Negara-negara zona eropa juga turut menopang pergerakan indeks akhir pekan lalu.
Indeks harga saham gabungan mengawali perdagangan akhir pekan lalu langsung berada di teritori positif. Sentiment positif dari penguatan cukup signifikan pada bursa saham global langsung direspon oleh pelaku pasar. Penguatan pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (di tutup di level Rp13.845 per USD) dan penguatan pada bursa saham asia serta penguatan cukup signifikan pada bursa saham eropa membuat IHSG berada di zona hijau sepanjang perdagangan kemarin. Aksi jual oleh investor asing sempat menghambat laju IHSG, namun IHSG tetap mampu bertahan di zona hijau dan berhasil kembali mengalami penguatan. IHSG akhirnya ditutup menguat sebesar 43 poin (+0,97%) pada level 4.457. Investor asing mencatatkan jual bersih (foreign net sell) sebesar 99,8M di pasar regular dan negosiasi. Hampir seluruh sektor mengakhiri perdagangan di zona hijau, hanya sektor perdagangan yang mengalami pelemahan. Sektor industri dasar dan pertambangan yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 11 poin (+2,84%) dan 19 poin (+2,52%) menjadi penopang utama pergerakan IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu.


Seiring penguatan signifikan pada bursa saham gobal, penguatan cukup signifikan yang terjadi pada IHSG dan nilai tukar rupiah terhadap USD akhir pekan lalu ditengah masih derasnya arus keluar dana asing membuat IHSG berpotensi untuk bergerak melanjutkan penguatan. IHSG akan bergerak pada rentang support 4.420 dan resistance 4.485. Pergerakan keluar masuknya dana asing tetap menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan, mengingat asing mendominasi pergerakan saham-saham di IHSG. Beberapa saham yang bisa dicermati antara lain: BBRI(Spec Buy), BBNI(Spec Buy), INDF(Spec Buy) dan AISA(Spec Buy).
News Highlights
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) melakukan penambahan saham pada PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,04M. Perseroan membeli 3,6 juta lembar saham SIMP dengan harga pembelian rata-rata Rp 291,05 per lembar saham. Pembelian dilakukan melalui bursa dari 15 Januari 2016 hingga Rp 22 Januari 2016. Dengan penambahan tersebut maka kepemilikan INDF pada SIMP meningkat menjadi 1.015.785.000 lembar atau sekitar 6,55% dari jumlah saham beredar SIMP. Transaksi pembelian tersebut bertujuan untuk investasi.
PT Ciputra Properti Tbk (CTRP) merupakan perusahaan properti yang paling memungkinkan untuk melaksanakan Kontrak Investasi Kolektif melalui Dana Investasi Real Estate (DIRE). Perseroan berencana menerbitkan DIRE sebagai alternatif pendanaan untuk melanjutkan ekspansi jika aturannya menguntungkan. perseroan yang memiliki kode emiten CTRP ini memiliki banyak asset yang merupakan recurring income properti. Sehingga, perseroan secara prinsip merupakan pihak yang paling memungkinkan untuk melakukan DIRE.
PT Aneka Antam Tbk (ANTM) telah mengakhiri kegiatan penambangan emas di Cikotok, Lebak, Banten. Seremoni pengakhiran penambangan tersebut dilakukan pada 21 Januari 2016. Pelaksanaan pengakhiran tambang tersebut sebagai bagian implementasi praktik penambangan yang baik. Tambang emas Cikotok merupakan salah satu dari tujuh perusahaan yang dimerger saat pembentukan ANTM pada 5 Juli 1968. Penambangan emas di cikotok awalnya dilakukan oleh perusahaan Belanda Naamloze Vennotschap Mijnbouw Maatschappij Zuid Bantam pada 1936. Namun berhenti pada 1939 saat pecah perang dunia II. Masa penambangan tambang emas Cikotok memasuki fase pasca tambang pada 2008 dan pengakhiran pasca tambang dilakukan pada Januari 2008 setelah mendapat persetujuan dari Pemerintah Daerah Banten melalui surat Bupati 11 Desember 2015.
PT PP Properti Tbk (PPRO) akan fokus menjalin kerjasama dengan mitra lewat pembentukan perusahaan patungan (Joint Venture/JV) di tengah keterbatasan lahan. Tahun ini, perseroan telah menyiapkan dana Rp 600M untuk penyertaaan modal pada perusahaan JV. Perseroan lebih memilih bekerjasama dengan pemilik lahan untuk mengembangkan properti dalam jangka pendek dan menengah karena keterbatasan lahan. Selain itu, ketersediaan lahan di perkotaaan terutama di Jabodetabek sudah semakin tipis sehingga langkah paling tepat untuk mengembangkan bisnis dalam jangka pendeka adalah lewat kerjasama JV. Tahun ini, PPRO berencana membentuk 5 perusahaan JV.
Pemerintah telah resmi membatalkan aturan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10% bagi seluruh ternak impor dan dalam negeri, selain sapi indukan. Alasannya, karena kebijakan ini berdampak besar terhadap harga pangan strategis di dalam negeri. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengaku meminta kepada Kementerian Keuangan untuk menangguhkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 267 Tahun 2015 tentang Kriteria Dan/Atau Rincian Ternak, Bahan Pakan Untuk Pembuatan Pakan Ternak dan Pakan Ikan Yang Atas Impor Dan/Atau Penyerahannya Dibebaskan Dari Pengenaan PPN. Dengan keputusan dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, maka seluruh ternak baik itu sapi indukan, sapi bakalan, sapi potong, sapi perah, domba, kambing, kerbau, kelinci dan ternak lainnya dibebaskan dari PPN 10%.
-----------------------------------
DISCLAIMER: This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendation contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may be involved in transactions contrary to any opinion herein to make markets, or have positions in the securities recommended herein. PT. Indo Premier Securities or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar